Suara.com - Nelson Piquet, camer alias calon mertua Max Verstappen, driver balap Formula 1 (F1) tim Red Bull Racing tidak terima calon menantunya dilibas Lewis Hamilton, driver tim Mercedes di trek. Hasilnya, keluar kalimat berbau rasis.
Dikutip kantor berita Antara dari Crash, isu rasisme ini kembali mencuat di pentas motorsport.
Sebuah tayangan video menunjukkan bahwa juara dunia F1 tiga kali asal Brasil, Nelson Piquet telah berkomentar bernada derogatory atau merendahkan kepada juara dunia F1 tujuh kali, Lewis Hamilton.
Yaitu dalam wawancara yang diambil pada November 2021 dan membahas F1 GP Inggris di Silverstone tahun itu.
Nelson Piquet mengkritik Lewis Hamilton karena menyebabkan kecelakaan dengan Max Verstappen dan mengeluarkan perbendaharaan kata ganti berbau rasis dalam bahasa Portugis untuk menyebut Lewis Hamilton.
Menjelang balapan F1 GP Silverstone 2022 pekan ini, Lewis Hamilton memberikan pernyataan via media sosial Twitter.
"Ini lebih dari sekadar bahasa. Pola pikir kuno harus berubah dan tidak memiliki tempat dalam olah raga kami," tulisnya tanpa mengacu secara spesifik kepada cara Nelson Piquet memberikan julukan kepadanya.
"Saya dikelilingi oleh sikap-sikap seperti ini dan menjadi sasaran di sepanjang hidup saya. Banyak waktu untuk belajar. Saatnya bertindak," tandasnya.
Sementara F1 juga memberikan pernyataan tegas pada Selasa (28/6/2022) tentang rasisme di ranah balapannya.
Baca Juga: Wisma BCA Foresta Dilengkapi SPKLU, Hadirkan Nilai Tambah Bagi Pengguna Mobil Listrik
"Diskriminasi atau bahasa rasis tidak bisa diterima dalam bentuk apapun dan tidak mendapat tempat di masyarakat. Lewis Hamilton adalah duta yang luar biasa bagi olah raga kami dan layak dihormati. Upaya tanpa lelah yang ia lakukan demi meningkatkan keberagaman dan inklusi adalah pelajaran bagi khalayak dan sesuatu yang menjadi komitmen kami di F1," demikian bunyi pernyataan itu.
Sementara tim Mercedes turut memberikan pernyataan resmi lewat media sosial.
"Kami sangat mengutuk penggunaan bahasa rasis atau diskriminatif dalam bentuk apapun. Lewis telah memimpin upaya olah raga kami memerangi rasisme, dan dia adalah juara sejati dalam keberagaman dan di luar trek," demikian bunyi pernyataan tim di mana Lewis Hamilton yang mendapatkan gelar knighthood dari Kerajaan Inggris bernaung.
"Bersama, kami berbagi visi untuk dunia balap yang beragam dan inklusif, dan insiden ini menekankan pentingnya terus berjuang untuk masa depan yang lebih cerah," tutup pernyataan itu.
Berita Terkait
-
Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?
-
FIFA Turun Tangan Selidiki Dugaan Rasisme Terhadap YouTuber IShowSpeed
-
Rasisme Cederai Sportivitas Sepak Bola, Menang Tak Harus Menghina Lawan
-
Belanda Remuk di Piala Dunia 2026: Koeman Mundur dan Rasisme Pemain Merebak
-
Jadi Korban Rasisme di Piala Dunia 2026, FIFA Undang YouTuber Korsel Nonton Korea Selatan vs Meksiko
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Bedak Tabur Viva Face Powder untuk Kulit Sawo Matang No Berapa? Ini Pilihan Shade yang Paling Cocok
-
Bahlil soal Antrean BBM di Sumatera: Bukan Minyak Habis, tapi Sopir Tangki Mogok
-
DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
-
Kematian Dokter PPDS di Siak Masih Misteri, 4 Orang Diperiksa
-
Menunggu 22 Tahun Hingga Hamil di Usia 45: Kisah Nyata Perjuangan Bayi Tabung yang Menginspirasi
-
Euforia Piala Dunia 2026 Tak Cukup Selamatkan Ekonomi Meksiko: Stadion Penuh, Pemasukan Lesu
-
KPK Tolak Laporan Menhut Raja Juli Kembalikan Amplop Bupati Kuansing
-
Jejak Brutal MYF: Pembacok Samurai di Lumajang yang Ternyata Predator Pemerkosa Driver Ojol
-
Detik-detik Kakek Saniman Terhantam CBR Saat Putar Balik di Watudakon Jombang
-
Jika Argentina Juara, Benarkah Dinasti Baru Sepak Bola Dunia Resmi Dimulai?