Suara.com - PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) tetap percaya diri mencapai pangsa pasar 33,4 persen di 2025 meski segmen kendaraan niaga diramaikan produk pendatang baru dari China.
Bahkan Isuzu belakangan mendapat penantang baru melalui kehadiran Toyota Hilux Rangga yang kemungkinan memiliki pasar yang mirip dengan Traga. Dimana Isuzu Traga sejauh ini menjadi salah satu produk unggulan untuk menopang penjualan.
President Director PT IAMI, Yusak Kristian Solaeman mengaku jika pihaknya sudah mengantisipasi lewat beberapa model dan strategi yang akan dilakukan untuk tahun ini.
"Apa (Rangga) bakal berpengaruh? Pasti ada pengaruhnya karena ada segmen yang beririsan. Tapi Traga punya payload lebih besar dari Rangga. Secara dimensi, payload dan lainnya secara spek lebih tinggi," ujar Yusak, di Jakarta, baru-baru ini, Selasa (28/1/2025).
Ia menambahkan, irisan segmen Traga dan Rangga itu menurutnya akan datang dari konsumen yang penggunaannya tidak 100 persen memaksimalkan payload Traga.
"Itu yang mungkin beririsan dengan Rangga. Di sisi lain, pada Rangga selain usaha, bisa untuk penggunaan privat. Kalau Traga fully comercial," tegasnya.
Hal ini membuat Traga tetap unggul di segmen yang konsumennya memakai mobil untuk fully commercial. Traga sendiri diakui Yusak merupakan salah satu senjata Isuzu untuk mencapai target penjualan.
Pencapaian Isuzu 2024
Sepanjang 2024, Isuzu mencatatkan penjualan retail sebanyak 27.984 unit kendaraan yang berhasil dijual kepada masyarakat Indonesia, atau setara dengan 30,5% pasar kendaraan komersial nasional.
Baca Juga: Toyota Hadirkan Julukan Baru untuk Hilux, Nama Rangga Ditanggalkan?
Beberapa produk penyumbang penjualan kendaraan secara signifikan yakni Isuzu ELF yang terjual lebih dari 12.610 unit atau setara dengan 26,6 persen di segmennya.
Selanjutnya ada Isuzu Traga yang berhasil terjual sebanyak 10.954 unit atau setara dengan penguasaan pasar segmen pikap medium sebesar 47,7 persen, dan Isuzu Giga yang berhasil terjual sebanyak 4.420 unit di mana angka ini setara 20,5 persen pangsa heavy duty truck.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Motor Listrik Yadea Tawarkan Subsidi 10 Juta di Jakarta Fair 2026
-
Wuling Pamerkan Mobil Bertema Disney di Jakarta Fair 2026
-
Terpopuler: Mobil Bekas yang Aman Pakai Pertalite, Biaya Isi Pertamax Full Tank untuk Skutik Honda
-
Modus Penipuan 'Sekrup' di SPBU Bikin Tekor Konsumen, Apa Itu?
-
Daftar Penyakit Avanza Lawas Menurut Pakar, Kini Harganya Cuma Segini
-
Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
-
IPONE Goda Penggemar Modikasi di Bandung dengan Produk Eksklusif
-
Atap Bocor dan Suspensi Keras: Begini Jawaban Teknis Pindad Jawab Keluhan Presiden Prabowo
-
Motul Perkuat Hubungan dengan Komunitas Otomotif Lewat Ajang BBQ Ride 2026
-
Harga Pertamax Naik, Ini Pilihan Mobil Bekas yang Masih Aman Minum Pertalite