Suara.com - Akhir pekan bersama keluarga, pasangan, kekasih, atau teman-teman ke luar Ibu Kota Jakarta usah disibukkan dengan kemacetan lalu-lintas sepanjang perjalanan. Buat sementara waktu, lupakan kendaraan pribadi, dan coba keseruan baru ini.
Potret yang biasa terjadi saat bepergian dengan kendaraan pribadi adalah kehabisan waktu karena adanya macet di jalan raya sampai jalan bebas hambatan alias tol.
Pengalaman kami meluncur bersama Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), nama resmi dari Whoosh (Waktu Hemat, Operasi Optimal, Sistem Hebat) dari Jakarta-Bandung benar-benar distresful free. Alias sama sekali tanpa pening kepala akibat macet jalan raya.
Cukup pesan tiket Whoosh atau KCIC secara online untuk single trip atau return, pilih kelas ekonomi atau eksekutif dengan lay-out duduk 2-2, atau 3-2, bayar secara online, bisa print-out tiket atau tunjukkan kode konfirmasi, dan melesat sudah kami ke Bandung.
Biaya per orang Rp 200.000 untuk masa diskon hingga saat ini (Desember), durasi perjalanan cukup 45 menit saja, bisa pilih destinasi Stasiun Padalarang atau Stasiun Tegalluar. Di lokasi ketibaan, tersedia moda transportasi menuju Kota Bandung dengan feeder kereta (Stasiun Kebon Kawung) atau bus Damri (antara lain menuju Alun-Alun Bandung, sampai taksi.
Lalu di Kota Bandung, siaplah berjalan-jalan tanpa perlu cari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) serta tempat parkir.
Beberapa destinasi kekinian Bandung antara lain wisata kuliner, foto-foto cantik ganteng, serta jalan kaki sepanjang ruas Jalan Braga. Bila suka dengan bangunan keren klasik sampai Art Deco, tersedia sederet titik di Jalan Asia Afrika.
Bila enggan jalan kaki karena terik matahari, silakan jalan-jalan model rider MotoGP kenamaan Marc Marquez yang pernah main ke Bandung pada Februari 2019 dan naik Bandros. Singkatan dari Bandung Tour on Bus.
Pakai bus mini desain terbuka, para peminat cukup membayar Rp 20.000 per orang dan dipandu keliling pusat kota, mulai Alun-alun Bandung, Jalan Braga, Jalan ABC Naripan, sampai Gedung Sate, dan berbagai taman serta monumen Bandung memiliki sederet Sister Cities, mulai Malaysia, Jerman, Amerika Serikat, dan banyak lagi.
"Senang kali ini bisa jalan-jalan di Bandung tanpa kaki pegal injak rem dan gas," demikian komentar Hanan Jamhuri yang dijumpai di salah satu Bandros.
Ia dan keluarganya berangkat dari Stasiun KCIC Halim Perdana Kusumah menuju Stasiun Tegalluar serta memilih naik taksi argometer ke pusat kota Bandung.
"Seru pakai kereta cepat, selain pengalaman jadi bisa buat perbandingan. Asia 'kan punya Shinkansen, Maglev, dan Indonesia sendiri punya KCIC. Tadi saya perhatikan layar informasi saat top speed mencapai 350 km per jam. Menarik," ujarnya.
Sedangkan Dinda Anindita yang bepergian mengantar kedua orangtuanya ke Bandung menyatakan kehadiran KCIC sangat membantu.
"Berkereta bersama orangtua yang berusia lanjut terbantu bersama Whoosh. Mereka tidak ubahnya anak-anak tidak lelah bertanya-tanya: kapan sampainya? Namun adanya kereta cepat membuat mereka tidak sempat bertanya karena tahu-tahu sudah sampai. Yang ada minta difoto sana-sini," ujarnya sembari tersenyum.
Daftar beberapa kereta cepat di Asia dipetik dari berbagai sumber:
- Shanghai Maglev (Shanghai Pudong International Airport): 431 km per jam
- Thoku Shinkansen (Tokyo, Oyama, Nasushiobara, Sendai, Morioka, Shin-Aomori): 387,5 km
- Kereta Cepat Indonesia-China atau KCIC atau Whoosh (Jakarta-Padalarang-Tegalluar): 350 km per jam
- KTX Train (Seoul, Gyeongbu, Honam, Gyeongjeon, Jeolla, Gangneung, Busan): 305 km per jam
- Tokaido Shinkansen (Tokyo, Nagoya, Osaka, Kyoto, Nozomi, Hikari, Kodama): 285 km jam
Berita Terkait
-
Transplantasi 5.000 Bibit Terumbu Karang dan Beach Clean Up Jadi Kegiatan Estafet Peduli Bumi Asuransi Astra di Samalona
-
Astra Honda Gelar EduFest di Yogyakarta, Lima Guru PAUD Terbaik Raih Apresiasi Kontes Etika Keselamatan Berlalu Lintas
-
Asuransi Astra Menangkan Salah Satu Penghargaan Marketeers of the Year 2023 Atas Nama Christopher Pangestu
-
Inovasi Astra Otoshop, Hamdhani Dzulkarnaen Salim Peroleh The Best Industry Marketing Champion 2023 Spare Parts Sector
-
Astra Financial Dapat Dua Anugerah dalam Marketeers of The Year 2023, Salah Satunya Margono Tanuwijaya dari PT FIFGROUP
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Alasan Mitsubishi Xforce Ultimate DS Tetap Relevan Bagi Pengguna yang Punya Mobilitas Tinggi
-
Tren Jual Beli Mobil Bekas Nasional Lesu Pengusaha Mulai Keluhkan Pergeseran Prioritas Konsumen
-
Lupakan Mesin 3 dan 4 Silinder, Begini Pesona Mobil Dua Piston asal Italia
-
Toyota Vios Kini Seharga Motor Matic Bekas, Mending Beli Eks Taksi atau Pribadi? Ini Kata Pakar
-
Mitsubishi Destinator Padukan Mesin Turbo dan Efisiensi Bahan Bakar untuk Harian
-
Harga Sembako Terus Melambung, Yamaha Gear Ultima Jadi Solusi Pilihan Motor Irit dan Fungsional
-
Apakah Indomobil Tyranno Aman Lewat Banjir? Cek Hasil Tes Ekstremnya di Sini
-
Daya EV Terisi 70 Persen Dalam 5 Menit: Charger Kilat BYD Tiba di Negeri Tetangga, Indonesia Kapan?
-
Teruji di Papua Motor Listrik Yadea VELAX H yang Digunakan Wapres Gibran Kini Mejeng di Kemayoran
-
Canggih, Lampu Kabin Mobil Hyundai Bisa Musnahkan Bakteri: Begini Cara Kerjanya