- Petinggi Iran mengakui serangan militer AS-Israel dapat membahayakan partisipasi Timnas Iran di Piala Dunia 2026.
- Iran dijadwalkan bertanding di fase grup AS melawan Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.
- FIFA berhak menunjuk tim pengganti, seperti Uni Emirat Arab, jika Iran memutuskan mundur dari turnamen.
Suara.com - Ketidakpastian menyelimuti partisipasi Timnas Iran di Piala Dunia 2026. Di tengah serangan membabibuta militer AS-Israel, salah satu petinggi Iran mengakui situasi terkini bisa membahayakan keikutsertaan negaranya di turnamen tersebut.
Duta besar Iran untuk Kenya, Ali Gholampour seperti dilansir dari Sportbible, menegaskan bahwa belum ada keputusan final terkait boikot.
Namun ia tidak menampik kemungkinan terburuk bakal diambil oleh negaranya.
“Kami tidak tahu persis apa yang akan terjadi. Jika situasi terus berlanjut, ini bisa membahayakan partisipasi tim nasional kami,” ujarnya dalam konferensi pers di Nairobi.
Di fase grup nanti, Iran dijadwalkan menghadapi, Belgia, Mesir dan Selandia Baru.
Seluruh pertandingan Iran di fase grup rencananya digelar di wilayah Amerika Serikat, termasuk dua laga di Inglewood, California dan satu pertandingan di Seattle.
Sebelumnya, presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, bahkan mengaku belum dapat memastikan apakah timnas bisa tampil di putaran final.
“Yang pasti, setelah serangan ini, sulit bagi kami untuk menatap Piala Dunia dengan penuh harapan,” ujarnya kepada media lokal.
Merujuk regulasi FIFA 2025, apabila ada peserta yang mengundurkan diri atau dikeluarkan, maka FIFA memiliki kewenangan penuh untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk menunjuk tim pengganti.
Baca Juga: Paus Minta AS Hentikan Serangan di Timur Tengah, Trump Malah Makin Menjadi
Beberapa spekulasi menyebut Uni Emirat Arab berpeluang menggantikan Iran, mengingat mereka gagal lolos otomatis sebelum tersingkir di babak play-off.
Selain itu, Irak juga bisa dipertimbangkan apabila berhasil melewati jalur play-off antarkonfederasi.
FIFA juga memiliki hak untuk membatalkan, menjadwal ulang, atau memindahkan pertandingan jika terjadi kondisi force majeure atau ancaman keamanan.
Namun dengan waktu kurang dari tiga bulan menuju kick-off, perubahan lokasi pertandingan tentu akan memicu persoalan logistik besar.
Sponsor, penyiar, hingga perangkat pertandingan sudah menyusun rencana matang untuk turnamen akbar tersebut.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
-
Paus Minta AS Hentikan Serangan di Timur Tengah, Trump Malah Makin Menjadi
-
Iran Tergaskan Tak Bakal Tumbang Meski Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei Wafat
-
Kapal Tanker Berbendera AS Dihantam Proyektil Iran, Selat Hormuz Lumpuh Total
-
Menhan AS Sebut Operasi Militer Lawan Iran Bukan Perang Tanpa Akhir
-
Airlangga Wanti-wanti Harga BBM Naik Imbas Perang AS-Iran
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Resmi Pensiun, James Milner Tulis Pesan Menyentuh untuk Leeds United
-
Belum Ada Pembicaraan Konkret, Gelandang Napoli Antonio Vergara Batal ke Tottenham?
-
Allano Lima Tinggalkan Persija Jakarta, Minta Maaf Gagal Persembahkan Gelar Juara
-
Kontrak Francisco Rivera Diperpanjang Persebaya, Bernardo Tavares Beberkan Catatan Evaluasi
-
FIFA Perketat VAR di Piala Dunia 2026, Taktik Bola Mati Ala Inggris Bisa Dianulir
-
Bukan Ronaldo atau Messi, Ini 5 Pencetak Gol Tertua dalam Sejarah Piala Dunia!
-
Calvin Verdonk dan Joey Pelupessy Belum Gabung Timnas Indonesia Jelang vs Oman dan Mozambik
-
Timnas Malaysia U-19 Percaya Diri Tatap Piala AFF U-19 2026, Singapura Jadi Ujian Awal
-
Timnas Haiti ke Piala Dunia 2026, Sepak Bola Jadi Juru Damai di Tengah Krisis Keamanan dan Politik
-
Aturan Baru Piala Dunia 2026: FIFA Sahkan Regulasi Pembatalan Gol Akibat Pelanggaran Bola Mati