Di beberapa pasar seperti Eropa dan Amerika Utara, mobil hybrid lebih diminati karena dianggap sebagai solusi transisi yang lebih praktis menuju elektrifikasi.
Mobil listrik memang menarik, tetapi ada segmentasi konsumen yang masih ragu, baik karena harga, keterbatasan jangkauan, atau kurangnya infrastruktur.
Toyota Tidak Menutup Diri dari Mobil Listrik, Tetapi Tetap Realistis
Meskipun Toyota tidak sepenuhnya menolak mobil listrik, mereka memilih pendekatan yang lebih luas.
Selain hybrid, Toyota juga mengembangkan teknologi lain seperti hydrogen fuel cell dan bahan bakar sintetis, yang berpotensi menjadi alternatif yang lebih berkelanjutan.
“Kami harus melihat semua opsi dan bekerja ke segala arah,” kata Toyoda.
Ia percaya bahwa dalam jangka panjang, mobil listrik hanya akan mencakup sekitar 30 persen dari total penjualan global, sementara teknologi lain akan tetap berperan dalam upaya mengurangi karbon.
Pendekatan ini juga mempertimbangkan aspek ekonomi. Jika transisi ke mobil listrik dilakukan secara mendadak, diperkirakan ada 5,5 juta pekerjaan di Jepang yang bisa terancam, terutama dari industri otomotif konvensional.
Mobil listrik memang memiliki keunggulan dalam hal zero tailpipe emissions, tetapi dampak lingkungannya tidak sesederhana yang dibayangkan.
Baca Juga: Penjualan Mobil Listrik Terus Melejit, Pasar Mobil Nasional Masih Lesu di Kuartal I 2025
Berita Terkait
-
Penjualan Mobil Listrik Terus Melejit, Pasar Mobil Nasional Masih Lesu di Kuartal I 2025
-
Polytron Luncurkan Mobil Listrik di Perayaan HUT 50 Tahun, Inikah Wujudnya?
-
Agar Tak Was-was Baterai Habis, Ini 4 Cara Hemat Gunakan Mobil Listrik Saat Bepergian
-
BYD Sealion 06 Siap Mengaspal di Indonesia: SUV Listrik Mewah dari Tiongkok Resmi Terdaftar
-
Mobil Listrik SERES 3 Melantai di PEVS 2025 dengan Harga Rp 300 Jutaan
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
Terkini
-
Strategi Kia Sales Indonesia Ekspansi Bisnis Mobil Korea di Pasar Otomotif Nasional
-
4 Pilihan Suzuki Ignis 2018, Urban SUV Sporty yang Irit Pas Buat Kantong Mahasiswa
-
Harga Kijang Innova Reborn Terbaru, Pilihan Bagi yang Belum Berminat Beralih ke Innova Zenix
-
5 Komponen Vital yang Wajib Dicek Tiap 10.000 KM Agar Mesin Mobil Awet, Bukan Oli Saja yang Dicek
-
Bukan Indonesia, Jepang Pilih Langganan Impor Mobil dari Negara Sebelah
-
40 Juta Dapat Mobil Apa? Cek 5 Rekomendasinya, Ada Sedan Hingga MPV
-
Yamaha Tawarkan Varian Warna Baru XMAX Connected, Harga Termurah Rp 68,2 Juta
-
5 Helm Bogo Retro Murah Mulai Rp100 Ribuan, Cocok untuk Hijabers dan Penggemar Gaya Klasik
-
5 Mobil Matic yang Kuat Nanjak Pegunungan, Punya Hill Assist dan Transmisi Lincah
-
Naksir Gran Max Bekas untuk Jadi Mobil Keluarga? Intip Dulu Kelemahannya