Suara.com - Keselamatan berkendara adalah hal yang tak bisa ditawar, dan salah satu kunci utamanya terletak pada kondisi kampas rem motor.
Sebagai komponen vital yang bertanggung jawab menghentikan laju kendaraan, kampas rem sering kali luput dari perhatian pengendara hingga timbul masalah serius di jalan raya.
Dalam dunia otomotif, tentu mengenal dua jenis sistem pengereman utama: rem tromol dan rem cakram. Masing-masing memiliki karakteristik unik yang menarik untuk dipahami.
Rem tromol, sang pionir teknologi pengereman, hadir dengan permukaan yang lebih lebar dan menjadi andalan kendaraan berbobot besar. Di sisi lain, rem cakram tampil dengan desain modern yang menawarkan kampas lebih tebal dan tenaga pengereman superior, sempurna untuk kendaraan berkecepatan tinggi.
Bagaimana cara tahu kapan waktu yang tepat untuk mengganti kampas rem? Berikut penjelasannya seperti dilansir dari Wahana Honda.
Pada rem tromol, meski tersembunyi dari pandangan langsung, beberapa tanda akan memberi sinyal peringatan.
Ketika tiba-tiba merasakan handel rem yang terasa lebih 'kosong', atau telinga kalian menangkap suara decitan mengganggu saat mengerem. Bahkan hidung kalian mungkin mencium aroma hangus yang mencurigakan - semua ini adalah alarm alami yang menandakan kampas rem butuh perhatian segera.
Pemilik motor dengan rem cakram beruntung karena bisa melakukan inspeksi visual langsung. Ketebalan kampas yang menyusut hingga kurang dari 2 milimeter adalah tanda jelas bahwa penggantian tidak bisa ditunda. Permukaan kampas yang kehilangan kilaunya, meski telah dibersihkan berkali-kali, juga berbisik bahwa waktunya berpisah dengan kampas rem lama.
Mengabaikan tanda-tanda ini bukan hanya berisiko menguras dompet lebih dalam - akibat kerusakan yang merambat ke komponen lain - tapi juga mempertaruhkan nyawa kalian di jalan raya. Bayangkan sensasi rem yang tidak responsif saat Anda benar-benar membutuhkannya. Mengerikan, bukan?
Baca Juga: Sekaliber XMAX, Bagasi Jumbo: Intip Motor Terbaru Racikan Piaggio
Anggap saja perawatan kampas rem sebagai asuransi keselamatan di jalan. Biaya penggantian kampas rem yang teratur jauh lebih ringan dibandingkan dengan konsekuensi fatal yang mungkin terjadi.
Jadikan pemeriksaan kondisi kampas rem sebagai ritual wajib dalam agenda perawatan motor. Ingat, keselamatan tidak ternilai harganya, dan kampas rem yang terawat adalah salah satu kunci untuk pulang dengan selamat kepada orang-orang yang kalian cintai.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Terpopuler: Nasib Pertalite di Tengah Konflik AS-Israel dan Iran, Pilihan Motor Matic untuk Mudik
-
7 Mobil Keluarga 7-Seater Paling Irit BBM, Krisis Minyak Tak Bikin Keok
-
Tol Fungsional Solo-Jogja Resmi Dibuka Tanpa Tarif untuk Lebaran 2026, Cek Skema dan Fasilitasnya
-
Bawa Mobil Listrik Buat Mudik? Ini 3 Titik SPKLU 'Hidden Gem' di Trans Jawa Bebas Antre
-
5 Motor Matic Ciamik untuk Mudik: Biar Dikira Sukses di Perantauan
-
Konflik Timur Tengah Ganggu Ekspor Mobil China, Dampaknya Merembet ke Eropa
-
Daftar Harga Mobil Daihatsu Maret 2026: MPV, City Car, hingga Commercial
-
Berapa Harga Raize Second? Bongkar Pasaran SUV Kompak Idaman Anak Muda dari Toyota
-
5 Motor Matic Cocok untuk Kaum Lajang Berangkat Mudik
-
Apa Kata Bahlil tentang Nasib Pertalite di Tengah Konflik Panas AS, Israel, dan Iran?