Suara.com - Mobil sebagai sarana mobilitas dituntut untuk tetap nyaman saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.
Meski harus menjalani ibadah puasa, wajib tentunya menjaga kondisi kendaraan agar tidak bermasalah dan memberi rasa tenang saat di jalan.
Namun demikian, sebenarnya ada cara mudah untuk menjaga kondisi mobil tetap nyaman di bulan puasa seperti dikutip dari Auto2000.
Pastikan AC Dingin dan Sejuk
Aktivitas di siang hari cukup menguras stamina, apalagi kalau banyak waktu dihabiskan di jalan. Emosi mudah terpicu apabila suasana hati tidak tenang lantaran AC kurang dingin. Oleh karena itu, pastikan sistem pendingin kabin mobil dalam kondisi dingin dan sejuk untuk memberikan rasa nyaman, apalagi kalau harus berhadapan dengan jalan macet.
Di sisi lain sebagai pengemudi, wajib menjaga kondisi tubuh di bulan puasa. Termasuk menjaga emosi ketika ada masalah di jalan karena ingat esensi puasa adalah menahan diri termasuk marah.
Periksa Mesin Mobil
Kondisi mesin yang prima membuat hati tenang ketika mengemudi mobil. Tentu masalah mobil mogok di siang hari akan menjadi persoalan ketika sedang berpuasa. Untuk itu pastikan oli mesin tidak kurang takarannya dan selalu diganti sesuai jadwal yang ditentukan. Periksa pula suara mesin ketika dinyalakan di pagi hari, terutama jika ada suara aneh yang tidak biasanya atau lampu indikator di panel instrumen menyala.
Perhatikan Kondisi Ban
Baca Juga: Viral Video Pengikut Muhammadiyah Puasa Duluan di Kantor, Publik: Indahnya Toleransi Antarmuslim
Jangan pernah bosan memeriksa kondisi ban mengingat tugasnya yang berat dan sangat mengandalkannya di jalan. Ditambah, saat ini hujan masih sering turun dan membuat jalan basah. Ban yang tidak dalam kondisi prima, seperti telapak ban sudah aus atau tekanan udaranya kurang, dapat menyulitkan di jalan. Bahkan jika dipaksakan sanggup memicu kecelakaan seperti mobil melintir akibat aquaplaning.
Jaga Kebugaran Mobil
Tidak hanya pengemudi yang wajib menjaga kebugaran tubuh di bulan puasa, mobil juga wajib dijaga kebugarannya. Supaya mobil tidak dehidrasi, periksa cairan pendukung seperti air radiator, air wiper, minyak rem, dan cairan pendukung lainnya. Sekaligus, perhatikan kondisi cairan tersebut. Kalau kotor, segera ganti dengan cairan baru untuk menjaga kualitasnya.
Ganti Komponen Mobil yang Rusak
Jangan biarkan komponen mobil yang rusak tidak diganti. Selain akan menyulitkan jika semakin rusak, umumnya masalah akan menjalar ke onderdil lain yang masih sehat. Seperti, shock absorber yang rusak dapat membuat komponen kaki-kaki lain ikut rusak karena harus menopang kinerjanya. Jika hal ini terjadi pastinya akan menguras banyak biaya karena harus mengganti spare parts lain yang ikut terdampak.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Terjaring OTT KPK, Intip Isi Garasi Mewah Bupati Tulungagung Gatut Sunu: Land Cruiser hingga Truk
-
Apakah Skuter Listrik Boleh di Jalan Raya? Ini 5 Rekomendasi Ukuran Dewasa dengan Dudukan
-
Update Harga Mobil Listrik Wuling per April 2026, Mulai Rp200 Jutaan
-
Cara Bayar Pajak Motor Online 2026 Lewat HP, Praktis Tanpa Antre di Samsat!
-
7 Motor Matic Paling Irit Bensin Cocok Buat Narik Ojol Seharian, Gak Cuma Honda BeAT!
-
Jaecoo Prioritaskan Mobil Listrik di Tengah Harga BBM Global yang Masih Tinggi
-
Terpopuler: Adu Motor Listrik MBG vs Local Pride, Kekayaan Bupati Tulungagung 17 Kendaraan
-
Sehari Jalan 70 Kilometer, Berapa Biaya Bulanan Mobil Listrik BYD Atto 1?
-
Isuzu D-Max Rodeo Hadir dengan Mesin Diesel Terbaru Jawab Kebutuhan Operasional Medan Ekstrem
-
Harga Bak Bumi dan Langit: Motor Listrik MBG Emmo JVH Max vs Local Pride Polytron Fox, Mending Mana?