Suara.com - Data penjualan kendaraan roda empat passenger car yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo untuk penjualan domestik sampai Oktober 2022 adalah 93.197 unit. Sementara penjualan produk Low Cost Green Car atau LCGC mencapai 18.062 unit.
Artinya angka penjualan ini mencatatkan nilai positif dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Yaitu penjualan domestik Januari-Oktober 2021 ada di angka 75.755 unit, sedangkan LCGC berhasil dijual 12.175 unit.
Grup Astra, bagian dari PT Astra International Tbk, perusahaan nasional yang memiliki 245 anak usaha, antara lain bergerak di sektor otomotif dan layanan keuangan, berhasil mencatatkan perolehan positif untuk penjualan kendaraan Januari-Oktober 2022.
Untuk penjualan Toyota dan Lexus pada Oktober 2022 mencapai angka 33.827 unit. Sementara pemasaran tahun lalu periode yang sama, khusus brand Toyota mencapai 21.727 unit.
Sedangkan Daihatsu mengukir perolehan penjualan 17.279 unit untuk Oktober 2022, atau naik dibandingkan periode sama di tahun lalu, yang berada di angka 15.975 unit.
Lantas untuk produk Grup Astra kategori LCGC, untuk Oktober 2022 mencapai 13.593 unit, atau naik dibandingkan periode tahun lalu yang ada di kisaran 10.428 unit.
Dengan perolehan ini, Toyota tetap memimpin penjualan di pasar Nasional di angka penjualan total sampai Oktober 2022 adalah 277.70 unit. Sementara Daihatsu ada di posis kedua, mendistribusikan produknya pada Januari-Oktober 2022 sebanyak 157.887 unit. Sedangkan posisi berikutnya berturut-turut ditempati Mitsubishi 111.294 unit, Honda 106.947 unit, serta Suzuki 72.258 unit.
"Selama Januari–Oktober 2022, data penjualan mobil, baik nasional maupun Astra mengalami peningkatan 21 persen dibandingkan periode yang sama pada 2021," jelas Boy Kelana Soebroto, Head of Corporate Communications Astra, dikutip dari rilis resmi Grup Astra sebagaimana diterima Suara.com.
"Pasar otomotif nasional meraih penjualan yaitu 851.413 unit sementara penjualan mobil Astra mencapai 468.290 unit. Kami berharap pencapaian positif penjualan mobil dapat terus berlanjut hingga akhir tahun," pungkasnya.
Baca Juga: GIIAS 2022 Seri Penutup di Semarang Suguhkan Jalur Test Drive Sampai 2 Km
Berita Terkait
-
Penjualan LCGC Turun, Honda Nilai Kenaikan Harga BBM Bisa Jadi Peluang Baru
-
9 Pilihan Mobil Paling Irit BBM, Tangguh Harian Hadapi Isu Kenaikan Bensin
-
Mobil LCGC Apa Saja? Ini Daftar Lengkap dan Harga Bekas Terbaru 2026
-
Gugatan Desain Paten Bayangi Masa Depan Xiaomi SU7 dan YU7 di Industri Mobil Listrik
-
Rekomendasi Mobil Lawas Harga Mahasiswa yang Bikin Tongkrongan Auto Nengok
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
6 Mobil Diesel Paling Awet untuk Jangka Panjang, Bandel dan Minim Rewel
-
Penjualan LCGC Turun, Honda Nilai Kenaikan Harga BBM Bisa Jadi Peluang Baru
-
7 Cara Menghemat BBM Motor Matic untuk Aktivitas Harian yang Lebih Irit
-
Lamborghini Coret Rencana Supercar Listrik Demi Kembangkan Penantang Ferrari
-
Changan Deepal S07 SUV Listrik Mewah dengan Teknologi Canggih dan Harga Kompetitif
-
Pulang Mudik Lebaran? Segera Cek 4 Bagian Vital Mobil Ini Biar Mesin Tetap Awet
-
Apa Saja yang Perlu Disiapkan sebelum Beli Mobil Listrik Bekas?
-
Bos Baru Honda Klaim Siapkan Portofolio Produk yang Lebih Terarah untuk Pasar Indonesia
-
Inovasi Mobil Niaga Listrik Siap Ramaikan Pameran Giicomvec 2026 di Jakarta
-
Imbas Krisis, Volkswagen Berencana Ubah Pabrik Mobil Jadi Pembuat Iron Dome