Otomotif / motor
Cesar Uji Tawakal | Gagah Radhitya Widiaseno
Oknum petugas yang melakukan unboxing karbo ilegal di Sirkuit Mandalika (Twitter)

Suara.com - Peristiwa yang melibatkan oknum petugas melakukan unboxing kargo tanpa izin di Sirkuit Mandalika membuat masyarakat Indonesia geram.

Pasalnya, aksi tersebut telah mencoreng nama Indonesia sebagai tuan rumah gelaran balap motor WSBK dan MotoGP.

Bahkan media asing menyebut kalau Ducati marah lantaran aksi yang dilakukan oleh oknum petugas tersebut.

Hal tersebut justru dibantah oleh pihak Ducati. Mereka mengaku belum menanggapi peristiwa yang viral di media sosial tersebut.

Baca Juga: Heboh, Motor Ducati Dibongkar Ilegal di Sirkuit Mandalika, dr Tirta: Memalukan dan Norak

"Bertentangan dengan apa yang diberitakan beberapa media, Paolo Ciabatti dan Ducati Corse tidak pernah memberikan pernyataan apapun terkait kejadian di Sirkuit Jalan Internasional Mandalika," tulis pernyataan Ducati yang disampaikan melalui Twitter @ducaticorse.

Tanggapan Ducati terkait viral oknum petugas unboxing kargo di Sirkuit Mandalika (Twitter)

Ducati justru ingin segera datang ke Sirkuit Mandalika untuk melihat animo masyarakat Indonesia di sana.

Apalagi pecinta WSBK dan MotoGP di Indonesia terbilang cukup banyak, sehingga Ducati sudah tak sabar.

"Kami menantikan untuk melihat semua fans Indonesia kami dan mengunjungi Indonesia untuk putaran WorldSBK dan Grand MotoGP," begitu pernyataan Ducati.

Sebelumnya, insiden oknum petugas yang secara ilegal membuka box atau kargo motor Ducati mendapat kecaman dari publik khususnya masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Viral Kargo Ducati Peserta WSBK Dibuka, Begini Komentar MGPA

Bagaimana tidak, ulah yang dilakukan oknum petugas tersebut membuat malu masyarakat Indonesia di dunia internasional.

Mandalika Grand Prix Association (MGPA), selaku bagian dari Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Group, meminta maaf atas pembukaan kargo motor Ducati di Mandalika secara ilegal.

"Kami meminta maaf kepada pecinta balap motor tanah air dan Internasional atas insiden yang terjadi," kata Direktur Utama MGPA Ricky Baheramsjah dalam keterangan tertulis yang dilansir dari Antara.

Komentar

terkini