Ni Luh Djelantik Singgung Gibran yang Sering Bicara AI: Saya Tak Yakin Dia Paham

Jum'at, 18 September 2026 | 16:24 WIB
Anggota DPD RI, Ni Luh Djelantik. (Suara.com/Arry Saputra)
BACA 10 DETIK
  • Anggota DPD RI Ni Luh Djelantik meragukan pemahaman Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terkait teknologi kecerdasan buatan.
  • Pernyataan tersebut disampaikan Ni Luh saat berbicara dalam acara IABC Indonesia Conference pada Jumat (18/9/2026).
  • Ia mempertanyakan masalah literasi dasar karena masih banyak siswa SMP dan SMA di Bali yang belum mampu membaca.

Suara.com - Anggota DPD RI, Ni Luh Djelantik menyinggung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dinilainya kerap berbicara mengenai kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Namun, Ni Luh mempertanyakan apakah Gibran benar-benar memahami teknologi tersebut. Ia menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara dalam IABC Indonesia Conference 2026.

"Hari ini kita memiliki seorang wakil presiden yang mengatakan AI, AI, AI, tapi saya juga tidak yakin apakah dia paham tentang AI atau tidak," kata Ni Luh, Jumat (18/9/2026).

Ni Luh kemudian mengaitkan pembicaraan mengenai AI dengan persoalan literasi dasar yang masih dihadapi sebagian anak Indonesia.

Ia mempertanyakan jumlah provinsi yang masih memiliki anak usia SMP yang belum mampu membaca.

"Ada berapa provinsi yang hari ini anak SMP-nya tidak bisa baca?" ujarnya.

Menurut Ni Luh, persoalan tersebut juga masih ditemukan di Bali. Ia menyebut ada kabupaten di Bali yang siswanya sudah duduk di bangku SMP dan SMA tetapi belum bisa membaca.

"Di Bali ada kabupaten yang siswanya duduk di baku SMP dan SMA tidak bisa membaca," kata dia.

Ni Luh kemudian membandingkan kebiasaan membaca pada masa lalu dengan kondisi anak-anak saat ini yang semakin dekat dengan perangkat dan teknologi digital.

"Karena kalau dulu kita membaca dengan seperti ini, belum ada Kindle dan lain sebagainya, kalau hari ini anak-anak kita, they use that, they don't read the title anymore, they don't read the, you know," ujar Ni Luh.

Pernyataan tersebut disampaikan Ni Luh dalam konteks pembahasan mengenai perkembangan teknologi dan kemampuan literasi.

Ia menyoroti pentingnya memastikan kemampuan dasar anak tetap menjadi perhatian di tengah perkembangan teknologi, termasuk ketika pembicaraan mengenai AI semakin sering muncul di ruang publik.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com