Hal ini tentunya berbeda dengan mobil berbahan bakar mesin, karena torsi puncak baru tersedia pada putaran mesin tertentu.
3. Tidak berisik
Bagi Anda yang mementingkan kenyamanan dalam berkendara dengan mobil, maka mobil listrik bisa menjadi pilihan.
Sebab salah satu kelebihan mobil listrik adalah kabinnya yang lebih senyap dibanding mobil biasa. Jika menaiki mobil listrik, kita hampir tidak bisa mendengarkan suara mesin ketika berada di dalam kabin.
Yang terdengar hanyalah suara roda yang bersentuhan dengan jalan aspal.
4. Bebas ganjil genap
Peraturan mengenai ganjil genap terkadang menyusahkan pengendara mobil ketika ingin beraktivitas. Peraturan itu pula yang membuat mobilitas kita terhambat di ibu kota DKI Jakarta.
Namun hal tersebut tidak akan kita alami jika mengendarai mobil listrik di Jakarta. Sebab Pemprov DKI Jakarta punya peraturan yang membebaskan pengendara mobil listrik dari aturan ganjil genap, yakni yang tertuang dalam Pergub DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2019 Listrik Berbasis Baterai Sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan Atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
5. Lebih hemat biaya
Baca Juga: Tahun Depan Pemerintah Jabar akan Gunakan Kendaraan Listrik
Selain empat hal yang telah disebutkan di atas, salah satu kelebihan mobil listrik adalah lebih hemat biaya.
Biaya yang dimaksud meliputi biaya perawatan, bahan bakar hingga biaya pajak tahunan. Biaya perawatan mobil listrik lebih murah karena mobil ini tida memerlukan ganti oli, ganti busi, air radiator dan tentunya tidak perlu isi BBM. Untuk sekali melakukan pengecasan, mobil listrik bisa menempuh jarak hingga hampir 400 kilometer.
Sementara untuk biaya pajak tahunan, mobil listrik lebih murah dibanding mobil pada biasanya. Hal ini disebabkan pemerintah telah memberikan stimulus untuk memperluas penggunaan mobil listrik.
Salah satunya adalah dengan menggratiskan Bea balik Nama Kendaraan Bermotor dan Pajak Kendaraan Bermotor yang hanya dibayar sebesar 10 persen.
1. Harga masih mahal
Meski mobil listrik memiliki banyak kelebihan, namun hingga kini harga per unitnya masih cenderung mahal untuk warga Indonesia secara umum.
Saat ini, mobil listrik termurah di Indonesia adalah merek DFSK Gelora E, yang dibanderol dengan hatga mulai Rp469 jutaan.
Sementara untuk merek Hyundai, harganya mencapai angka Rp600 jutaan.
2. Tempat pengecasan baterai masih sedikit
Bisa jadi ini adalah kekurangan dari mobil listrik yang paling vital. Hingga kini tempat pengisian bahan bakar khusus mobil listrik di Indonesia masih minim dan belum tersebar di banyak daerah.
Ini tentunya jadi kendala bagi pemilik mobil listrik yang ingin berkendara jauh, seperti touring ataupun roadtrip.
Hingga kini tempat pengecasan baterai mobil listrik baru ada di sejumlah kota besar, dan jumlahnya masih sekitar 31 buah.
3. Waktu pengecasan lama
Selain tempat pengisian bahan bakar yang masih sedikit, waktu pengecasan mobil listrik juga terbilang lama.
Sekali pengisian atau pengcasan mobil listrik dari kosong hingga penih, bisa memakan waktu hingga 6 jam.
4. Harga baterai masih mahal
Harga baterai mobil listrik yang mahal juga menjadi kendala dalam kepemilikan kendaraan ini. Sebab baterai merupakan komponen paling utama atau vital dalam kendaraan listrik.
Saat ini pabrikan mobil listrik memang memberikan garansi yang cukup panjang yakni 8 tahun atau sekitar 160 ribu kilometer.
Namun seiring pemakaian, kualitas baterai mobil listrik bisa menurun dan harus diganti.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Tag
Berita Terkait
-
Pembangunan Infrastruktur Era Jokowi Diklaim Lebih Baik Dibanding Era SBY
-
Anggotanya Diduga Dipukul Oknum Polisi Saat Demo Tolak Kenaikan BBM di Istana Bogor, PMII Lapor ke Propam
-
Tahun Depan Pemerintah Jabar akan Gunakan Kendaraan Listrik
-
Jokowi Wajibkan Kendaraan Dinas Listrik, Dua Mobil Listrik Ini Bakal Laris
-
Kebijakan Mobil Listrik oleh Presiden Jokowi Dinilai akan Kurangi Ketergantungan BBM, Ini Penjelasan Pakar
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
Biar Sadar! Bahaya Tramadol Bakal Masuk Materi Khotbah Jumat di Jakarta Pusat
-
Zulhas Pastikan Koperasi Merah Putih Tak Akan Matikan Warung dan UMKM
-
Link Resmi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional untuk Cek Bansos Kemensos 2026, Begini Caranya
-
Hasto Kritik Pembentukan URI, Jangan Tumpang Tindih dengan Lemhannas
-
7 HP 5G Rp3 Jutaan Terbaik, Spek Premium untuk Multitasking dan Hiburan
-
Apa itu Flek Hitam dan Bagaimana Serum Bisa Mengatasinya?
-
5 Sepatu Lari Brand Lokal di Bawah Rp500 Ribuan, Bisa untuk Laki-laki dan Perempuan
-
Estetika Visual atau Trik Bisnis? Membongkar Praktik Shrinkflation di Balik Porsi Mini Kafe Viral
-
Nasib Gen Z di Jalur Gaza, Sarjana Pengangguran Bergantung Hidup dari Bantuan Kemanusiaan
-
Sudah Lama Dinanti, Peserta Sambut Antusias Turnamen Sepak Bola Bergengsi di Tangerang