Suara.com - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat Pulau Jawa-Bali pada 3–20 Juli 2021 mengharuskan warga mengurangi mobilitas guna mencegah penularan virus Covid-19. Nah, untuk memanfaatkan waktu selagi tidak bepergian ini bisa beraktivitas di garasi.
Salah satunya memeriksa mur dan baut roda, mengingat tidak jarang keduanya macet saat ingin mengganti ban.
Seperti diketahui, ada dua komponen yang digunakan memasang pelek mobil, yakni mur dan baut. Mur dipakai mengikat pelek dengan cara diputar dan baut digunakan sebagai dudukan pelek mobil pada as roda. Jumlah mur dan baut pada satu roda adalah empat atau lima buah, tergantung jenis mobil.
Penyebab pertama mur dan baut roda sulit dilepaskan adalah timbulnya karat pada ulir atau drat mur dan baut roda. Terjadi akibat proses oksidasi di sela-sela drat-nya yang kecil dan jarang diperhatikan.
Kedua adalah drat mur atau baut roda yang aus akibat sering dipaksa ketika dilepaskan, lantaran terlalu kuat waktu mengencangkan mur.
Sebab lainnya adalah penggantian mur roda yang ukurannya tidak sama dengan standar, biasanya kekecilan, sehingga dipaksakan saat pemasangan. Umumnya disebabkan karena ganti mur atau pelek dengan produk aftermarket, sedangkan ukuran ulirnya tidak pas atau berbeda ukuran standar.
Berikut adalah cara mengatasi mur dan baut roda yang macet ketika dibuka, seperti dipetik dari Auto2000.
Inilah langkah-langkah membuka mur dan baut serta perawatannya:
1. Manfaatkan Alat Bantu Pemutar Mur Roda
Baca Juga: Ambulans Pembawa Pasien Indikasi Covid-19 Dirusak, Polres Bantul Amankan Pelaku
- Hal pertama yang bisa dilakukan jika mengalami masalah ini adalah memanfaatkan alat bantu untuk memutar mur roda.
- Pemilik dapat memanfaatkan alat ungkit yang lebih panjang seperti pipa yang disambungkan ke kunci roda untuk memperoleh torsi atau daya putar ekstra sehingga lebih mudah saat melepaskan mur.
2. Semprotkan Baut Roda dengan Cairan Penetran
- Cara lain untuk membantu melepaskan mur dan baut roda yang macet adalah dengan menyemprotkan cairan penetran pada baut roda mobil yang terpasang.
- Langkah ini berguna untuk menghilangkan penghambat seperti debu halus atau karat antara mur dengan baut roda. Dengan hilangnya hambatan maka mur akan lebih mudah diputar.
3. Gunakan Kunci Momen Saat Memasang Ban Mobil
- Saat membongkar bisa juga menggunakan kunci momen atau kunci torsi dengan kekuatan sesuai rekomendasi pabrikan saat memasang kembali ban mobil.
- Namun jika tidak ada kunci momen, usahakan tidak memutar mur sekuat mungkin dan cukup sampai mur dirasakan sudah tidak bisa berputar lagi.
- Jangan sampai terdengar bunyi besi beradu terlalu keras yang menandakan mur sudah terlalu kuat mengikat baut.
4. Pasang Mur Roda Secara Menyilang
- Mengencangkan mur dan baut roda tidak boleh dilakukan secara berurutan lantaran bisa membuat daya ikatnya kurang merata sehingga pelek tidak "mencengkeram" sempurna pada as roda.
- Selain sulit dibuka nantinya, risiko lainnya adalah membuat ban mobil goyang dalam kecepatan tinggi, bahkan bisa mengakibatkan baut roda patah.
- Pemasangan mur harus dilakukan secara menyilang dan bertahap agar daya tekan pada seluruh baut seimbang.
5. Rotasi Ban Mobil Secara Berkala
- Cara berikutnya untuk mencegah mur dan baut roda sulit dilepaskan adalah melakukan rotasi ban mobil secara rutin sehingga keduanya tidak sampai mengeras atau berkarat.
- Disarankan rotasi ban setiap 10.000 km atau enam bulan sekali atau bersamaan waktunya dengan servis berkala.
6. Bersihkan Mur dan Baut Roda
- Selagi rotasi ban, bisa membersihkan mur, baut, dan lubang baut di pelek mobil untuk memastikan tidak ada kotoran menempel atau karat timbul.
- Setelah bersih, lumasi mur dan baut dengan grease atau gemuk untuk mencegah timbulnya karat dan mur mudah diputar. Tapi jangan berlebihan karena bisa menjadi tempat menempelnya kotoran.
Berita Terkait
-
Mobil Sering Lari ke Samping? Awas, Bisa Jadi Tanda Bahaya!
-
Telapak Ban Mobil Bisa Lebih Cepat Habis dari Normal? Ini Penyebabnya
-
Hp Kalian Lemot? Lakukan 6 Cara Ini, Dijamin Performa Kembali Seperti Baru!
-
4 Cara Menangani Pasangan yang Marah-Marah, Tidak Kuat? Putusin Aja
-
5 Cara Menangani Orang yang Melakukan Silent Treatment
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Kia Seltos akan Lahir Kembali? Begini Spesifikasi Calon Penantang HR-V Terbaru
-
5 Motor 125cc Paling Murah buat Pelajar: Irit Bensin, Powerful, Perawatan Nggak Nyusahin
-
Benarkah Penjualan Mobil LCGC Menurun? Begini Data 2025 vs 2026
-
Bedah Data: Mobil Terlaris Hyundai Tipe Apa? Ini yang Jadi Tulang Punggungnya
-
Repsol Perkuat Segmen Mobil Premium Lewat Peluncuran GXR Euro
-
Pembuktian Kualitas Pelumas Premium di Medan Ekstrem Samosir dan Danau Toba
-
Repsol Lubricants Indonesia Ramaikan Japanese Bike Fest Dukung Komunitas Motor Klasik
-
Cara Membedakan Mitsubishi Lancer Evo Asli dan Evo Convert Menurut Pakar, Harga 40 Jutaan
-
Penjualan Daihatsu Melonjak 27 Persen pada Juni 2026 Gran Max Jadi Penopang Utama
-
IPONE Perkuat Skena Kustom Culture Indonesia Melalui Ajang Iron Pipe 2026 di Bandung