Suara.com - Selalu menarik membahas mengenai istilah-istilah yang sering digunakan oleh komunitas ojek online dalam operasional hariannya. Istilah ini digunakan guna mempersingkat percakapan, tanpa mengurangi maknanya. Kali ini mari kita bahas arti tupo di ojek online.
Tupo sendiri mungkin terdengar asing di kalangan non ojek online, karena istilah ini sepenuhnya berasal dari pekerjaan yang dilakukan driver ojek online tersebut. Sistem poin yang harus didapatkan setiap hari jadi dasar dari kemunculan istilah ini.
Arti Tupo di Ojek Online
Tupo sendiri merupakan kependekan dari tutup poin. Tapi apa artinya? Setiap hari, driver ojek online memiliki target sejumlah poin yang harus didapatkan. Poin ini diperoleh dari order yang masuk dalam berbagai bentuk layanan.
Mulai dari pengantaran orang, pemesanan makanan, pengantaran barang, dan berbagai layanan lain yang disediakan aplikasi ojek online, akan mendapatkan poin setiap diselesaikan. Ketika target poin harian terpenuhi, maka driver akan bisa mendapatkan komisi sesuai yang sudah disepakati.
Istilah tupo kemudian jadi dambaan banyak driver karena setelah mendapatkan poin sesuai target mereka bisa saja pulang dan beristirahat. Namun demikian tak sedikit juga driver yang tetap menerima orderan, dengan tujuan agar mendapatkan bonus dari poin yang diperolehnya.
Jam Kerja Driver Ojol
Sebenarnya tak ada aturan pasti berapa lama seorang driver boleh bekerja dalam satu hari. Pihak layanan ojol hanya memberikan target, sejumlah poin yang sebaiknya bisa dipenuhi agar mendapat komisi atau bahkan bonus ketika poinnya melebihi target.
Ada yang hanya bekerja setengah hari, dan sudah tupo, ada pula yang tidak terlalu beruntung dan baru mendapatkan poin penuh setelah seharian bekerja. Yang jelas, semua ini tergantung pada orderan yang diterima dan diselesaikan setiap driver saat bertugas.
Baca Juga: Viral! Beri Bintang Satu dan Maki Driver, Rumah Pelanggan Digeruduk Puluhan Ojol Cirebon
Semakin banyak poin yang diperoleh, maka semakin banyak pula komisi yang diberikan oleh pihak layanan ojol sebagai upah atas pesanan yang diselesaikan. Tentu saja, ini jadi dambaan setiap driver manakala mendaftar jadi partner dari layanan ojol.
Itu tadi sedikit penjelasan dan arti tupo di ojek online. Cukup unik ya istilah yang diberikan pada setiap hal yang ada dalam komunitas ini? Semoga bermanfaat, dan selamat berkegiatan!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
7 Mobil Listrik Super Fast Charging, Isi Baterai Cuma 18 Menit Bisa Tempuh Jarak Jauh
-
Jadwal Astra Honda Dream Cup 2026: Hadir di 3 Kota Besar, Vario 160 Masuk Lintasan
-
Insentif Mobil Listrik Dikaji Ulang, Hyundai Berharap Ada Benefit Lebih
-
Dominasi Mobil Murah dan Kendaraan Niaga Jadi Bukti Masyarakat Masih Cari Kendaraan Fungsional
-
Intip Harga Daihatsu Gran Max Terbaru, Calon Mobil Sejuta Umat Tembus 900 Ribu Unit
-
Isuzu dan Toyota Kolaborasi Kembangkan Truk Bertenaga Hidrogen Sasar Sektor Logistik
-
WR155 vs CRF150L Lebih Murah Mana? Tengok Daftar Harga Motor Trail 150cc
-
Hyundai Pinjamkan Mobil Listrik Gratis saat Mobil Dalam Perbaikan di Bengkel Resmi
-
Inikah Calon Yamaha MX King Baru? Bodi Berotot dan Suspensi Kokoh
-
Biaya Bulanan dan 5 Tahunan Polytron Fox 350 Sewa Baterai vs Kepemilikan Penuh, Gapnya Diluar Dugaan