Suara.com - Di dunia balap motor, MotoGP terkenal dengan teknologinya yang canggih dan performa yang luar biasa. Salah satu perbedaan yang mencolok antara motor MotoGP dan motor jalanan adalah sistem perpindahan giginya.
Motor MotoGP menggunakan sistem reverse shifting, di mana pembalap harus menginjak pedal ke bawah untuk menaikkan gigi dan mencongkel ke atas untuk menurunkan gigi. Hal ini berlawanan dengan sistem gigi pada kebanyakan motor jalanan, di mana pedal digerakkan ke atas untuk menaikkan gigi dan ke bawah untuk menurunkannya.
Mengapa sistem reverse shifting digunakan di MotoGP? Ada beberapa alasan seperti dilansir dari shiftanddrive:
1. Ergonomi Saat Menikung
Pada tikungan MotoGP, pembalap menikung dengan sudut kemiringan yang sangat ekstrem. Hal ini membuat posisi kaki mereka sulit untuk menjangkau pedal gigi konvensional. Sistem reverse shifting memungkinkan pembalap untuk mengganti gigi dengan lebih mudah dan nyaman saat menikung.
2. Performa:
Sistem reverse shifting memungkinkan perpindahan gigi yang lebih cepat dan halus. Hal ini penting di MotoGP, di mana setiap sepersekon sangat berharga. Seamless gearbox yang digunakan pada motor MotoGP juga membantu kelancaran perpindahan gigi.
3. Keamanan:
Sistem reverse shifting membantu mencegah perpindahan gigi yang tidak disengaja. Hal ini penting di MotoGP, di mana kesalahan kecil dapat berakibat fatal.
Baca Juga: Serupa tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Mekanisme Kualifikasi di F1 dan MotoGP
Meskipun sistem reverse shifting memiliki banyak keuntungan, sistem ini juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah perlu waktu bagi pembalap untuk terbiasa dengan sistem ini.
Namun, secara keseluruhan, sistem reverse shifting terbukti lebih efektif dan efisien untuk balap MotoGP.
Sistem reverse shifting adalah salah satu contoh teknologi canggih yang digunakan di MotoGP untuk meningkatkan performa dan keamanan pembalap.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Ini 3 Jenis Pick Up yang Didatangkan Agrinas, Carry dan Gran Max Kalah Kelas
-
Bak Bumi dan Langit! Pickup Impor Koperasi Merah Putih vs Esemka Kebanggaan Jokowi Mending Mana?
-
Harga Mobil Dinas Gubernur Kaltim 8,5 M Setara Biaya Mengaspal Jalan Berapa Kilometer?
-
5 Mobil Double Cabin Buat Mudik Siap Angkut Banyak Barang, Mulai 100 Jutaan
-
Penjualan Motor Baru Januari 2026 Tembus 577 Ribu Unit Sinyal Positif Ekonomi Nasional
-
Apakah RI Hanya Jadi 'Tong Sampah' Pickup India? Ini Fakta Sebenarnya
-
Mitsubishi Xpander Tawarkan Kemewahan dan Fitur Canggih yang Sulit Disaingi Rival Low MPV
-
Skip Beli Avanza Bekas Jika Ada Gejala Satu Ini daripada Rungkad pas Lebaran
-
Megaproyek Agrinas Bikin Penasaran, Berapa Jumlah Dealer Tata Motors dan Mahindra di Indonesia?
-
Strategi Jaecoo Indonesia Perluas Jaringan Dealer SUV Premium di Kota Besar