Suara.com - Edison EV, afiliasi dari Edison Motors yang bergerak di produksi mobil listrik menyampaikan pengajuan banding khusus kepada Mahkamah Agung Korea Selatan. Intinya meminta keputusan pengadilan soal pembatalan akuisisi SsangYong dilimpahkan kembali ke Pengadilan Kepailitan Seoul.
Dikutip kantor berita Antara dari kantor berita Korea Selatan, Yonhap pada Kamis (7/4/2022), peraturan restrukturisasi atas SsangYong dibatalkan karena Edison Motors gagal membayar sisa uang akuisisi setelah membayar uang muka untuk mengambilalih perusahaan itu.
Pekan lalu, Pengadilan Kepailitan Seoul membatalkan rencana rehabilitasi perusahaan untuk SsangYong, unit pembuat mobil India Mahindra & Mahindra Ltd. di Korea Selatan, setelah Edison Motors gagal memenuhi tenggat waktu atau deadline pembayaran di 25 Maret dalam membayar sisa pembelian senilai 274,3 miliar won.
"Kami yakin SsangYong Motor tidak akan dapat menandatangani kontrak pengambilalihan dengan pembeli baru sampai Mahkamah Agung memutuskan banding khusus," kata seorang pejabat dari konsorsium Edison Motors.
"Mengingat keputusan pengadilan tinggi memakan waktu setidaknya dua sampai tiga bulan, akan sulit untuk melanjutkan pengambilalihan dalam batas waktu akhir restrukturisasi, dengan dikeluarkannya konsorsium Edison Motors," jelas pejabat anonim itu.
Pengadilan telah menetapkan batas waktu diperbarui bagi SsangYong agar bisa menemukan pemilik baru dan mengajukan rencana restrukturisasi lagi, paling lambat 1 Mei. Hal ini bisa dilakukan karena SsangYong membatalkan kesepakatan pengambilalihan senilai 304,8 miliar won yang sedianya dilakukan Edison Motors.
Jika diajukan tepat waktu, pengadilan akan memutuskan setuju atau tidaknya rencana restrukturisasi SsangYong di pertengahan Oktober.
Adapun proses rehabilitasi yang dipimpin pengadilan untuk SsangYong dimulai pada 15 April 2021.
Menyusul dibatalkannya kesepakatan antara SsangYong dan Edison Motors, Ssangbangwool Inc., sebuah perusahaan pembuat pakaian dalam asal Korea Selatan, mengumumkan niatnya untuk membeli SsangYong lewat konsorsium sendiri.
Baca Juga: Gagal Melunasi Sisa Pembayaran, Edison Motors Batal Meminang SsangYong
Di sisi lain, sebuah konsorsium yang dipimpin Edison Motors menandatangani kesepakatan pengambilalihan dengan SsangYong pada Januari, akan tetapi Edison Motors sendiri mengalami kesulitan mengumpulkan dana untuk pengambilalihan itu akibat unit Edison EV merugi.
Dan disebutkan pula, sejatinya kreditur SsangYong dan serikat pekerja perusahaan juga menentang akuisisi Edison Motors. Mereka keberatan dengan rasio pembayaran utang yang rendah dalam rencana rehabilitasi.
Berita Terkait
-
Komdigi Jadi 'Hakim' Konten? TAKDIR Gugat Aturan Pemblokiran ke Mahkamah Agung
-
Cari Keadilan, Arief Pramuhanto Bakal Ajukan PK ke Mahkamah Agung
-
Profil Emiten Cetak Spanduk yang Dibeli Raffi Ahmad Ratusan Miliar
-
Banding Ditolak, Eks Sekretaris MA Nurhadi Tetap Mendekam 5 Tahun Penjara
-
Gaji Hakim Indonesia Tertinggi di ASEAN? Ini Perbandingannya dengan Malaysia dan Singapura
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis