Ilustrasi mobil listrik (Shutterstock).
Suara.com - Nama mobil listrik dan hybrid belakangan semakin ramai menjadi perbincangan di dunia otomotif. Disebut sebagai Electric Vehicle (EV), terdapat istilah seperti BEV (EV dengan baterai) dan PHEV (EV dengan plug-in hybrid). Nah, apakah kedua jenis memiliki perbedaan, di sini ada uraiannya masing-masing.
Dikutip dari laman Auto2000, meski tujuannya serupa yaitu menghasilkan tenaga non-Bahan Bakar Minyak Bumi atau non-BBM, ada perbedaan antara mobil listrik dan hybrid yang wajib diketahui.
Berikut adalah tinjauan seputar mobil listrik dan mobil hybrid:
Mobil listrik
- Ide pembuatan mobil listrik sudah muncul sejak abad ke-19. Namun realisasi ide ini hingga menjadi produk yang dapat digunakan oleh masyarakat luas memakan waktu sangat lama.
- Bahkan hingga saat ini pun, mobil listrik belum dapat dinikmati seluruh kalangan. Tidak hanya soal harga semata, namun infrastruktur untuk mengisi daya dari mobil listrik ini.
- Mobil listrik menjadi populer karena bebas emisi gas buang. Kendaraan jenis ini tidak menggunakan bahan bakar minyak (BBM) sebagai sumber tenaga.
- Gantinya adalah tenaga listrik yang berfungsi sebagai sumber tenaga utama, serta baterai sebagai sumber tenaga cadangan.
- Perlu diingat, semakin tinggi kecepatan mobil, maka semakin tinggi pula konsumsi sumber tenaganya. Mobil akan lebih cepat kehabisan daya jika dipacu dalam kecepatan tinggi terus-menerus.
Mobil hybrid
- Mobil hybrid baru diproduksi massal pada 1997. Produk ini belakangan kembali populer. Jika mobil listrik mengandalkan sumber tenaga eksternal (listrik), maka sumber tenaga hybrid berasal dari dalam mesin.
- Hybrid mendapatkan sumber tenaga dari proses pengolahan sisa putaran bahan bakar mobil ditambah energi dari motor listrik.
- Meski masih memanfaatkan proses pembakaran di dalam mesin sebagai sumber tenaga penggerak, hybrid disebutkan mampu mengurangi polusi udara.
Komentar
Berita Terkait
-
Mengenal Tiga Tipe iCAR V23 SUV Listrik Modern Bergaya Klasik
-
Sinyal Bahaya dari China Saat Pasar Otomotif Mulai Masuki Tahap Jenuh
-
Teknologi Hybrid Jadi Solusi Perjalanan Irit Tanpa Repot Antre Charge
-
Mobil Listrik Ferrari Panen Hujatan Setelah Umumkan Harga Resmi
-
Harga Terlalu Murah Jadi Senjata Makan Tuan Bisnis Mobil Listrik Xiaomi
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Mengenal Tiga Tipe iCAR V23 SUV Listrik Modern Bergaya Klasik
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta Kembali Digelar Hingga Agustus
-
Sinyal Bahaya dari China Saat Pasar Otomotif Mulai Masuki Tahap Jenuh
-
Konflik Timur Tengah Lumpuhkan Ekspor Mobil Toyota dari Jepang Hingga Nyaris Habis
-
Manfaatkan Teknik Defensive Driving saat Perjalanan Libur Panjang
-
Legenda SUV Mitsubishi Pajero Siap Kembali Mengaspal pada 2026 Andalkan Sasis Triton
-
Teknologi Hybrid Jadi Solusi Perjalanan Irit Tanpa Repot Antre Charge
-
Mobil Listrik Ferrari Panen Hujatan Setelah Umumkan Harga Resmi
-
Suzuki Fronx Teranyar Siap Minum Etanol Murni, Rilis Dalam Waktu Dekat
-
Harga Terlalu Murah Jadi Senjata Makan Tuan Bisnis Mobil Listrik Xiaomi