Suara.com - PT Toyota Astra Motor (TAM) mengaku masih butuh waktu untuk menghadirkan Kijang Innova BEV (battery electric vehicle) menjadi model versi produksi.
Sebab dijelaskan, Direktur Pemasaran PT TAM, Anton Jimmi Suwandy, untuk menjadi versi produksi masih diperlukan riset mendalam.
"Masih butuh banyak hal. Karena memang banyak faktor untuk mendevelop sebuah produk full listrik," ujar Anton Jimmi Suwandy, dalam sesi virtual conference baru-baru ini.
Anton menambahkan, untuk mengembangkan sebuah kendaraan listrik tidak hanya berbicara soal baterai. Tapi lebih jauh lagi ada infrastruktur pendukungnya.
"Ada platform, baterai dan sebagainya. Kita juga masih harus menunggu seperti apa dan detailnya kapan untuk Innova listrik," papar Anton.
Seperti diketahui, Toyota telah memperkenalkan Kijang Innova BEV di ajang Indonesia International Motor Show atau IIMS Hybrid 2022 di arena JIExpo, Kemayoran, Jakarta, 31 Maret—10 April 2022.
Meski masih belum diproduksi untuk tujuan komersial, Toyota Kijang Innova Concept telah melewati tahap quality and safety assurance pengecekan internal.
Seperti diketahui, melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019, Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk mempercepat program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) untuk transportasi jalan. Ini diselenggarakan melalui percepatan pengembangan industri KBLBB dalam negeri.
Kebijakan ini dilatarbelakangi kebutuhan menghadapi tantangan masa depan, antara lain semakin menipisnya ketersediaan bahan bakar fosil yaitu Bahan Bakar Minyak (BBM).
Baca Juga: Spectre, Mobil Listrik Perdana Rolls-Royce Sukses Uji Coba di Lingkaran Kutub Utara
Kondisi ini mengharuskan industri otomotif dunia untuk tidak sekadar mengembangkan teknologi hemat BBM, namun mulai mengalihkan tenaga penggerak kendaraan mereka dari teknologi Internal Combustion Engine (ICE) yang menggunakan BBM ke teknologi Electric Vehicle (EV) atau kendaraan listrik.
Selain itu, Perpres No 55 Tahun 2019 juga bentuk komitmen Indonesia dalam pengendalian isu pemanasan global dan perubahan iklim dengan berkontribusi mengurangi emisi CO2 atau emisi Gas Rumah Kaca (GRK).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Bukan Sekadar Mobil Pikap Ternyata Isuzu Traga Bisa Disulap Jadi Bus Penumpang
-
Terpopuler: CR-V Bekas Tahun ke Tahun, MPV Baru Suzuki Setara Voxy
-
Spesifikasi Honda CR-V dan Harga Bekas Tahun ke Tahun, Begini Plus Minusnya Menurut Pakar
-
Belum Pernah Untung Sejak Berdiri, VinFast Jual Pabrik di Vietnam
-
Adu Harga dan Fitur Suzuki Fronx vs Honda WR-V vs Kia Sonet, Mending Mana?
-
Masalah Airbag Honda Seret Hampir Satu Juta Unit Mobil, Civic Sampai CR-V Masuk Daftar
-
Harga Motor Honda Ini Meroket Nyaris Rp36 Juta Sejak Rilis Perdana, Masih Worth It untuk Dibeli?
-
Kenalan sama MPV Mewah Terbaru Suzuki Landy: Gengsi Sekelas Voxy, Harga ala Innova
-
Induk TikTok Mulai Garap Otak Mobil Listrik Lewat Kolaborasi dengan Seres Group
-
Eks Rider MotoGP Puji Aksi Veda Ega Pratama di Sirkuit Mugello: Balapan Sangat Kacau