Otomotif / Mobil
Senin, 01 Januari 2024 | 16:52 WIB
Ilustrasi petugas mengisikan bahan bakar minyak (BBM) ke mobil di SPBU. [Dok Pertamina]

Peningkatan keausan ini menyebabkan serutan logam mengalir melalui sistem, merusak apa pun yang disentuhnya dalam perjalanan ke silinder.

Selain itu, laju pembakaran bensin yang lebih cepat menciptakan lebih banyak masalah. Mesin bensin mengandalkan busi, tetapi kompresi tinggi pada mesin diesel juga dapat menyulutnya.

Peledakan prematur dapat terjadi pada mesin bensin jika nilai oktan terlalu rendah untuk rasio kompresi yang tinggi. Tekanan dan panas dari kompresi tinggi menyebabkan bahan bakar terbakar sebelum piston mencapai titik mati atas.

Hal yang sama juga dapat terjadi pada mesin diesel, dengan hasil yang berpotensi menimbulkan bencana. Sayangnya, menjalankan mesin dalam jangka waktu yang lama bisa berbahaya. Ini karena mesin dapat menjadi terlalu panas dengan cepat.

Load More