Suara.com - Suzuki terpaksa menutup pemesanan Suzuki Jimny Nomade karena kewalahan menerima permintaan yang jauh melebihi kemampuan produksi pabrik mereka.
Pasalnya hanya dalam kurun waktu empat hari setelah mengumumkan peluncuran Jimny Nomade di Jepang, Suzuki sudah menerima pemesanan sebanyak 50.000 unit.
Sedangkan jatah Jimny untuk pasar Jepang hanya dibatasi sebanyak 1.200 unit per bulan.
Dengan artian konsumen harus menunggu sekitar tiga setengah tahun sebelum Suzuki Jimny tiba di garasi rumah mereka.
Hal ini pun memaksa Suzuki menyampaikan permintaan maaf melalui situs web resmi perusahaan.
“Kami mohon maaf kepada pelanggan yang mempertimbangkan pembelian Jimny Nomad karena penangguhan pesanan. Terima kasih banyak atas minat Anda terhadap produk kami. Jimny Nomade telah diterima dengan sangat baik, dan kami telah menerima pesanan yang jauh melebihi kapasitas produksi kami. Akibatnya, kami akan menangguhkan pesanan untuk sementara. Kami akan memberikan informasi terbaru tentang kapan pesanan akan dibuka kembali, dengan mempertimbangkan situasi produksi di masa mendatang,” tulis permohonan maaf Suzuki, dikutip dari Carscoops, Selasa (4/2/2025).
Jimny Nomade diproduksi eksklusif di pabrik Suzuki di Gurugram, India, dan diekspor ke berbagai pasar di luar Jepang, termasuk Asia Tenggara, Afrika Selatan, Amerika Latin, dan Timur Tengah.
Meskipun Suzuki Jepang berupaya untuk memenuhi pesanan yang ada secepat mungkin, hingga saat ini belum ada jadwal pasti kapan pemesanan baru akan dibuka.
Pengiriman pertama Suzuki Jimny Nomade di Jepang dijadwalkan baru akan tiba pada 3 April 2025 mendatang.
Baca Juga: Daftar Harga Motor Matic Suzuki Februari 2025, Ini Varian Termurah
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
GAC Aion KS Tubun Hadirkan Fasilitas Istirahat Driver Online dan Gratis Pengisian Daya
-
Terpopuler: Pesona Mitsubishi Kuda Dibanding Kijang dan Panther, Motor Trail Lokal Pride
-
Pesona Gazgas Hummer Pro 150, Motor Cita Rasa Lokal Harga ala Vario: Alternatif KLX dan WR 155
-
Efisiensi Berdarah General Motors Pasang Puluhan Robot Usai PHK Ribuan Pekerja
-
Harga Beda Jauh, Apakah Toyota Vios Hybrid Lebih Worth It Dibanding Versi Biasa?
-
Harga Seken Setengahnya BeAT Baru: Mending Yamaha Fino atau Honda Genio untuk Pelajar?
-
Rugi Triliunan Gara-Gara Mobil Listrik Honda Pilih Main Aman Lewat Teknologi Hybrid
-
Keunggulan Mitsubishi Kuda Dibanding Kijang dan Panther: Intip Harganya di 2026
-
Kawasaki Punya Brusky 125, Suzuki Tak Tinggal Diam! Sengitnya Adu Mekanik Skutik Sporty Rp 26 Jutaan
-
BMW 318i E46 Rewel? Harga Sepertiganya Brio RS Baru, Cek Kata Pakar Sebelum Beli