Suara.com - Pernikahan bisnis yang hampir terjadi antara dua raksasa otomotif Jepang. Nissan dan Honda kini harus berakhir dengan kabar tak mengenakkan.
Mereka tak jadi merger karena ada alasan yang mungkin cukup masuk akal di sektor bisnis masing-masing pabrikan.
Dilansir dari Nikkei, semua bermula dari sebuah pertemuan bersejarah di jantung kota Tokyo.
Makoto Uchida dari Nissan dan Toshihiro Mibe dari Honda - duduk berhadapan untuk membicarakan masa depan. Sayangnya, pertemuan 6 Februari 2025 ini justru menjadi adegan terakhir dari kisah merger yang sempat membuat dunia otomotif menahan napas.
Apa yang membuat lamaran bisnis ini kandas? Ternyata bukan soal cinta pada pandangan pertama yang hilang, melainkan perbedaan visi yang terlalu dalam.
Honda diduga ingin menjadikan Nissan sebagai 'anak tiri' dalam keluarga barunya. Tentu saja hal ini membuat Nissan tak bisa menerima posisi subordinat ini.
Padahal, rencana awalnya cukup bikin pabrikan otomotif lainnya ketar-ketur. Bayangkan saja, jika merger ini terwujud pada Agustus 2026, kita akan menyaksikan lahirnya dinasti otomotif terbesar ketiga di dunia.
Bahkan ada bisik-bisik bahwa Mitsubishi Motors akan ikut bergabung, menciptakan trio yang akan menggemparkan industri global.
Namun hal ini urung terwujud lantaran tak ada kesepakatan yang pas.
Baca Juga: Pesona Motor Listrik Yamaha, Siap Bersaing dengan Honda CUV e: tapi Harganya Jangan Kaget
Kini, kedua perusahaan harus menghadapi tantangan zaman sendirian. Di era dimana mobil listrik dan teknologi otonom menjadi tuntutan, mereka harus membuktikan bahwa keputusan untuk tetap solo adalah pilihan tepat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nongol di Dealer, Harga Rasa LCGC: Intip SUV Terbaru Renault yang Sekaliber Toyota Raize
-
Yamaha Gear Ultima Buktikan Skutik Kompak Bisa Tangguh di Jalur Perkotaan Maupun Pedesaan
-
Kenaikan Harga BBM Diklaim Tak Berikan Dampak Terhadap Penjualan Mobil Premium
-
Yamaha R15 Paket Hemat Harga Tak Sampai 30 Juta, tapi Joknya Nyambung
-
Andalkan Autopilot, Mobil Listrik Xiaomi Pecah Rekor Sirkuit
-
Hyundai Ioniq 5 Setara BYD Apa? Kini Harganya Lebih Murah 150 Jutaan
-
Gebrakan BMW Indonesia Rilis Tiga Mobil Kencang untuk Pecinta Adrenalin
-
Ambisi Akio Toyoda Pertahankan Mesin Bensin Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Masa Depan Toyota
-
Muka Mirip Lamborghini, Berapa Jarak Tempuh Hyundai Ioniq V Terbaru?
-
Harga 8 Jutaan Setara DP Vario Evo 160, Intip 7 Motor Anti Cupu Cocok untuk Pelajar