Suara.com - Jalan tol dibangun untuk menghubungkan beberapa wilayah agar dapat diakses dalam waktu yang lebih singkat. Dan sebagai kompensasi, saat menggunakan fasilitas ruas bebas hambatan, pengguna harus membayar biaya administrasi. Biaya yang ditetapkan biasanya berdasarkan jarak tempuh yang telah dilewati.
Pemungutan biaya dilakukan di setiap pintu atau gardu tol melalui transaksi elektronik. Dan bila dicermati, di Indonesia posisi pintu tol ternyata tidak selalu lurus. Di beberapa wilayah, pintu tol ada yang dibuat secara diagonal atau miring.
Mungkinkah ada alasan khusus dalam desain pintu tol yang dibuat miring seperti ini?
Mengutip sosial media @official.jasamarga, pintu tol yang dibuat miring ternyata memang memiliki alasan tertentu.
Oblique Approach Booth (OAB) atau pintu tol miring merupakan salah satu inovasi yang dilakukan pengelola jalan tol dalam meningkatkan pelayanan transaksi bagi pengguna jalan.
"Gardu khusus yang dibangun dalam posisi diagonal untuk meningkatkan kapasitas transaksi kendaraan di gerbang tol yang mempunyai lahan terbatas dengan tujuan mengurangi potensi antrian kendaraan," tulis akun itu.
Sebagai informasi, Jasa Marga saat ini juga tengah menguji coba teknik baru dalam hal pembayaran tol. Mereka memakai Radio Frequency Identification atau RFID, sehingga kendaraan tidak perlu berhenti ketika melintasi gardu.
Sensor akan membaca stiker khusus yang dipasang di mobil dan terhubung ke ponsel, dan otomatis membuka palang jika transaksi berhasil.
Baca Juga: Apa Saja Mobil Terbaik 2021 Kelas LCGC, MPV dan HatchBack? Ini Dia
Berita Terkait
-
4 Mobil Harga ala Motor Aerox, Mesin Badak Cocok untuk Kendaraan Pertama: Simak Saran Pakar
-
4 Sepeda Listrik dengan Jarak Tempuh hingga 60 Km, Bantu Hemat Biaya Bensin
-
Pertumbuhan Properti Tangerang Jadi Magnet Ekspansi Industri Penunjang Hunian
-
Bikin Jantungan! Manuver Ekstrem Truk Trailer Putar Balik di Tol Semarang-Solo Nyaris Picu Tabrakan
-
Jarak Tempuh Mobil Listrik Bisa Berkurang Drastis Akibat AC Saat Cuaca Panas
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Terpopuler: Mobil Bekas yang Aman Pakai Pertalite, Biaya Isi Pertamax Full Tank untuk Skutik Honda
-
Modus Penipuan 'Sekrup' di SPBU Bikin Tekor Konsumen, Apa Itu?
-
Daftar Penyakit Avanza Lawas Menurut Pakar, Kini Harganya Cuma Segini
-
Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
-
IPONE Goda Penggemar Modikasi di Bandung dengan Produk Eksklusif
-
Atap Bocor dan Suspensi Keras: Begini Jawaban Teknis Pindad Jawab Keluhan Presiden Prabowo
-
Motul Perkuat Hubungan dengan Komunitas Otomotif Lewat Ajang BBQ Ride 2026
-
Harga Pertamax Naik, Ini Pilihan Mobil Bekas yang Masih Aman Minum Pertalite
-
Rincian Biaya Full Tank 7 Skutik Honda di Kala Pertamax Meroket, Paling Murah Rp60 Ribuan
-
Sinergi Bajaj Adira Finance: Dorong Ekonomi Lokal dan Perluas Kepemilikan Kendaraan Roda Tiga