Suara.com - Dalam dunia otomotif, kolaborasi antara dua merek ternama seringkali melahirkan inovasi yang menarik. Salah satu kolaborasi yang patut diperhatikan adalah antara Yamaha, raksasa otomotif Jepang yang terkenal dengan motor sportnya, dan Caterham, produsen mobil sport asal Inggris yang memiliki reputasi dalam menghasilkan kendaraan ringan dan bertenaga.
Dilansir dari Autocar, keduanya telah bergabung untuk mengembangkan jantung pacu listrik untuk mobil sport terbaru Caterham, yang diberi nama Project V. Kolaborasi ini menandai langkah maju yang signifikan dalam upaya menghadirkan mobil sport listrik dengan performa tinggi dan bobot ringan.
Yamaha, yang selama ini dikenal sebagai produsen motor sport, ternyata memiliki keahlian yang mendalam dalam bidang pengembangan mesin. Dengan pengalaman panjang dalam merancang mesin motor yang bertenaga dan efisien, Yamaha membawa keahliannya ke dunia otomotif listrik. Motor listrik yang dikembangkan oleh Yamaha untuk Project V diklaim memiliki efisiensi tinggi dan output daya yang impresif.
Caterham, dengan sejarah panjang dalam memproduksi mobil sport ringan dan berfokus pada pengalaman berkendara, kini mengambil langkah berani dengan mengembangkan mobil sport listrik. Dengan bekerja sama dengan Yamaha, Caterham berharap dapat mempertahankan DNA mobil sport mereka, namun dengan tenaga listrik yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Project V sendiri digadang-gadang sebagai pesaing serius bagi Porsche 718 Cayman. Dengan motor listrik tunggal yang menghasilkan tenaga 268 hp, Project V diklaim mampu melesat dari 0-100 km/jam dalam waktu kurang dari 4,5 detik. Namun, yang lebih menarik adalah komitmen Caterham untuk menjaga bobot mobil tetap ringan, agar pengalaman berkendara tetap menyenangkan dan khas Caterham.
Kolaborasi antara Yamaha dan Caterham ini memberikan harapan baru bagi pecinta mobil sport. Dengan perpaduan antara keahlian Yamaha dalam pengembangan mesin dan pengalaman Caterham dalam membuat mobil sport ringan, Project V berpotensi menjadi tonggak sejarah baru dalam industri otomotif listrik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
Terkini
-
Suzuki Terdepak, Jual Pabrik ke Ford: Imbas Gempuran Mobil China?
-
Cara Buka Blokir STNK Akibat Tilang ETLE, Bisa Secara Online atau Offline
-
1 Kali Isi Bensin Tembus 450 KM, Skutik Adventure Baru Ini Bikin Honda ADV160 Ketar-Ketir
-
Harga Ninja 2 Tak Berapa? Ini 3 Varian yang Paling Diburu di 2026
-
Berapa Biaya Balik Nama Mobil? Pahami Dulu Syarat dan Prosesnya
-
Fitur Mitsubishi Destinator yang Bikin Penggunanya Bisa Lacak Keberadaan Mobil
-
5 Motor Ramping Penyelamat Macet, Pas Buat Ibu-ibu untuk Antar Anak Sekolah
-
Langkah Strategis Kia Perluas Portofolio Kendaraan Listrik Hingga Sasar Segmen MPV
-
4 Alasan Honda Jazz RS 2016 Disebut 'Mobil Penakluk Wanita', Pilihan Tepat Pemuda Pencari Jodoh
-
Strategi Daihatsu Kejar Target Netral Karbon Lewat Investasi Pabrik dan Produk Ramah Lingkungan