Suara.com - Nissan kini terbuka menerima partner baru, setelah negosiasi merger dengan Honda kemungkinan besar gagal. Salah satu kandidat yang sudah siap berpasangan dengan Nissan adalah raksasas elektronik Taiwan, Foxconn.
Beberapa sumber kepada Reuters mengatakan bahwa Nissan, yang kini sedang mengalami krisis, terbuka untuk menerima mitra baru, termasuk dari perusahaan elektronik, sehingga membantu merek Jepang tersebut mengembangkan mobil listrik serta peranti lunak mobil cerdas - dua hal yang saat ini sudah didominasi oleh merek-merek mobil China.
Foxconn, perusahaan teknologi Taiwan yang merakit iPhone untuk Apple, termasuk salah satu kandidat. Sebelum Nissan dan Honda mengumumkan rencana merger pada Desember lalu, Foxconn dikabarkan sedang berupaya memborong saham Nissan.
Rencananya Foxconn akan memanfaatkan Nissan untuk mengembangkan bisnis barunya, yakni menjadi perakit mobil-mobil listrik untuk merek-merek otomotif besar dunia.
Adapun bisnis perakitan mobil listrik Foxconn saat ini dipimpin oleh Jun Seki, mantan pemimpin senior Nissan. Seki tadinya digadang-gadang sebagai calon CEO Nissan. Ia mundur ketika jabatan itu diberikan kepada Makoto Uchida.
Sebelumnya diwartakan bahwa rencana merger Nissan dan Honda dihentikan, setelah CEO Nissan Uchida bertemu CEO Honda Toshihiro Mibe pada Kamis kemarin (7/2/2025) di Tokyo. Dalam pertemuan itu Uchida menyatakan keputusan untuk menghentikan proses merger.
Seperti diwartakan kantor berita Kyodo, jajaran direksi Nissan enggan melanjutkan pembicaraan merger setelah Honda baru-baru ini melempar gagasan untuk menjadikan Nissan sebagai merek subsidiary atau anak usaha.
Rencana Honda untuk menjadikan Nissan sebagai anak usaha, alih-alih melakukan merger, muncul setelah menilai Nissan tak bergerak cepat untuk memperbaiki serta meningkatkan bisnisnya yang memang sedang meredup.
Sebenarnya jika merger itu terwujud, kombinasi Nissan - Honda bisa menjadi pabrikan mobil terbesar ketiga di dunia dan nomor dua di Jepang, setelah Toyota. Honda adalah produsen mobil terbesar kedua Jepang, sementara Nissan ada di urutan ketiga.
Baca Juga: Harga Terbaru Honda PCX 160 di Bulan Februari 2025
Sebelumnya pada Desember lalu, saat dua perusahaan mengumumkan rencana merger, Mibe mengatakan bahwa agar penyatuan terwujud maka Nissan harus lekas memperbaiki bisnis perusahaan.
Nissan sendiri berencana memecat 9000 karyawan di seluruh dunia dan mengurangi kapasitas produksi sebesar 20 persen, setelah melaporkan penurunan keuntungan hingga 90 persen di periode April - September 2024.
Tetapi rencana ini rupanya belum membuat Honda puas.
Sebelumnya rencana merger ini dinilai banyak pihak sebagai upaya Honda untuk menyelamatkan Nissan dan agar pabrikan itu tak jatuh ke tangan perusahaan di luar Jepang, setelah raksasa teknologi Taiwan, Foxconn disebut tertarik untuk mengambil alih.
Tetapi penilaian ini dibantah oleh Nissan dan Honda. Uchida pada Desember lalu mengatakan bahwa Nissan dan Honda berada di posisi setara.
Merger dua perusahaan disebut akan membantu Nissan dan Honda menekan biaya dan mempermudah pengembangan mobil listrik serta peranti lunak pada mobil-mobil masa kini.
Berita Terkait
-
Bos Nissan Menghadap Bos Honda untuk Hentikan Proses Merger Dua Perusahaan
-
Saham Nissan Anjlok Setelah Beredar Kabar Merger dengan Honda Batal
-
Pemegang Saham Setuju! Grab dan Gojek Mau Merger Tahun Ini
-
BYD Bikin Nissan dan Honda Kelabakan, Merger Bakal Dipercepat?
-
Molor, Pengumuman Detail Rencana Integrasi Nissan dan Honda Ditunda ke Februari
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Lupakan Skutik, Motor Bandel Honda Ini Layak Dilirik: Irit Tembus 59,8 km/liter
-
Apakah Mobil Listrik Boleh Pakai Ban Mobil Biasa? ini 5 Rekomendasinya
-
Bagian Apa Saja dari Mobil Listrik yang Butuh Perawatan Rutin?
-
Honda Resmikan Pabrik Baru di Turki, Ada Apa di Baliknya?
-
Sekali Muncul Langsung Bawa 2 Model, Suzuki Siap Acak-acak Pasar NMAX dan PCX di Indonesia
-
Harga Selisih 100 Juta Lebih, Apa Bedanya Hyundai Stargazer Cartenz dan Cartenz X?
-
5 Mobil BMW Ini Konon Mudah Dirawat bak Toyota, Harganya Cuma Segini
-
10 Mobil 1200cc ke Bawah Irit Bensin dan Murah Pajak: 'Low Cortisol', Anti Kantong Jebol
-
Mobil Harian Harga Mirip Motor 250cc: Mending Hyundai Grand Avega Hatchback, i20, atau Kia Rio?
-
Diam-diam Rilis Versi Mewah: Suzuki Hadirkan Mobil Pekerja Keras Murah, Bisa Jadi Andalan Keluarga