Suara.com - Tesla mengumumkan penarikan kembali (recall) terhadap 285.520 unit untuk model 3 dan model Y karena masalah perangkat lunak yang diproduksi di China.
Otoritas regulasi pasar dan antimonopoli China (SAMR) mengatakan setidaknya ada 249.855 unit Tesla Model 3 dan Tesla Model Y serta 35.665 unit Tesla Model 3 impor yang harus ditarik.
Recall ini terkait dengan fungsi kemudi dengan bantuan atau assisted driving - fitur kemudi otomatis Tesla yang memanfaatkan komputer untuk membantu pengemudi mengendalikan kendaraannya. Pada kasus ini, fitur tersebut bisa menyala secara tak sengaja dan membuat mobil tiba-tiba melaju lebih cepat.
Kendala pada sistem komputer ini dikhawatirkan akan memicu kecelakaan dan membahayakan pengemudi, demikian dilansir dari Autoevolution.
Dalam recall ini, pemilik mobil tak harus membawa mobil mereka ke diler atau bengkel resmi Tesla. Perbaikan dilakukan secara online dalam bentuk pembaruan peranti lunak komputer mobil.
Tetapi ada dugaan masalah pada komputer Tesla itu dipicu oleh cacat ergonomis mobil, bukan hanya oleh perangkat lunak. Tesla sendiri belum memberikan penjelasan soal ini.
Bukan kali ini saja terjadi recall. Pada 6 Juni 2021, China mengatakan bahwa ada recall mencakup 734 mobil Model 3 yang diproduksi pabrik Tesla di AS pada 2019.
Sementara pada 2 Juni, Tesla juga merecall hampir 6000 unit mobil di Amerika Serikat karena adanya masalah pada baut rem, yang berpotensi membuat ban kehilangan tekanan dan pada akhirnya memicu kecelakaan.
Baca Juga: Toyota Recall 35.923 Unit Rush dan Avanza
Berita Terkait
-
Puluhan Ribu Xpeng X9 Kena Recall Akibat Masalah Suspensi Udara Begini Nasib Unit di Indonesia
-
Bahaya Suspensi Ambles Saat Melaju Puluhan Ribu Xpeng X9 Kena Recall
-
Bahaya Kebakaran Mengintai Ratusan Ribu Unit Pengguna BMW dan Toyota Supra
-
Bahaya Kebakaran Baterai Paksa Hyundai dan Kia Lakukan Recall Ioniq 5 dan EV9
-
Ribuan Unit Chery Tiggo 8 Pro Max Ditarik Akibat Masalah Pada Sistem Rem
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
AION UT Black Resmi Melantai di GIIAS 2026 Sebagai Pilihan Mobil Listrik Bergaya Elegan
-
4 Pameran di JIExpo Hadirkan Tren Beauty, Kesehatan, hingga Tekstil Terbaru
-
Sengketa HGB di STC, Dewan Cek Ruko yang Disegel Pemkot Pekanbaru
-
JKIND Rayakan Eksistensi 25 Tahun dalam Industri Kaca Film di Pameran GIIAS 2026
-
Andai Dapat Restu dari Presiden Prabowo dan FIFA, Erick Thohir Gas Maju Lagi Jadi Ketum PSSI
-
Polisi Amankan Pria Diduga Mabuk dan Mengamuk di Depan Gerbang UNS
-
Tim 9 Didesak Ungkap Siapa Pemilik Rp476 M dan Emas 74 Kg di Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
7 Ide Lomba 17 Agustus Hemat Biaya dan Unik, Dijamin Bikin Warga Ngakak!
-
Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
-
Bahlil Semprot AMPI: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'