Suara.com - Baru-baru ini pengguna media sosial dibuat heboh dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan aksi debt collector saat berusaha menyita sebuah mobil berjenis Datsun Go Panca.
Video ini diunggah oleh akun Instagram @ndorobeii, Senin (15/3/2021). Diduga video tersebut diambil di daerah Medan, Sumatra Utara.
Dalam video tersebut, tersaji cuplikan cekcok antara pemilik mobil dengan tiga orang penagih utang.
Pengendara mobil tersebut bersikukuh bahwa mobilnya sudah lunas. Namun para debt collector ini tak tinggal diam.
"Ini mobil saya sudah lunas ini, coba cek," tutur pemobil.
"Kalau mobil sudah lunas, ada BPKB-nya," ujar salah seorang debt collector.
"Saya tidak takut, ada BPKB saya ada di rumah," sahut pemobil.
Video ini pun memantik beragam respons dari warganet. Salah seorang dari mereka yang mengaku juga berporfesi sebagai debt collector mengaku bahwa hal sedemikian lumrah terjadi lantaran adanya masalah teknis terkait administrasi.
"Gua mau jelasin sebagai orang yang sekarang sedang bekerja sebagai Debt Kolektor," tulis azikomar.i.
Baca Juga: Pupus Kecemburuan Pengguna Jalan Raya, Tak Ada Pengawalan Moge dan Sepeda
"Jadi gini ngab sebenarnya kebanyakan Klien tidak sadar dirinya menunggak. Kebanyakan janji bayar di bulan depan, sedangkan akhir bulan perusahaan sudah tutup buku yang berarti jika tidak bayar bulan ini ditambahkan ke list tunggakan," lanjutnya.
"Banyak yang tidak sadar itu dan gua udah ngalamin banyak yang kek gini. Debtkolektor penipu juga banyak, yang sudah habis kontrak diperusahaan tapi masih megang data klien bisa dijadikan alat buat narik narik tagihan atau unit jadi teruntuk Klien yang mungkin punya unit kreditan, usahakan tidak menunggak," imbuhnya.
"Jika ada pick up kerumah oleh orang tanpa seragam kantor usahakan minta dia telpon kepala kolektornya, dan jika sudah lunas (benar benar lunas) lalu ingin ditarik paksa silahkan tunjukan BPKB anda. Karena di dunia kredit Unit Lunas jika sudah mengambil BPKB dan membayar Denda Tunggakan. Sekian dan terima kasih," pungkasnya.
Selain itu, beberapa warganet yang lain menanggapi kejadian ini dengan komentar bernada miring. Berikut beberapa di antaranya.
"hehh ndoroo, itu di Medan, depan kampus Wilmar wkwkwk," tulis mhd**a.
"Hati2 begal modus baru," kata yog**3.
(*) Untuk menyaksikan video terkait, klik di sini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Indonesia Kejar Investasi AI China, Airlangga Ungkap Hasil Pertemuan dengan Huawei dan ByteDance
-
Terungkap Kronologi Direktur Keuangan yang Ditemukan Meninggal di Hotel St. Regis
-
Wamensos Bawa Pesan Presiden ke Ratusan Siswa Baru Sekolah Rakyat Kota Semarang
-
Kemensos - PKP Verifikasi Rumah Tak Layak Huni Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat Jabar
-
Kemenhub Percepat Dekarbonisasi, LINTAS Jadi Ruang Diskusi Transportasi Berkelanjutan
-
Deschamps Tegaskan Prancis Tak Akan Main-main Hadapi Inggris di Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia
-
Di Hadapan Gus Ipul, Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat Pasuruan Serentak Ucapkan Ikrar Mandiri
-
Bye Kemerahan dan Kulit Kering! 4 Serum Probiotic Kunci Skin Barrier Sehat
-
Samsung Galaxy A27 5G Resmi Hadir, HP Rp5 Jutaan Ini Punya AI Premium dan Update hingga 2032
-
Ketua Komjak RI: Indonesia Butuh Lebih Banyak Anak Muda Pembawa Solusi, Bukan Sekadar Pengkritik