Suara.com - Alex Noerdin, figur yang pernah berjaya di panggung politik Sumatera Selatan, kini menghadapi serangkaian tuduhan korupsi yang mencoreng reputasinya. Lahir pada 9 September 1950 di Palembang, Alex Noerdin meniti karir politiknya dari bawah.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana Teknik Elektro di Universitas Trisakti, ia aktif di organisasi kepemudaan dan partai Golkar. Namanya mulai dikenal luas saat menjabat sebagai Bupati Musi Banyuasin (Muba) selama dua periode (2002-2008).
Di Muba, Alex Noerdin dikenal dengan program-program pro-rakyat seperti pendidikan dan kesehatan gratis, serta pembangunan sekolah unggulan seperti SMU 2 Unggul Sekayu.
Prestasi di Muba mengantarkan Alex Noerdin menjadi Gubernur Sumatera Selatan selama dua periode (2008-2016). Selama masa jabatannya, ia membangun berbagai proyek infrastruktur di Palembang, termasuk sarana olahraga untuk SEA Games 2011.
Namun, di balik gemerlap pembangunan, bayang-bayang dugaan korupsi mulai menghantui. Alex Noerdin pernah dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus Wisma Atlet.
Karier politik Alex Noerdin diwarnai oleh latar belakang keluarga politisi. Ayahnya, Haji Muhamad Noerdin Pandji, adalah mantan Ketua DPRD Sumatera Selatan. Alex Noerdin juga aktif dalam mendukung karir politik putranya, Dodi Reza, yang pernah mencalonkan diri sebagai Bupati Musi Banyuasin.
Pada tahun 2021, Alex Noerdin ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi pembelian gas bumi oleh Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumatera Selatan. Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang ia sampaikan ke KPK pada 29 Maret 2021 menunjukkan total kekayaannya mencapai puluhan miliar rupiah.
Kekayaannya terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp 20,56 miliar yang tersebar di beberapa wilayah, kendaraan senilai Rp 165 juta, harta bergerak lainnya senilai Rp 6,72 miliar, serta kas dan setara kas senilai Rp 575 juta.
Pada tahun 2025, Alex Noerdin kembali terseret dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Cinde di Palembang. Ia diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan selama 12 jam. Alex Noerdin membantah tuduhan korupsi dan menyatakan bahwa pembangunan Pasar Cinde telah melalui kajian mendalam. Ia berdalih bahwa pembongkaran pasar dilakukan karena kondisi bangunan yang sudah tidak layak dan berpotensi roboh.
Baca Juga: Data ICW: 29 Hakim Terlibat Korupsi, Nilai Suap Capai Rp 107,9 Miliar
Namun, Kejati Sumsel terus melakukan penyidikan dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk mantan Wali Kota Palembang Harnojoyo dan mantan Kepala BPN Kota Palembang Edison. Penyidik juga melakukan penggeledahan dan penyitaan barang bukti di berbagai lokasi, termasuk kantor dinas dan rumah kontraktor.
Kasus dugaan korupsi Pasar Cinde ini menambah daftar panjang kasus korupsi yang menjerat Alex Noerdin. Ia, bersama Edi Hermanto dan DW, diperiksa terkait proyek pembangunan pasar tersebut. Kejati Sumsel menyatakan bahwa pemeriksaan ini bertujuan untuk melengkapi alat bukti dan mengarah pada penetapan tersangka.
Selain itu, sang anak, Dodi Alex juga pernah dibui karena melakukan korupsi terkait fee proyek di Dinas PUPR. Pada 2022 lalu, Dodi Reza Alex yang merupakan Bupati nonaktif Musi Banyuasin divonis 6 tahun penjara.
Kasus-kasus korupsi yang menjerat Alex Noerdin ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai integritasnya sebagai mantan pejabat publik. Publik menanti proses hukum yang transparan dan adil untuk mengungkap kebenaran di balik dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara.
Biodata Singkat Alex Noerdin
Nama Lengkap: Alex Noerdin
Berita Terkait
-
Kejagung Jerat Dua Advokat dan Direktur Pemberitaan JakTV Jadi Tersangka Obstruction of Justice
-
Akui Pernah Terima Uang CSR BI untuk Sosialisasi Dapil, Satori Dipanggil KPK Hari Ini
-
Kekayaan Tia Rahmania di LHKPN: Menang Gugatan usai Dipecat PDIP
-
Cerita Ditegur Wapres, Segini Kekayaan Mentan Andi Amran di LHKPN
-
Skandal Sampah Tangsel Memanas: Kabid DLH Menyusul Kadis Jadi Tersangka Korupsi Anggaran 2024!
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global
-
Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter
-
Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja
-
Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan
-
Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?
-
Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik
-
Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan
-
Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini
-
Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI
-
Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN