Suara.com - Upacara pengantaran peti jasad Ratu Elizabeth II dari Buckingham Palace menuju Westminster Hall untuk Queen's lying-in-state baru saja usai.
Jasad Sri Ratu dalam peti yang terbuat dari kayu English Oak langka dan sebagaimana dikutip dari ITV News telah disiapkan puluhan tahun silam, dibawa menggunakan kereta meriam.
Dikutip dari BBC News, kereta ini disebut sebagai George Gun Carriage, berfungsi sebagai pengangkut peti Raja George VI, ayahanda Ratu Elizabeth II yang mangkat pada 1952. Juga Ibusuri Ratu Elizabeth Angela Marguerite Bowes-Lyon, ibunda Ratu Elizabeth II yang mangkat pada 2002.
Di Westminster Hall, peti jasad Sri Ratu akan disemayamkan hingga tiba saat pemakaman di Windsor Castle pada Senin pekan depan (19/9/2022). Queen's lying-in-state ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan penghormatan terakhir, selain pihak keluarga kerajaan, pemerintahan, politisi, serta berbagai tokoh masyarakat lainnya.
Dalam prosesi yang indah sekaligus penuh haru, anggota keluarga inti Ratu Elizabeth II yaitu seluruh putra-putrinya serta para cucu lelaki dewasa berjalan kaki di belakang peti jasad beliau yang diangkut George Gun Carriage. Diiringi pasukan The Blues and Royals, The Grenadier Guards, King's Troop Royal Horse Artillery, serta The Life Guards.
Iring-iringan berjalan mulai Buckingham Palace, melalui The Mall, menuju Horse Guards, Cenotaph, sampai ke Westminster Hall.
Masyarakat tentu saja menyaksikan acara ini dengan penuh antusias. Tidak sedikit yang larut dalam suasana emosional hingga menitikkan air mata.
Namun, ada juga sebagian dari warga London pun luar kota yang menyiapkan diri sejak pagi untuk mengantre Queen's lying-in-state.
"Setiap orang yang hadir di sini pasti ingin memberikan penghormatan terakhir pada Yang Mulia Ratu Elizabeth II. Masalahnya, bila menonton prosesi, mungkin kami terlewat masuk antrean, dengan lokasi yang mungkin jauh sekali dari sini," papar Colleen Whitehead kepada Suara.com.
Baca Juga: Jadi Pasangan Abadi, Kereta Merta Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip Miliki Beberapa Kesamaan
Itu sebabnya, ia dan pasangannya, Nick Whitehead sejak pagi sudah mengantre untuk Queen's lying-in-state.
Nicholas Whitehead menambahkan, mereka berdua naik Tube atau Underground dari rumah mereka, lantas berganti Boris bike, sepeda sewaan di London, untuk mencapai lokasi antrean.
"Saat mengayuh sepeda, banyak lokasi tampak sepi. Namun mendekati Buckingham Palace, di sini blok orang, di sana blok juga, sepanjang ruas sudah penuh dan berimpitan. jadi ide kami: temukan antrean saja dahulu," kisah Nicholas Whitehead.
Dan keduanya beruntung menemukan antrean yang baru saja mencapai sekitar 1,7 km panjangnya. Untuk mencarinya tidak sulit, karena dipasang penunjuk: Ceremonial Viewing Area, dan Queen's lying-in-state.
"Kami mendapatkan wristband, gelang warna kuning sebagai penanda pengantre untuk Queen's lying-in-state," kata Nicholas Whitehead sembari menunjukkan pengikat pergelangan tangan warna kuning. Sementara lokasi antrean tidak jauh dari Waterloo Bridge, keduanya berdiri di bantaran Sungai Thames.
"Petugas menyebutkan grup di mana kami berada adalah 10.000 pengguna wristband pertama warna kuning. Sesudah itu pasti jumlah bertambah," lanjutnya.
Dan sampai artikel ini ditayangkan, antrean kedua narasumber Suara.com masih terus bergerak, sudah mencapai seberang Big Ben berbatas Sungai Thames serta bersisian dengan London's Eye.
"Yang paling membuat perasaan terhibur, suasana hari ini sungguh cerah, matahari bersinar, dan terasa hangat, jauh berbeda dibandingkan kemarin saat Yang Mulia Ratu Elizabeth II tiba di malam hari. Semoga ini menjadi pertanda, beliau bahagia warganya hadir dengan rasa kasih yang besar," kata Colleen Whitehead.
Berita Terkait
-
Review Your Fault: London, Kisah Menarik tentang Ego Remaja dan Kedewasaan
-
Membaca, Menjelajah Kota, dan Bertemu Orang Baru Bersama LiteraTOUR
-
Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya
-
5 Parfum Wanita untuk Pengguna Transportasi Umum, Bebas Bau Badan Seharian!
-
Mau Gratis Naik MRT sampai Masuk Ragunan? Catat Dua Tanggal Ini
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Lalu Lintas Padat saat Libur Sekolah? Begini Cara Menghemat Bensin saat Macet
-
5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
-
100 Ribu Buruh Perusahaan Otomotif "V" Terancam PHK
-
Tunda Nyicil Scoopy Baru, Yamaha Grand Filano Bekas Lebih Murah, Mending Mana?
-
Pesona SUV Mazda yang Seukuran dengan Suzuki S-Presso, Harga Cuma Tak Sampai 200 Juta
-
Irit dan Tangguh, Ini Alasan Kenapa Yamaha Gear Ultima Jadi Skutik Favorit Perempuan
-
Honda, Nissan dan Mitsubishi Jalin Kerja Sama, Ada Udang di Balik Batu
-
Strategi Motul Dekati Konsumen Melalui Jaringan Bengkel Modern B-Quik
-
Suzuki Ignis Kena Recall, Apa Bagian yang Rusak?
-
Tinggalkan Kesan Murah, Begini Wujud Baru Honda BeAT Terbaru dengan Emblem Silver dan Warna Matte