Otomotif / Mobil
Kamis, 10 Oktober 2024 | 18:00 WIB
Logo Toyota. [Cicero7/Pixabay]

Suara.com - Chairman Toyota Motor Akio Toyoda mewanti-wanti bahwa hijrah total ke mobil listrik di masa depan akan meningkatkan membuat para pekerja di industri otomotif kehilangan pekerjaan.


Toyoda, yang juga cucu dari pendiri Toyota, mengatakan jutaan pekerja industri otomotif, khususnya yang berkaitan dengan mesin akan menganggur jika mobil berbahan bakar minyak ditinggalkan.


"Ada 5,5 juta pekerja industri otomotif di Jepang saja. Sebagian dari mereka, bekerja di bidang yang berkaitan dengan mesin," kata dia.


"Jika mobil listrik kelak menjadi satu-satunya pilihan, maka mereka akan menjadi pengangguran," imbuh Toyoda.


Akio Toyoda sendiri mengaku ia lebih suka mobil bermesin BBM ketimbang listrik. Ia sendiri dikenal tidak saja sebagai pemimpin bisnis, tetapi juga penghobi otomotif dan balapan.


Toyota, produsen mobil terbesar di dunia, termasuk dalam kelompok pabrikan yang "enggan" bergerak ke arah mobil listrik. Ketika merek lain sudah mulai mengembangkan mobil listrik murni, Toyota memilih bergerak perlahan dengan transisi ke mobil hybrid.


Selain itu, Toyota juga mengembangkan mesin mobil berbahan bakar bioethanol dan hidrogen. 


Langkah ini disebut sebagai multi-pathway strategy, yang tidak terpaku hanya pada mobil listrik berbasis baterai untuk mengembangkan kendaraan ramah lingkungan.


Pada Januari lalu Toyoda mengatakan mobil listrik murni hanya akan menguasai 30 persen pasar mobil dunia. Sementara sisanya masih akan diisi oleh mobil hybrid, hidrogen dan bahan bakar minyak.

Baca Juga: Akio Toyoda Kembali Melenggang Sebagai Pimpinan Toyota Meski Ditentang Investor Karena Anti Kendaraan Listrik


Di pasar global saat ini, China menjadi pemain utama mobil listrik berkat riset baterai yang maju, biaya produksi minim serta subsidi besar dari pemerintah.

Load More