Suara.com - Menyambut libur akhir tahun, Gibran Rakabuming Raka selaku Wali Kota Surakarta, Jawa Tengah memberikan imbauan. Yaitu agar para Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak menggunakan kendaraan pelat merah untuk mudik. Demikian dikutip dari kantor berita Antara.
"Mobil dinas jangan dipakai buat mudik, wisata. Untuk kerja tok (saja)," demikian ungkap ayah dua anak ini di Solo, Kamis (2/12/2021).
Ditambahkannya bahwa Pemerintah Kota Surakarta sudah melarang ASN untuk melakukan mudik maupun perjalanan wisata pada akhir tahun, menyusul prediksi kenaikan angka COVID-19 pada periode itu.
"Iya, pokoke ojo mudik (pokoknya jangan mudik), ditahan dulu kalau bisa," tandasnya dalam aksen Surakartan.
Bahkan, untuk memastikan kendaraan pelat merah tidak digunakan oleh ASN untuk kepentingan di luar kerja, Wali Kota Surakarta juga berencana akan menggunakan kendaraan pribadinya sendiri saat bekerja selama Natal hingga tahun baru.
"Iya, pakai mobil sendiri juga bisa," tandas Gibran Rakabuming Raka.
Untuk memastikan larangannya diikuti oleh ASN, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Polresta Surakarta terkait dengan penyekatan, termasuk untuk membatasi pergerakan kendaraan pelat merah.
"Ya nanti penyekatan (koordinasi) dengan Pak Kapolres," lanjut Gibran Rakabuming Raka.
Baca Juga: Berkonsep Alter Ego, Ini Nilai Estetika Hitam dari Rolls-Royce Black Badge
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surakarta Ahyani mengatakan aturan untuk ASN tidak boleh cuti akan sama seperti pada momen Lebaran yang lalu.
"Sanksinya paling seperti biasa, kalau melanggar ada sanksi indispliner," tukas Sekda Kota Surakarta.
Berita Terkait
-
Pemda Kesulitan Bayar Gaji Pegawai, Purbaya Janji Tambah Anggaran TKD ke 490 Daerah
-
Prabowo, SBY, dan Jokowi Duduk Semeja, Ajudan Ungkap Isi Obrolan Singkat Mereka
-
Kaesang Maju di Dapil Puan, Ganjar: Silakan, Saya Masih Yakin Jateng Kandang Banteng!
-
Mendagri Tito Wisuda 1.404 Praja IPDN, Siap Jadi ASN Profesional dan Berintegritas
-
Heboh Kasus Pencabulan Anak SD Yatim Piatu di Sumut, Guru ASN Wajib Disanksi Berat jika Terbukti
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
AION UT Black Resmi Melantai di GIIAS 2026 Sebagai Pilihan Mobil Listrik Bergaya Elegan
-
4 Pameran di JIExpo Hadirkan Tren Beauty, Kesehatan, hingga Tekstil Terbaru
-
Sengketa HGB di STC, Dewan Cek Ruko yang Disegel Pemkot Pekanbaru
-
JKIND Rayakan Eksistensi 25 Tahun dalam Industri Kaca Film di Pameran GIIAS 2026
-
Andai Dapat Restu dari Presiden Prabowo dan FIFA, Erick Thohir Gas Maju Lagi Jadi Ketum PSSI
-
Polisi Amankan Pria Diduga Mabuk dan Mengamuk di Depan Gerbang UNS
-
Tim 9 Didesak Ungkap Siapa Pemilik Rp476 M dan Emas 74 Kg di Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
7 Ide Lomba 17 Agustus Hemat Biaya dan Unik, Dijamin Bikin Warga Ngakak!
-
Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
-
Bahlil Semprot AMPI: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'