Suara.com - Lexus kembali mendapat penolakan dari Badan Intelektual Australia terkait pengajuan paten desain spindle grille pada model LX.
IP Australia sebagai badan Federal yang mengelola hak kekayaan intelektual dan Undang-Undang yang berkaitan dengan paten, menilai grille yang digunakan tidak membedakan model Lexus dari model mobil merek lain. Model grille senada masih bisa ditemukan di kendaraan lain.
Juru Bicara IP Australia mengatakan, setiap orang atau perusahaan dapat mengajukan pendaftaran merek dagang. Mereka tidak membutuhkan alasan khusus untuk mengajukannya. Namun, ada alasan untuk menolak beberapa aplikasi itu, dan demikian kejadiannya.
"Alasan menolak permohonan ini berkaitan dengan permohonan untuk membedakan barang pedagang tertentu dengan barang penjual lain," jelas Juru Bicara IP Australia, kepada Carsales Australia.
Lebih lanjut, ia mencontohkan bila sebuah apel tidak bisa dipatenkan oleh seorang petani apel. Namun, untuk produsen teknologi seperti komputer, hal tersebut bisa dipatenkan terkait merek dagang mereka.
Pengajuan paten desain grille Lexus bukanlah yang pertama kalinya dilakukan. Toyota Motor Company telah tiga kali mengajukan hak paten ini dan ketiganya ditolak pemerintah Australia.
Dalam persidangan yang terjadi, pihak Toyota memiliki argumen bahwa grille harus diberi merek dagang karena bentuk yang diciptakan tidak memberikan manfaat fungsional pada kendaraan.
Mereka juga menjelaskan bahwa spindle grille ini digunakan sebagai badge asal dan diakui serta dapat dikenali sebagai model Lexus.
Berita Terkait
-
Jejak Angelo Pandeli: Pentolan Hells Angels yang Diburu Dunia Ditangkap di Bali
-
Sebut Timnas Indonesia U-19 Curang, Media Vietnam Sindir Halus Kekalahan dari Australia
-
Bek Australia Sesumbar, Singgung Minimnya Pengalaman Turki Jelang Duel Piala Dunia 2026
-
Dominasi Tak Berbuah Final, Nova Arianto Bongkar Penyebab Timnas Indonesia U-19 Tersingkir dari AFF
-
Garuda Muda Tersingkir di Semifinal Piala AFF U-19 2026
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Modus Penipuan 'Sekrup' di SPBU Bikin Tekor Konsumen, Apa Itu?
-
Daftar Penyakit Avanza Lawas Menurut Pakar, Kini Harganya Cuma Segini
-
Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
-
IPONE Goda Penggemar Modikasi di Bandung dengan Produk Eksklusif
-
Atap Bocor dan Suspensi Keras: Begini Jawaban Teknis Pindad Jawab Keluhan Presiden Prabowo
-
Motul Perkuat Hubungan dengan Komunitas Otomotif Lewat Ajang BBQ Ride 2026
-
Harga Pertamax Naik, Ini Pilihan Mobil Bekas yang Masih Aman Minum Pertalite
-
Rincian Biaya Full Tank 7 Skutik Honda di Kala Pertamax Meroket, Paling Murah Rp60 Ribuan
-
Sinergi Bajaj Adira Finance: Dorong Ekonomi Lokal dan Perluas Kepemilikan Kendaraan Roda Tiga
-
Kawasaki KLX150 Termurah Tipe Apa? Segini Harga dan Spesifikasinya