Suara.com - Profesi ojol memang ada risiko yang siap menanti. Sebagai contoh ketika pelanggan tidak puas dengan pelayanan, maka ojol tersebut bisa kena rate bintang satu.
Hal ini pun membuat ojol harus benar-benar profesional dalam menangani pelanggan, baik saat mengantarkan ke suatu tempat hingga memesan makanan yang diinginkan pelanggan.
Kali ini, sebuah kisah yang bikin terenyuh terkait ojol viral di media sosial. Kisah ini dibagikan oleh akun Facebook Bisnis anak milenial.
Kisah ini menceritakan tentang mbak ojol yang serba salah ketika membuat pelanggan puas saat memesan makanan.
Penasaran? Nah, berikut isi lengkap tulisan mbak ojol tentang kisahnya yang bikin terenyuh.
Aku mengetik tulisan ini saat mengantri di salah satu resto ayam goreng ternama produk Amerika. Yaa, aku adalah seorang driver ojol wanita. Alias tukang ojek.
Aku ingin sedikit bercerita. Di resto ini ada tiga mesin kasir. Otomatis ada tiga jalur antrian. Dalam satu jalur antrian, ada sekitar delapan sampai sepuluh orang. Dari begitu banyak yang antri, cuma tiga sampai lima orang yang pembeli umum. Yang lain tentu saja driver ojol seperti aku.
Ruangan resto ini ber-AC. Tapi mesin pendingin itu tidak banyak menolong karena ramainya yang berdiri di sini. Apalagi kami mengantri dalam keadaan memakai atribut hijau kebanggaan ini. Jaket berlambang perusahaan aplikator ojol.
Tak ayal, keringatpun membasahi baju yg kupakai di dalam jaket ini. Gerah.
Baca Juga: Best 5 Oto: Driver McLaren F1 Kena Jambret, Ojol Pendekar Tangan Satu Hadapi PPKM Darurat
Kau mau tau cara kerja kami ??? Sebentar. Aku ajak kau membayangkan gimana rasanya jadi kami yaa…
Kalau kau dapat orderan di resto ternama seperti ini, kau harus antri begini. Butuh waktu sekitar 20 menit untuk bisa sampai di depan kasir. Bisa lebih lama kalau orang di depanmu belanja banyak.
Sampai di kasir, kau baru bisa tau orderan yg diminta customermu itu tersedia atau tidak. Kalau dari belakang kau tanya, kasir tidak akan mau menjawab. Takut saatnya kau sampai di depan ternyata stoknya udah habis, padahal tadi dijawab ada. Sampe di sini paham kan ?
Bila orderanmu ada yg kosong, kau harus cepat telpon customer. Bayangin kesalnya bila saat kau telpon, customer tidak mengangkat telpon. Coba chat dari aplikasi driver juga tidak terkirim. Karena customer udah menutup aplikasi pemesannya di sana. Antrian di belakang mendesak. Kasir juga tidak bisa menunggu lama.
Saatnya telponmu diangkat, customer membatalkan orderan karena Ichi Ocha yg dimintanya kosong. Harus diganti dengan Pepsi.
“Cansel aja ya kak…saya gak bisa minum soda !!!”
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
6 Masalah Klasik Toyota Agya Bekas, Ketahui sebelum Membeli
-
Update Harga BBM SPBU Swasta Terbaru per Akhir Mei 2026, Shell hingga BP-AKR
-
Mengenal Tiga Tipe iCAR V23 SUV Listrik Modern Bergaya Klasik
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta Kembali Digelar Hingga Agustus
-
Sinyal Bahaya dari China Saat Pasar Otomotif Mulai Masuki Tahap Jenuh
-
Konflik Timur Tengah Lumpuhkan Ekspor Mobil Toyota dari Jepang Hingga Nyaris Habis
-
Manfaatkan Teknik Defensive Driving saat Perjalanan Libur Panjang
-
Legenda SUV Mitsubishi Pajero Siap Kembali Mengaspal pada 2026 Andalkan Sasis Triton
-
Teknologi Hybrid Jadi Solusi Perjalanan Irit Tanpa Repot Antre Charge
-
Mobil Listrik Ferrari Panen Hujatan Setelah Umumkan Harga Resmi