Suara.com - Dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Republik Indonesia, PT Surya Timur Sakti Jatim (Yamaha STSJ), main dealer sepeda motor Yamaha di Jawa Timur, menggelar acara bLU cRU Adventure Ride di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (17–18/8/2023).
Dikutip dari rilis resmi Yamaha STSJ sebagaimana diterima Suara.com, kegiatan ini menjadi momen uji ketangguhan Yamaha WR 155 R dalam menaklukkan berbagai medan ekstrem.
Diikuti jurnalis dan komunitas, kegiatan menggeber Yamaha WR 155 R ini terbilang lengkap. Mulai menerabas hutan,jalur perbukitan yang naik-turun, hingga hamparan lautan pasir khas Bromo yang kerap menyulitkan untuk dilewati.
Tanpa teknik yang tepat, ban motor menjadi mudah ambles dan tidak jarang membuat pengendara terjatuh. Oleh sebab itu, penting bagi para pehobi motor off-road untuk memahami cara berkendara di atas permukaan jalan berpasir.
"Aktivitas bLU cRU Adventure Ride menjadi sarana bagi awak media dan komunitas untuk menjajal ketangguhan motor WR 155 R dalam menaklukkan jalan pegunungan Bromo yang terkenal ekstrem. Juga ajang menguji keterampilan melibas trek yang didominasi pasir," papar William Saputra, Manager Promosi PT. Surya Timur Sakti Jatim (Yamaha STSJ).
Usai kegiatan itu, Yamaha STSJ ingin membagikan tips berkendara motor off-road jenis sport dual purpose.
Berikut selengkapnya, tips melibas trek berpasir menggunakan Yamaha W 155 R, yang dibanderol Rp 42.144.000 OTR Surabaya:
Persiapkan kondisi motor
- Pastikan keadaan motor dalam kondisi yang prima. Antara lain kembangan ban masih tebal dan jika perlu kurangi tekanan angin untuk meningkatkan daya cengkeram ke permukaan jalan yang berpasir.
- Peranti lainnya yang berperan besar saat terabasan silakan dicek, seperti kampas kopling, kampas rem dan suspensi.
Postur berkendara
Baca Juga: HUT ke-78 RI, Yamaha Gelar Lomba 17-an di Berbagai Penjuru Tanah Air
- Berkendara di medan off-road seperti pasir berbeda dengan jalan aspal. Perlu pemahaman soal postur bekrendara yang benar.
- Saat melintasi jalan berpasir yang bergelombang, posisi berkendara yang baik adalah berdiri dari jok dan kedua kaki menjepit motor dengan kuat (knee grip) untuk menjaga stabilitas.
- Kedua tangan harus rileks saat memegang setang kemudi agar mudah mengontrol motor.
Perhatikan kecepatan
- Ketika berada di jalan berpasir, usahakan agar bukaan gas tetap konstan dan stabil guna mencegah ban ambles.
- Apabila berada dalam kondisi ban yang terjebak di pasir, tambah bukaan gas sehingga ban tidak tertimbun pasir dan dapat berjalan seperti biasa.
Perhatikan pengereman
- Hindari melakukan pengereman secara mendadak atau hard braking saat melintas di jalanan pasir karena dapat menyebabkan ban mudah selip dan ambles.
- Jika ingin mengurangi kecepatan sebaiknya dilakukan dengan menutup gas terlebih dahulu.
- Bila dirasa masih kurang, tambah lagi dengan pengereman ban belakang dan depan secara halus atau perlahan.
Jaga jarak aman
- Poin penting lainnya saat melakukan terabasan di jalur berpasir seperti Bromo adalah dengan menjaga jarak dengan pengendara lainnya.
- Jika terlalu dekat, jarak pandang dapat berkurang akibat debu yang beterbangan di udara. Selain itu, menjaga jarak aman juga bisa meminimalkan risiko kecelakaan beruntun akibat menabrak kendaraan yang ada di depan.
Fokus dan tenang
- Tiap pengendara sepeda motor wajib menjaga fokus dan ketenangan selama berkendara. Bila tidak fokus dan panik bisa menyebabkan kecelakaan yang lebih fatal. Hal ini juga berlaku bagi pengendara off-road maupun on-road.
Berita Terkait
-
Bintang Cilik Amerika Latin: Seri Balap Baru Sepeda Motor Diumumkan Dorna WSBK
-
Yamaha R3 bLU cRU FIM World Championship: Ini Balapan Menuju Supersport 300!
-
Siap-Siap! Yamaha R3 bLU cRU Sekarang Menjadi Kejuaraan Dunia FIM
-
Geber Motor Seru bLU cRU Fun Riding Challenge di Mandalika, Ratusan Bikers Coba All New R15 Connected Series
-
Yamaha Indonesia Gelar YSR 2023 Seru, Berlokasi di Salah Satu Pantai Terindah Negeri Kita
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Duel Kualitas BBM Shell vs Pertamina: Mana yang Lebih Irit dan Bikin Mesin Awet?
-
Lupakan Mobil Baru, 7 Hatchback Bekas Rp100 Jutaan Ini Masih Keren dan 'Fun to Drive'!
-
Chery Tiggo Cross CSH Tiba-Tiba Terbakar di Tol, CSI Beri Penjelasan...
-
Harga Motor Tembus Setengah Miliar, Sultan Semarang Borong Dua Unit Yamaha TMAX Sekaligus
-
Murah nan Awet: Harga Mobil Rush Bekas Dibawah 100 Juta Dapat Tahun Berapa Saja?
-
Harga Mobil Listrik Toyota Anjlok, Kini Cuma Rp200 Jutaan
-
Fakta Unik Biodiesel B50: Target Kurangi Impor Solar hingga Manfaat Minyak Sawit
-
Aturan Baru Pembelian Pertalite Dibatasi 50 Liter per Hari untuk Mobil Pribadi Mulai April 2026
-
Batal Naik April 2026, Ini Bahayanya Menimbun BBM Terlalu Lama di Rumah
-
Apa Itu Biodiesel B50? Wajib Beredar 1 Juli 2026, Ini Bedanya dengan Solar Biasa