- Pankreas merupakan organ tersembunyi yang tugas utamanya mengatur gula darah melalui produksi hormon insulin.
- Kerja pankreas terbebani oleh gaya hidup modern seperti konsumsi gula tinggi dan pola makan tidak teratur.
- Gangguan pankreas dapat menyebabkan diabetes, ditandai gejala seperti haus, dan perlu dicegah dengan pola hidup sehat.
Suara.com - Pada tubuh manusia ada satu organ yang hampir tak pernah kita sebut, tak pernah kita rasakan secara langsung, namun setiap hari bekerja tanpa henti yaitu pankreas.
Organ ini tidak sepopuler jantung yang berdetak jelas, atau paru-paru yang terasa saat napas tersengal.
Pankreas bekerja dalam senyap, tersembunyi di balik lambung, menjalankan tugas penting tanpa banyak “protes”.
Justru karena terlalu diam itulah, pankreas sering terlupakan.
Pankreas dan Tugas Berat Mengatur Gula Darah
Salah satu peran utama pankreas adalah membantu mengatur kadar gula darah.
Sederhananya, setiap kali kita makan terutama makanan manis atau berkarbohidrat pankreas akan “turun tangan”.
Ia memproduksi insulin, hormon yang membantu gula masuk ke dalam sel untuk dijadikan energi. Kalau insulin ini tidak cukup atau tidak bekerja optimal, gula akan menumpuk di darah. Di sinilah masalah mulai muncul.
Ironisnya, semakin sering kita mengonsumsi makanan tinggi gula, minuman manis, dan karbohidrat olahan, semakin berat pula kerja pankreas. Tapi lagi-lagi, ia tetap bekerja tanpa suara.
Menurut jurnal dan sumber kesehatan, pankreas harus diperhatikan karena perannya krusial dalam pencernaan (enzim) dan pengaturan gula darah (insulin), sehingga masalah pankreas bisa memicu diabetes, pankreatitis, hingga gangguan penyerapan lemak, yang ditandai gejala seperti sakit perut, feses berlemak, sering haus, dan penurunan berat badan; pencegahan melibatkan pola makan sehat rendah lemak dan gula, hindari alkohol, serta rutin berolahraga.
Gaya Hidup Modern, Beban Tambahan untuk Pankreas
Tahukah kamu, pola hidup saat ini membuat pankreas jarang benar-benar beristirahat.
Sarapan manis, ngemil sebelum tidur, sering minum kopi dengan gula, makan malam di waktu yang tidak konsisten dan terakhir makan bermenu tinggi karbohidrat membuat pankreas harus terus aktif.
Baca Juga: Mengenal Susu Peptibren untuk Pasien Stroke, Lengkap dengan Cara Penyajian yang Benar
Belum lagi bagi orang yang malas atau kurang gerak, sering stres, dan jam tidur yang berantakan membuat pankreas lembur setiap hari, tanpa pernah diberi apresiasi.
Tak heran, banyak orang baru tahu pankreas ketika masalah sudah muncul, seperti saat gula darah mulai tidak terkendali, saat tubuh mudah lelah, atau saat dokter mulai menyebut istilah medis yang terdengar asing.
Merawat Sebelum Terlambat
Padahal, perhatian kecil sejak dini bisa berarti besar bagi pankreas. Tidak harus langsung perubahan ekstrem.
Hal-hal sederhana seperti mengurangi asupan gula, memilih makanan yang lebih seimbang, dan memberi tubuh asupan yang lebih ramah bagi metabolisme sudah menjadi langkah awal.
Salah satu merawat pankreas dengan sederhana dengan mengonsumsi makanan sehat dan minuman menyehatkan seperti Dianesia.
Sebagai bentuk perhatian kecil untuk organ yang bekerja diam-diam, Dianesia hadir dengan pendekatan yang lebih ringan bagi tubuh.
Perpaduan bahan alami dengan tekstur lembut membuatnya mudah dicerna, sekaligus lebih bersahabat untuk lambung.
Dengan rasa dan konsistensi yang nyaman, Dianesia bisa menjadi pilihan pengganti sarapan atau camilan sehat di sela aktivitas, tanpa memberi beban berlebih pada metabolisme.
Dianesia, Perhatian Ringan untuk Organ yang Bekerja Keras
Dianesia dirancang sebagai minuman multigrain yang diformulasikan untuk membantu mendukung kerja pankreas agar tidak terlalu berat.
Dengan kombinasi bahan-bahan yang lebih bersahabat bagi pengelolaan gula darah, Dianesia menjadi alternatif minuman yang tidak sekadar mengenyangkan, tetapi juga lebih mindful terhadap kerja organ dalam.
Bukan solusi instan, bukan pula klaim berlebihan. Dianesia lebih tepat disebut sebagai teman teman kecil yang hadir untuk mengurangi beban pankreas di tengah gaya hidup modern yang serba cepat.
Karena yang Bekerja Diam-Diam Juga Layak Diperhatikan
Pankreas mungkin tidak pernah “mengeluh”. Tapi bukan berarti kita boleh terus mengabaikannya. Mengenalnya lebih awal, memahami cara kerjanya, dan memberi perhatian kecil melalui pilihan hidup yang lebih bijak adalah bentuk empati pada tubuh sendiri.
Karena sering kali, kesehatan bukan soal menunggu sakit melainkan tentang peduli sebelum terlambat.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga