Otomotif / Mobil
Minggu, 10 Mei 2026 | 16:00 WIB
Ban mobil Bridgestone. (Foto: Bridgestone)
Baca 10 detik
  • Bobot berat baterai mobil listrik meningkatkan beban ban sehingga disarankan menggunakan ban dengan rating beban tinggi.
  • Torsi instan motor listrik memicu akselerasi cepat yang menyebabkan ban standar lebih cepat aus dibandingkan ban khusus.
  • Penggunaan ban khusus EV meningkatkan efisiensi baterai dan jarak tempuh dibandingkan ban mobil biasa yang boros energi.

Suara.com - Pertanyaan ini sering muncul di kalangan calon pengguna mobil listrik. Banyak yang mengira ban mobil listrik sama saja dengan ban mobil bensin, sehingga bisa langsung dipakai tanpa perbedaan.

Faktanya, mobil listrik memang bisa menggunakan ban mobil biasa, tapi ada beberapa hal penting yang perlu dipahami sebelum memutuskan.

Bobot Mobil Listrik Lebih Berat

Mobil listrik membawa baterai berukuran besar yang menambah bobot kendaraan secara signifikan. Akibatnya, beban yang diterima ban lebih tinggi dibanding mobil bensin dengan ukuran serupa.

Jika menggunakan ban standar tanpa spesifikasi khusus, risiko keausan lebih cepat akan terjadi. Karena itu, pabrikan biasanya merekomendasikan ban dengan rating beban lebih tinggi.

Torsi Instan Membuat Ban Lebih Cepat Aus

Motor listrik menghasilkan torsi instan sejak pedal ditekan. Akselerasi yang spontan ini bisa membuat ban lebih cepat aus, terutama jika kualitas ban tidak sesuai. Ban mobil biasa memang bisa dipakai, tapi umur pakainya bisa lebih pendek.

Ban khusus EV biasanya dirancang dengan kompon yang lebih kuat untuk menahan gaya puntir tersebut.

Efisiensi dan Rolling Resistance

Baca Juga: Studi Ungkap Cuaca Ekstrem Bisa Pangkas Jarak Tempuh Mobil Listrik dan Mobil Hybrid

Ban mobil listrik umumnya dibuat dengan rolling resistance rendah untuk membantu efisiensi baterai. Ban mobil biasa mungkin tidak memiliki desain ini, sehingga konsumsi energi bisa lebih boros.

Efeknya, jarak tempuh mobil listrik bisa berkurang beberapa persen jika ban tidak sesuai.

Perawatan Rutin Tetap Sama

Terlepas dari jenis ban, mobil listrik tetap membutuhkan perawatan rutin yang sama seperti mobil bensin:

- Ganti ban saat aus atau retak.
- Spooring dan balancing setiap 10.000 km atau jika terasa ada getaran.
- Cek tekanan ban secara berkala, karena tekanan rendah bisa mengurangi efisiensi baterai.
- Rotasi ban untuk meratakan keausan.

Selain ban, komponen lain seperti minyak rem, suspensi, dan sistem pendingin baterai juga tetap perlu perawatan rutin.

Load More