News / Nasional
Sabtu, 18 Juli 2026 | 09:11 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam ramah tamah dengan siswa Sekolah Rakyat di acara Open House Sekolah Rakyat di Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). (Dok: Kemensos)

Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak para orang tua siswa Sekolah Rakyat berjanji untuk secepatnya mandiri dan lepas dari ketergantungan pada bantuan sosial.

Ajakan ini disampaikan Gus Ipul dan disambut kesediaan para orang tua siswa dalam acara Open House Sekolah Rakyat di Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

“Saya, orang tua Siswa Sekolah Rakyat siap ikut program pemberdayaan sehingga bisa menjadi keluarga mandiri. Keluarga yang tidak bergantung lagi pada bansos,” ucap Gus Ipul diikuti secara serentak oleh para orang tua siswa.

Selain anaknya disekolahkan, para orang tua siswa akan mendapatkan program-program pemberdayaan agar betul-betul mandiri dan lepas dari jerat kemiskinan sebagaimana tujuan utama program Sekolah Rakyat.

Kegiatan Open House diawali baris variasi oleh siswa SRMP 28 Pasuruan, pertunjukan tari Onclang Kidang oleh SRT 48 Pasuruan, penampilan pidato tiga bahasa, dan paduan suara. Gus Ipul juga melakukan tur singkat mengelilingi gedung baru Sekolah Rakyat untuk memberi pemahaman kepada calon siswa tentang kehidupan mereka setelah masuk ke Sekolah Rakyat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menghadiri acara Open House Sekolah Rakyat di Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). (Dok: Kemensos)

Di kesempatan itu, Gus Ipul juga berdialog dengan komandan baris variasi Rachmad Albi Fakhri (15).

“Senang di Sekolah Rakyat?” tanya Gus Ipul.

“Senang sekali,” jawab Albi.

“Kenapa senang?”

“Karena banyak teman dan semua baik kepada saya,”

Baca Juga: Wamensos Bahas Sekolah Rakyat, PPSE dan Perlindungan Korban Bencana Non-Alam Bersama Tiga Pemda

Cerita lain hadir dari Mai Nur Shafa (12), pembaca puisi yang menitikkan air mata ketika di atas panggung. Saat ditanya oleh Gus Ipul, Shafa mengungkapkan alasan sedih di balik air matanya.

“Karena kangen kedua orang tua.”

“Emang sudah berapa lama tidak bertemu?”

“Dari sejak awal kelas 1, karena orang tua pergi merantau,” ungkap Shafa.

Ia bercerita bahwa telah tinggal bersama sang nenek sejak usia 2 tahun hingga sekarang. Gadis yang bercita-cita menjadi dokter tersebut memiliki mimpi besar untuk membanggakan orang tua meski jarang bertemu.

“Saya akan belajar sungguh-sungguh biar bertemu kedua orang tuaku, aku ingin membahagiakan orang tuaku.”

Load More