- Konflik Timur Tengah mengganggu ekspor otomotif Tiongkok, memengaruhi pasar regional dan Eropa, terutama melalui hambatan transit di Dubai.
- UEA (terutama Dubai) sangat vital sebagai hub distribusi regional, menampung 567.000 unit ekspor mobil Tiongkok pada 2025.
- Gangguan di Pelabuhan Jebel Ali memaksa rute alternatif melalui Tanjung Harapan, menyebabkan kenaikan biaya dan penundaan pengiriman 10-15 hari.
Suara.com - Konflik yang sedang memanas di Timur Tengah mulai terasa dampaknya ke industri otomotif global. Produsen mobil asal China kini menghadapi gangguan besar dalam aktivitas ekspor mereka yang efeknya bahkan merembet sampai ke pasar Eropa.
Selama ini, banyak pabrikan China menjadikan Dubai sebagai titik transit sebelum kendaraan dikirim ke berbagai negara di Timur Tengah, Afrika Barat, hingga Afrika Utara. Namun situasi keamanan yang memburuk membuat kawasan tersebut dinilai tidak lagi aman sehingga rantai distribusi ikut terganggu.
“Bisnis kami di Iran sepenuhnya terhenti,” ujar seorang manajer ekspor dari produsen mobil milik negara China, dikutip dari CarNewsChina, Rabu (4 Maret 2026).
Padahal, Uni Emirat Arab (UEA) memegang peran penting dalam peta ekspor otomotif China. Berdasarkan data yang dikompilasi Cui Dongshu, Sekretaris Jenderal China Passenger Car Association, menyebut pada 2025 negara tersebut menjadi tujuan ekspor terbesar ketiga setelah Meksiko dan Rusia.
Ekspor kendaraan China ke UEA mencapai 567.000 unit sepanjang tahun lalu, meningkat lebih dari 70 persen secara tahunan. Angka ini bahkan jauh melampaui penjualan mobil domestik UEA yang kurang dari 400.000 unit yang menandakan peran Dubai sebagai pusat distribusi regional.
“Dubai pada dasarnya berfungsi sebagai gudang depan. Banyak perusahaan mengirim kendaraan ke Dubai lebih dulu sebelum mendistribusikannya ke tujuan akhir. Pada 2025 saja, perusahaan kami mengirim hampir 30.000 kendaraan ke Dubai,” kata seorang pelaku perdagangan otomotif.
Masalah semakin kompleks setelah Pelabuhan Jebel Ali yang merupakan pelabuhan terbesar di kawasan tersebut, dilaporkan diserang pada 1 Maret dini hari. Operasional sempat dihentikan sementara. Meski operator Pelabuhan DP World sudah menyatakan beberapa dermaga sudah kembali beroperasi pada hari yang sama, banyak perusahaan pelayaran memilih menunda layanan mereka.
Dampaknya tidak berhenti di Timur Tengah. Eropa juga ikut terkena imbas. Uni Eropa merupakan pasar regional terbesar ketiga bagi mobil China, dengan total impor lebih dari 1,3 juta unit pada 2025. Kawasan ini juga menjadi tujuan utama ekspor kendaraan energi baru (NEV) asal China.
Karena rute Laut Merah dan Terusan Suez dinilai berisiko tinggi, pengiriman kini harus memutar melalui Tanjung Harapan di Afrika Selatan. Rute alternatif ini menambah waktu tempuh sekitar 10 hingga 15 hari yang otomatis mendorong kenaikan biaya logistik.
Baca Juga: Ironi Kontrak Triliunan Koperasi Merah Putih yang Pilih Impor Mobil India Ketimbang Buatan Lokal
Menurut China Association of Automobile Manufacturers (CAAM), China mencatat rekor ekspor 7,09 juta kendaraan pada 2025, naik sekitar 20 persen dibanding tahun sebelumnya.
CAAM sebelumnya memperkirakan pertumbuhan moderat 4,3 persen menjadi 7,4 juta unit pada 2026. Namun, proyeksi tersebut kini berpotensi direvisi seiring konflik regional yang mengancam stabilitas ekspor.
Di sisi lain, perusahaan-perusahaan China sebenarnya sudah berinvestasi besar di kawasan tersebut. Salah satunya lewat pembangunan gudang seluas 19.000 meter persegi di Jebel Ali Free Zone oleh COSCO Shipping dan Chery, yang dirancang untuk memangkas waktu distribusi dari hitungan minggu menjadi hanya beberapa hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- 6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli
- 11 Pilihan HP Murah Bujet Rp1-2 Juta, Spek dan Performa Terbaik untuk Multitasking
- 4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol
- Daftar Tim Super League Paling Banyak Rekrut Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Tahan untuk Beli, Harga Emas Antam Berpotensi Naik Pekan Depan
-
Tiki-Taka vs Sihir Messi: Prediksi Pertarungan Sengit Final Spanyol vs Argentina
-
Bukan Sekadar Rapuh: Membedah Stigma "Generasi Strawberry" pada Gen Z
-
Bahlil Sebut Antrean BBM di Sumatera Bukan Stok Habis, tapi Sopir Tangki Mogok
-
Tutup Borok Korupsi dan PHK, Isu LGBTQ Diduga Cuma Strategi Pecah Fokus Kemarahan Publik
-
Ekosida Peradaban Air Sumsel, Ketika Lahan Basah Tak Lagi Menjadi Ruang Hidup
-
Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
-
Wali Kota Minta Satpol PP Pekanbaru Segera Tertibkan Warung Remang-remang
-
The Upstairs Hadirkan Musik Enerjik dan Cerita Kehidupan Urban di Soundrenaline 2026
-
Dicecar DPR Soal Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp1,8 T, Menkop Tidak Tahu