- VinFast menjual bisnis manufaktur di Vietnam senilai Rp8,2 triliun guna mengurangi beban utang perusahaan yang signifikan.
- Langkah strategis ini dilakukan untuk menerapkan model bisnis lebih ringan aset demi fokus pengembangan kendaraan listrik.
- Analis mempertanyakan transparansi transaksi karena pihak pembeli diduga masih memiliki keterkaitan dengan pemilik grup VinFast.
Suara.com - VinFast mengambil langkah besar dengan menjual unit bisnis manufakturnya di Vietnam. Keputusan tersebut dilakukan di tengah kondisi perusahaan yang belum pernah membukukan laba sejak didirikan pada 2017.
Berdasarkan dokumen perusahaan, VinFast akan menjual bisnis manufakturnya di Vietnam senilai 13,3 triliun dong atau sekitar Rp8,2 triliun. Dalam transaksi tersebut, pihak pembeli juga akan mengambil alih utang sekitar Rp112 triliun.
Pada tahun lalu pun, VinFast tercatat membukukan kerugian sebesar 3,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp63 triliun. Sehingga langkah ini disebut menjadi bagian dari strategi VinFast untuk beralih ke model bisnis yang lebih ringan aset atau asset-light.
Dengan beralih ke model bisnis yang lebih ringan aset, perusahaan menyebut dapat lebih fokus pada penelitian, pengembangan produk, dan pemasaran kendaraan listrik. Selain itu, VinFast juga akan memiliki beban utang yang jauh lebih rendah dibanding sebelumnya.
Meski secara strategi bisnis langkah tersebut dinilai dapat membantu memperbaiki kondisi keuangan perusahaan, sejumlah analis menyoroti struktur transaksi yang dilakukan VinFast.
"Langkah ini masuk akal dari perspektif strategi dan keuangan serta memberikan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan VinFast. Namun dari perspektif tata kelola perusahaan, keputusan strategis ini memunculkan sejumlah tanda tanya," kata Mehdi Jaouadi, seorang analis industri otomotif di Singapura, dikutip Reuters, Selasa (2 Juni 2026).
Sorotan tersebut muncul karena sebagian pihak yang terlibat dalam transaksi diketahui memiliki hubungan dengan kelompok usaha Vingroup maupun pendirinya yaitu Pham Nhat Vuong.
Keterlibatan pihak-pihak yang memiliki hubungan dengan Vingroup itulah yang membuat sebagian analis mempertanyakan apakah transaksi tersebut merupakan penjualan kepada pihak independen atau sekadar pemindahan aset dan utang ke entitas yang masih berada dalam lingkaran bisnis yang sama.
Meski demikian, VinFast menegaskan bahwa fokus perusahaan ke depan adalah memperkuat pengembangan produk kendaraan listrik serta memperluas bisnisnya di berbagai pasar internasional.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Calon Pembeli Dipaksa Sabar Sebulan
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Adu Harga dan Fitur Suzuki Fronx vs Honda WR-V vs Kia Sonet, Mending Mana?
-
Masalah Airbag Honda Seret Hampir Satu Juta Unit Mobil, Civic Sampai CR-V Masuk Daftar
-
Harga Motor Honda Ini Meroket Nyaris Rp36 Juta Sejak Rilis Perdana, Masih Worth It untuk Dibeli?
-
Kenalan sama MPV Mewah Terbaru Suzuki Landy: Gengsi Sekelas Voxy, Harga ala Innova
-
Induk TikTok Mulai Garap Otak Mobil Listrik Lewat Kolaborasi dengan Seres Group
-
Eks Rider MotoGP Puji Aksi Veda Ega Pratama di Sirkuit Mugello: Balapan Sangat Kacau
-
12 Dosa di Jalan Raya yang Bikin STNK Kendaraanmu Mendadak Diblokir
-
Komunitas Supermoto Makassar Jelajahi Keindahan Maros Bareng Repsol Lubricants
-
Daftar Harga Motor Suzuki Update Juni 2026, Modal Rp20 Jutaan Bisa Bawa Pulang ke Garasi
-
Pemilik Mobil Bensin Ramai-Ramai Pindah ke Kendaraan Listrik Saat Harga BBM Kian Mahal