Bola / Bola Dunia
Senin, 02 Maret 2026 | 21:03 WIB
Pemain timnas Iran merasa bahagia karena timnya dinyatakan lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023 (instagram/iran_football_federation)
Baca 10 detik
  • Petinggi Iran mengakui serangan militer AS-Israel dapat membahayakan partisipasi Timnas Iran di Piala Dunia 2026.
  • Iran dijadwalkan bertanding di fase grup AS melawan Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.
  • FIFA berhak menunjuk tim pengganti, seperti Uni Emirat Arab, jika Iran memutuskan mundur dari turnamen.

Suara.com - Ketidakpastian menyelimuti partisipasi Timnas Iran di Piala Dunia 2026. Di tengah serangan membabibuta militer AS-Israel, salah satu petinggi Iran mengakui situasi terkini bisa membahayakan keikutsertaan negaranya di turnamen tersebut.

Duta besar Iran untuk Kenya, Ali Gholampour seperti dilansir dari Sportbible, menegaskan bahwa belum ada keputusan final terkait boikot.

Namun ia tidak menampik kemungkinan terburuk bakal diambil oleh negaranya.

“Kami tidak tahu persis apa yang akan terjadi. Jika situasi terus berlanjut, ini bisa membahayakan partisipasi tim nasional kami,” ujarnya dalam konferensi pers di Nairobi.

Di fase grup nanti, Iran dijadwalkan menghadapi, Belgia, Mesir dan Selandia Baru.

Ilustrasi Timnas Iran Absen di Piala Dunia 2026 [Suara.com]

Seluruh pertandingan Iran di fase grup rencananya digelar di wilayah Amerika Serikat, termasuk dua laga di Inglewood, California dan satu pertandingan di Seattle.

Sebelumnya, presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, bahkan mengaku belum dapat memastikan apakah timnas bisa tampil di putaran final.

“Yang pasti, setelah serangan ini, sulit bagi kami untuk menatap Piala Dunia dengan penuh harapan,” ujarnya kepada media lokal.

Merujuk regulasi FIFA 2025, apabila ada peserta yang mengundurkan diri atau dikeluarkan, maka FIFA memiliki kewenangan penuh untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk menunjuk tim pengganti.

Baca Juga: Paus Minta AS Hentikan Serangan di Timur Tengah, Trump Malah Makin Menjadi

Beberapa spekulasi menyebut Uni Emirat Arab berpeluang menggantikan Iran, mengingat mereka gagal lolos otomatis sebelum tersingkir di babak play-off.

Selain itu, Irak juga bisa dipertimbangkan apabila berhasil melewati jalur play-off antarkonfederasi.

FIFA juga memiliki hak untuk membatalkan, menjadwal ulang, atau memindahkan pertandingan jika terjadi kondisi force majeure atau ancaman keamanan.

Namun dengan waktu kurang dari tiga bulan menuju kick-off, perubahan lokasi pertandingan tentu akan memicu persoalan logistik besar.

Sponsor, penyiar, hingga perangkat pertandingan sudah menyusun rencana matang untuk turnamen akbar tersebut.

Kontributor: M.Faqih

Load More