Suara.com - Solar dan bensin sama-sama digunakan untuk mesin pembakaran internal. Selain itu, keduanya merupakan dua bahan bakar yang paling sering digunakan di jalan.
Namun bagaimana jika bahan bakar tersebut tertukar pada kendaraan, misal mesin untuk bensin diisi dengan solar?
Walaupun mesin tidak akan meledak, namun campuran yang terus menerus dapat menyebabkan kerusakan, tetapi tidak akan berakibat fatal jika hanya dijalankan dalam waktu singkat.
Bensin dan solar adalah bahan bakar yang serupa, namun memiliki perbedaan utama. Bensin lebih mudah menguap dan terbakar lebih cepat, sedangkan solar adalah bahan bakar yang kental dan lambat terbakar dengan konsistensi seperti minyak.
Mesin yang dirancang untuk menggunakan kedua bahan bakar tersebut membakarnya secara berbeda. Bagaimana efeknya jika tertukar? Dikutip dari The Drive, begini imbasnya.
Efek mesin bensin yang diisi dengan solar
Pembakaran menciptakan energi yang dibutuhkan untuk menggerakkan piston ke bawah selama siklus pembakaran pada mesin bensin dan diesel.
Mesin bensin menggunakan busi untuk menyalakan bahan bakar, sedangkan mesin diesel hanya mengandalkan kompresi, dibantu oleh busi pijar dan perangkat lain untuk menghidupkan mesin dalam keadaan dingin.
Hal ini mengharuskan mesin diesel untuk memampatkan bahan bakar dengan ketat untuk menciptakan kondisi yang diperlukan untuk pengapian. Akibatnya, mesin diesel memiliki rasio kompresi yang sangat tinggi.
Baca Juga: Waspadai Banjir, Ini 6 Sebab Motor Turun Mesin
Diesel jauh lebih sulit untuk dibakar daripada gas, sehingga campuran keduanya tidak akan terbakar dengan baik di mesin bensin, dan mungkin tidak akan terbakar sama sekali.
Selain itu, solar lebih kental daripada bensin, yang dapat menyebabkannya menyumbat filter bahan bakar dan injektor.
Efek mesin diesel diisi bensin
Memasukkan solar ke dalam mobil bensin memang bisa merepotkan, tetapi mengisi kendaraan diesel dengan bensin bisa jauh lebih buruk.
Mesin diesel sangat bergantung pada sifat bahan bakar yang seperti minyak. Bahan bakar tidak hanya memfasilitasi pembakaran tetapi juga melumasi pompa bahan bakar dan injektor.
Bensin, di sisi lain, adalah cairan yang jauh lebih encer yang menyebabkan gesekan berlebih dan mempercepat keausan pada komponen-komponen ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Terpopuler: Daihatsu Rocky Bekas Harga Makin Terjangkau, Fortuner Listrik 300 Jutaan
-
Kualitas Perangkat Lunak Toyota bZ4X Dipertanyakan Setelah Recall Berulang Kali
-
Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
-
Akankah Harley-Davidson 40 Jutaan Beredar Global Termasuk ke Indonesia?
-
Mobil Listrik Toyota Sekaliber Fortuner Hadir, Harga Mulai Rp300 Jutaan
-
Yamaha Ajak Pengguna Motor Indonesia Makin Peduli Keselamatan Lewat Gerakan Pilih Selamat
-
Selamat Tinggal Pedal Rem! Motor Sport Yamaha Terbaru Bakal Dikendarai ala Skutik?
-
Pesona Ducati Desmo250 MX: Motor Trail Ber-DNA Superbike, Punya Fitur Quickshifter
-
Mobil Listrik Tapi Bebas Cas di SPKLU? Buktikan Sendiri Sensasi Nissan e-POWER di Yogyakarta
-
Harga Daihatsu Rocky Bekas Manual Makin Menggoda: LCGC Kalah Murah, Intip Spesifikasinya