Suara.com - Polri terus berusaha memaksimalkan penegakan hukum dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. Salah satunya dengan penggunaan sistem tilang elektronik atau dikenal sebagai ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement).
ETLE dianggap punya banyak keunggulan. Salah satunya dengan pemasangan kamera di banyak lokasi yang membuat cakupan pengawasan lebih luas. Bahkan fungsi pengawasan jauh lebih maksimal 24 jam nonstop.
Polri bahkan menegaskan bila ke depan kamera ETLE akan dibekali fitur pengenal wajah (face recognition). Sebab saat ini, kamera ETLE hanya bisa membaca dan mengidentifikasi pelanggar lalu lintas dari plat nomor kendaraan saat terjadi pelanggaran.
Namun, tidak jarang terjadi masalah karena saat surat tilang dikirim ke alamat pemilik kendaraan ternyata yang melakukan pelanggaran bukan sang pemilik, melainkan pengemudi lain.
Dalam beberapa kasus, seperti dikutip Rabu (6/12/2023), pemilik kendaraan berkeberatan untuk membayar denda tilang karena merasa bukan dirinya yang melakukan pelanggaran.
Namun tahun depan, penggunaan teknologi face recognition memungkinkan tilang terhadap pelaku pelanggaran, bukan kendaraan yang digunakannya.
Selain itu, nantinya teknologi ETLE juga mampu mengidentifikasi plat nomor palsu. Dipadukan dengan face recognition, sistem itu akan membaca identitas pengemudi yang menggunakan pelat nomor palsu.
Untuk mengantisipasi penggunaan pelat nomor palsu pada kendaraan curian atau plat nomor yang sudah habis masa berlakunya.
Tapi ada juga masyarakat yang menggunakan plat nomor palsu bukan karena modus-modus tersebut. Misalnya karena plat nomor yang asli hilang sehingga pemilik kendaraan membeli plat nomor sementara.
Baca Juga: Petugas Diminta Pasang ETLE di JLNT Casablanca, Pengamat Tranportasi: Biar Kapok
Berita Terkait
-
Gunakan ETLE Drone, Polisi Temukan 12 Pelanggar Dalam 15 Menit
-
Berapa Denda Tilang Tidak Pakai Helm? Cek Info Terbarunya
-
Segini Besaran Denda Tilang Elektronik Berdasarkan Jenis Pelanggarannya
-
Bukan Hanya Kondisi Fisik, Perhatikan Status Tilang Elektronik Sebelum Membeli Mobil Bekas
-
Daftar Pelanggaran Lalu Lintas yang Jadi Sasaran Operasi Patuh Candi 2023
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Kendala, DFSK Pilih Main Aman dengan Mobil PHEV
-
Kenaikan Harga BBM Dongkrak Penjualan Mobil Listrik di Indonesia
-
Terpopuler: Beda eMotor Tyranno vs Tyranno X, Honda Vario 160 Anyar Meluncur Hari Ini?
-
Pegang Uang Rp450 Juta di Jogja, Jangan Asal SPK SUV CRETA Alpha Sebelum Lihat Ganasnya Versi N Line
-
DFSK E5 Plus Ramaikan Pasar SUV dengan Teknologi PHEV untuk Pasar Indonesia
-
Wapres Gibran Rakabuming Gunakan Motor Listrik saat Lakukan Kunjungan di Tanah Papua
-
Aturan Keamanan Baru China Berpotensi Dongkrak Harga Mobil Listrik Dunia
-
AHM Diduga Luncurkan Honda Vario 160 Anyar Besok
-
Ratusan Biker MAXi Yamaha Padati Karawaci Meriahkan MAXi Yamaha Day Jabodetabek
-
Apa Bedanya eMotor Tyranno vs Tyranno X? Ini Detail Perbandingan Spesifikasi dan Harganya