Suara.com - All-New Honda BR-V menjadi salah satu produk baru dari PT Honda Prospect Motor (HPM) yang diluncurkan tahun ini. Dari jajaran produk Agen Pemegang Merek (APM) ini, baru All-New Honda BR-V generasi kedua mendapat penyematan sistem Honda Sensing.
Apa sajakah fungsi Honda Sensing yang terdapat pada Honda BR-V terbaru ini?
PT HPM menyebutkan bahwa sistem Honda Sensing menggunakan front wide view camera yang dapat mendeteksi fitur target dan mengenali berbagai objek, seperti kendaraan atau pejalan kaki.
Sistem ini mampu mengukur jarak dan posisi lateral objek berdasarkan perubahan ukuran objek target, berapa lama perubahan terjadi, dan kecepatan kendaraan.
Hal Ini memungkinkan kamera mengenali garis putih di jalan, pembatas jalan seperti trotoar, atau kendaraan lain seperti sepeda motor, sepeda, dan pejalan kaki.
Fungsi Honda Sensing :
Lead Car Departure Notification System (LCDN)
- Sistem akan memberi informasi kepada pengemudi tentang pergerakan mobil di depan. Saat kendaraan berhenti, seperti di lampu lalu lintas, sistem akan memperingatkan pergerakan mobil di depan kepada pengemudi.
- Jika sistem mendeteksi bahwa mobil di depan yang sebelumnya berhenti telah bergerak, sistem akan memberi peringatan pada tampilan audio dan multi-informasi kepada pengemudi.
- Sistem bekerja ketika mendeteksi pergerakan mobil di depan dalam jarak 10 m dan kendaraan tidak bergerak untuk meresponsnya.
Collision Mitigation Braking System (CMBS)
- Sistem kamera baru dan perangkat lunak yang lebih canggih memungkinkan penggunaan CMBS di lebih banyak situasi, seperti mendeteksi pejalan kaki, sepeda atau sepeda motor di malam hari.
- Jika sistem mendeteksi kendaraan lain, pejalan kaki, atau sepeda dan mengestimasi potensi tabrakan, sistem akan memperingatkan pengemudi melalui tampilan audio dan multi-informasi.
- Dalam situasi darurat, sistem akan menerapkan pengereman kuat untuk menghentikan atau memperlambat kendaraan guna membantu menghindari potensi benturan atau mengurangi kerusakan.
- CMBS bekerja ketika sistem mengestimasi adanya potensi tabrakan saat kendaraan bergerak dalam kecepatan 5 km per jam atau lebih, dengan kendaraan, pejalan kaki, atau sepeda yang bergerak dengan perbedaan kecepatan 5 km per jam atau lebih.
- Saat diaktifkan, sistem akan menghentikan atau memperlambat kendaraan untuk membantu menghindari tabrakan atau mengurangi kerusakan akibat benturan.
Road Departure Mitigation (RDM)
Baca Juga: Hari Ini All-New Honda BR-V Launching di Surabaya, HSC Revisi Target Karena PPKM
- Sistem ini mendukung kendali kemudi saat kendaraan kemungkinan besar akan keluar dari lajur. Ketika ada kemungkinan kendaraan akan menyimpang dari lajur tanpa memberi tanda belok, system akan memicu getaran pada kemudi dan memberi peringatan visual.
- Sistem ini juga mendukung pengendalian kemudi untuk menjaga kendaraan tetap berada di jalur sebelum tergelincir.
- Fitur RDM bekerja pada kecepatan 72 km/jam atau lebih ketika kendaraan bergerak keluar jalan atau ketika sistem memprediksi bahwa kendaraan akan keluar dari jalan.
Adaptive Cruise Control (ACC)
- Adaptive Cruise Control adalah fungsi pendukung untuk menjaga jarak dengan mobil di depan. Saat berkendara di jalan raya, sistem ini mendukung akselerasi dan pengereman untuk mengurangi beban pada pengemudi.
Lane Keeping Assist (LKAS)
- Sistem ini mengurangi beban pengemudi dengan mendukung pengoperasian kemudi agar kendaraan tetap berada di lajur tengah saat berkendara di jalan raya.
- Jika sistem mendeteksi kendaraan tampak akan meninggalkan jalur, ia akan memberi getaran pada kemudi selain memberi peringatan pada tampilan audio dan multi informasi. LKAS aktif saat kendaraan bergerak pada kecepatan 72 km per jam atau lebih.
Auto High Beam (AHB)
- Auto High Beam membantu memastikan visibilitas pengemudi lebih baik dengan secara otomatis beralih antara lampu sorot rendah atau tinggi saat berkendara di malam hari.
- Sistem akan memberi visibilitas terbaik dan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengganti fungsi lampu depan secara manual.
- Selain itu sistem juga mampu secara otomatis beralih ke lampu jauh saat berkendara di jalan gelap di malam hari. Sistem AHB bekerja di kecepatan 30 km per jam atau lebih.
Berita Terkait
-
Honda Brio Satya S Baru Dibekali CVT, Lebih Murah dari BYD Atto 1
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Apa Fungsi Kacamata Lari? Intip 6 Rekomendasi Terbaiknya Mulai Rp300 Ribuan
-
Bukan Alam, Jaksa Agung Sebut Bencana Sumatra Akibat Alih Fungsi Hutan
-
Temuan Baru tentang Polifenol Spearmint: Pendukung Alami Memori, Konsentrasi, hingga Kinerja Mental
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Adu Mobil Bekas Mitsubishi Mirage vs Nissan March, Mending Mana?
-
Harga Mobil Mitsubishi Februari 2026, Mending Xforce atau Xpander Cross?
-
Berapa Km Mobil Bekas Masih Bisa Dianggap Bagus? Ini 5 Rekomendasinya, Harga di Bawah Rp100 Juta
-
Berapa Harga Mobil Ayla Bekas? Mobil Second Rasa Baru
-
BYD Siapkan Denza B5 PHEV Perkuat Dominasi Pasar Kendaraan Elektrifikasi di Indonesia
-
Teduh di Musim Hujan tapi Harga Sekelas Aerox, Ini 5 Mobil Bekas 30 Jutaan yang Bagus
-
Aki Bekas Mobil Dihargai Berapa? Ini Kisarannnya di Pasaran
-
5 Mobil Bekas yang Bisa Dicicil dengan Angsuran Rp1,5 Juta selama 6 Tahun, Muat 7 Orang
-
Jajal Sensasi Suzuki Grand Vitara Hybrid di IIMS 2026, SUV Minim Limbung
-
Kasus Mohan Hazian Viral, Porsche Macan Merah Miliknya Ikut Disorot