Suara.com - Polisi menangkap dua warga di Kota Manado atas kasus penimbunan 3.000 L solar subsidi. Penimbunan ini menggunakan mobil truk dengan tangki modifikasi.
Dikutip dari kantor berita Antara, kedua pelaku yang ditangkap berinisial FL (65) warga Kabupaten Minahasa Utara, dan VP (55) warga Kota Manado.
Keduanya ditangkap saat sedang melakukan pengisian BBM di SPBU Kairagi, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Senin (12/4/2022) sekitar pukul 04.10 Wita.
Polisi lantas mengamankan satu unit truk warna hijau dengan nomor DB-8309-FD di Jalan Raya Kelurahan Sukur, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, tepatnya di depan RS Walanda Maramis.
Kendaraan itu didapati memuat BBM bersubsidi jenis solar 3.000 L yang diisi dari SPBU Kairagi.
Pertamina mengapresiasi pihak Kepolisian yang menangkap penyalahgunaan BBM solar bersubsidi di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) ini.
"Kami sangat mengapresiasi aparat Kepolisian yang menangkap basah pelaku penyalahgunaan solar bersubsidi di salah satu SPBU di Kecamatan Mapanget, Kota Manado," jelas Taufik Kurniawan, Supervisor Corcom Pertamina Sulawesi di Manado, Rabu (13/4/2022).
Taufik Kurniawan mengatakan bahwa pihaknya mendukung upaya Kepolisian dan siap memberikan keterangan jika diperlukan.
Dari penelusuran Pertamina yang tertangkap basah oleh Polisi adalah petugas sekuriti di SPBU itu.
Baca Juga: Usai Bertugas Amankan Unjuk Rasa, Perwira Brimob Gugur Bersama Rantis Barracuda
"Saat ini kami telah mencabut alokasi solar di SPBU itu, dan telah dipasang spanduk "Dalam pengawasan karena melanggar aturan"," kata Taufik Kurniawan.
Pertamina tidak akan menutup mata, bagi masyarakat yang mendapati hal seperti ini segera lapor di call center 135, Kepolisian, dan pihak yang berwenang.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi teguran paling ringan, pencabutan alokasi, dan pencabutan hubungan usaha jika pemilik dan manajemen mendukung penyalahgunaan.
Pertamina jugaakan mendukung apabila dimintai keterangan dari Kepolisian.
Berita Terkait
-
KPK Panggil Mantan Direksi PT Pelabuhan Penajam soal PPT ET
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
3 Power Bank Jumbo dengan Panel Surya, Bisa Nyalakan Laptop dan Kipas Angin saat Mati Listrik
-
Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
-
4 Lampu Solar Cell untuk Rumah, Hemat Listrik dan Tetap Terang Saat Pemadaman
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nongol di Dealer, Harga Rasa LCGC: Intip SUV Terbaru Renault yang Sekaliber Toyota Raize
-
Yamaha Gear Ultima Buktikan Skutik Kompak Bisa Tangguh di Jalur Perkotaan Maupun Pedesaan
-
Kenaikan Harga BBM Diklaim Tak Berikan Dampak Terhadap Penjualan Mobil Premium
-
Yamaha R15 Paket Hemat Harga Tak Sampai 30 Juta, tapi Joknya Nyambung
-
Andalkan Autopilot, Mobil Listrik Xiaomi Pecah Rekor Sirkuit
-
Hyundai Ioniq 5 Setara BYD Apa? Kini Harganya Lebih Murah 150 Jutaan
-
Gebrakan BMW Indonesia Rilis Tiga Mobil Kencang untuk Pecinta Adrenalin
-
Ambisi Akio Toyoda Pertahankan Mesin Bensin Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Masa Depan Toyota
-
Muka Mirip Lamborghini, Berapa Jarak Tempuh Hyundai Ioniq V Terbaru?
-
Harga 8 Jutaan Setara DP Vario Evo 160, Intip 7 Motor Anti Cupu Cocok untuk Pelajar