Suara.com - Lembaga survei Vinci Autoroutes merilis hasil survei terkait kebiasaan mengemudi para pengendara di 2022.
Dari hasil survei yang dilakukan terhadap 12.400 pengemudi di 11 negara Eropa, ditemukan bila sebanyak 51 persen pengendara Eropa mengatakan kurang memperhatikan jalan yang berindikasi menyebabkan kecelakaan.
Namun demikian, seperti dilansir dari Rideapart, hasil yang dinilai paling mengkhawatirkan adalah sebanyak 82 persen pengemudi Eropa mengatakan bahwa mereka terkadang mengalihkan pandangan dari jalan selama lebih dari dua detik saat melaju dengan kecepatan 130 kilometer per jam atau lebih.
Sementara hasil survei lain menemukan, 53 persen responden Eropa mengatakan bila mereka terkadang memikirkan hal lain. Dengan demikian secara teknis, fisik mereka mengemudi namun pikiran mereka tidak fokus ke jalan.
Selain itu, data juga menunjukkan sekitar 75 persen responden Eropa melaporkan menggunakan smartphone mereka saat mengemudi.
Namun beberapa responden berdalih, pengggunaan smartphone saat mengemudi mereka lakukan untuk memanfaatkan fitur navigasi.
Tetapi d dini tidak dapat diketahui, penggunaan navigasi dilakukan dengan memanfaatkan fitur audio atau menatap layar. Hal ini tentu saja dapat menyebabkan kecelakaan ketika fokus mengemudi sudah teralih.
Survei juga menemukan bahwa 12 persen responden melaporkan pernah atau hampir mengalami kecelakaan akibat menggunakan smartphone.
Berita Terkait
-
Pengemudi Fortuner Mabuk Tabrak Beruntun Sejumlah Motor di PIK, Dua Orang Tewas
-
Lebaran di Balik Kemudi, Kisah Rasimin Menunda Kepulangan Demi Mengantar Rindu Orang Lain
-
Kini Minta Maaf, Terungkap Pekerjaan Pengemudi Konvoi Zig-zag yang Viral di Tol Becakayu
-
Pengamat: BHR untuk Mitra Ojol Bentuk Kebijakan Perusahaan Berbasis Produktivitas
-
Viral Hobi Makan Gratis hingga Tipu Ojol, Wanita di Jakbar Kini Jadi Buruan Sudinsos!
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Apakah Sepeda Listrik Bisa Ditilang Polisi? Ini Aturan Hukum di Indonesia
-
7 Pilihan Sepeda Listrik Lipat Fast Charging yang Bisa Masuk KRL, Praktis dan Awet
-
Strategi JETOUR Ekspansi Pasar Otomotif Tanah Air Lewat Jajaran Poduk SUV
-
Prabowo Ingin Indonesia Punya Produsen Otomotif Kelas Dunia
-
Prabowo Pastikan Indonesia Beri Kejutan Lewat Industri Kendaraan Listrik
-
Prabowo Targetkan Produksi Massal Mobil Sedan Listrik Buatan Indonesia pada 2028
-
Khusus Pemobil Pemula, Ini Rahasia Kaki Kiri dan Kanan Menaklukkan Jalan Menanjak
-
7 Sepeda Listrik dengan Fitur Fast Charging Terbaik, Cocok untuk Bepergian Harian
-
Daftar Motor Honda Terbaru yang Masih Cocok Isi BBM Pertalite, Irit dan Tangguh di Jalanan
-
Bocoran Langsung dari Prabowo: Mobil Sedan Listrik Buatan Indonesia Siap Mengaspal Massal 2028