- GAC Indonesia menerapkan strategi harga tunggal mencakup PPN 12% meskipun ada ketidakpastian subsidi pemerintah.
- Keputusan ini diambil CEO Andry Ciu untuk menjaga transparansi dan menghindari kebingungan konsumen sejak Januari.
- Perusahaan mengelola urusan administratif pajak secara internal demi kenyamanan transaksi konsumen akan kendaraan listrik.
Suara.com - GAC Indonesia mengambil langkah berani dengan menerapkan strategi harga tunggal atau single price untuk seluruh lini kendaraan listriknya. Keputusan ini diambil di tengah belum adanya kepastian dari pemerintah terkait kelanjutan insentif pajak khususnya subsidi Pajak Pertambahan Nilai atau PPN bagi kendaraan listrik di tanah air.
Chief Executive Officer GAC Indonesia, Andry Ciu, menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada surat keputusan resmi mengenai subsidi tersebut. Namun perusahaan memilih untuk tetap menggunakan skema harga yang sudah mencakup PPN sebesar 12 persen guna menjaga transparansi kepada pembeli.
“Kami tidak ingin membuat customer jadi bingung. Sejak Januari kami selalu menggunakan single price yang sudah memasukkan VAT (Value Added Tax) 12 persen supaya customer tidak pusing,” ujar Andry di Jakarta pada Kamis 12 Maret 2026.
Langkah ini sengaja dilakukan agar masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan tidak perlu terbebani oleh fluktuasi kebijakan perpajakan yang dinamis. Menurut Andry segala urusan administratif terkait pajak akan dikelola sepenuhnya secara internal oleh pihak GAC Indonesia.
“Pokoknya jangan customer dipusingkan urusan perpajakan mengenai VAT. Itu biar ada di internal kami saja,” kata Andry.
Kepastian harga ini dianggap sebagai faktor kunci untuk membangun kepercayaan konsumen di kota-kota besar Indonesia yang mendambakan kenyamanan saat bertransaksi.
“Supaya mereka lebih nyaman bertransaksi dengan kami juga. Adanya suatu kepastian, baik harga maupun kualitas. Karena kalau harga tidak pasti orang juga tidak nyaman,” ujarnya.
Saat ini GAC Indonesia memasarkan beragam model mulai dari entry level hingga premium. Model AION UT dibanderol mulai Rp325 juta hingga Rp363 juta. Untuk model AION Y Plus tersedia dengan harga Rp419 juta hingga Rp479 juta sedangkan AION V ditawarkan mulai Rp449 juta hingga Rp489 juta. Sementara pada segmen premium Hyptec HT dipasarkan dengan rentang harga Rp691 juta sampai Rp843,5 juta on the road Jakarta.
Baca Juga: Rekomendasi Mobil Listrik untuk Mudik Lebaran 2026, Punya Jarak Tempuh Jauh
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
AS Bunuh Ali Khamenei, Menteri Olahraga Iran: Kami Mundur dari Piala Dunia 2026
-
Angkasa Pura: Penerbangan Umrah Dihentikan Imbas Perang di Timur Tengah
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
Terkini
-
6 Kerusakan yang Sering Terjadi pada Isuzu Panther, Raja Diesel Legendaris
-
Mercedes-Benz Club Bekasi Raya Gelar Musda dan Tunjuk Presiden Baru
-
Produsen Pikap Koperasi Merah Putih Kini Luncurkan Mobil Batman
-
Hino Pasok 10.000 Unit Truk untuk Koperasi Desa Merah Putih
-
Aplikasi Travoy untuk Apa? Rahasia Mudik Lebaran 2026 Bebas Macet dan Nyaman di Tol
-
BYD Siap Guncang Dunia Balap, Formula 1 dan WEC Jadi Target Utama?
-
Proyek MBG Turut Dongkrak Penjualan Kendaraan Niaga Ringan Suzuki di Awal Tahun
-
28 Akses Tol dan Jalan Utama Ini Terapkan Ganjil Genap, Awas Kena Tilang Jelang Lebaran
-
Tips Mudik Lebaran 2026 Tetap Nyaman Pakai Mobil Listrik Changan Lumin
-
Yadea Siap Gebrak Pasar Motor Listrik Indonesia dengan Produk Baru dalam Waktu Dekat