2. Mitsubishi L300 Diesel Euro2 (2000-an hingga 2021)
Mesin: 4D56 2.5L Diesel
Tenaga: Sedikit meningkat dibanding generasi sebelumnya
Fitur Tambahan: Sedikit pembaruan pada grill dan kabin
Tipe: Pick-up (Flat Deck dan Standard)
Keunggulan: Mesin tetap bandel, cocok untuk area pegunungan dan dataran rendah
3. Mitsubishi L300 Diesel Euro4 (2022-sekarang)
Mesin: 4N14 2.2L Turbo Diesel Common Rail
Tenaga: 99,25 PS pada 3.500 rpm
Baca Juga: 10 Mobil Bekas Murah di Bawah Rp100 Juta per Mei 2025, Cocok untuk Anak Muda dan Keluarga Baru
Torsi: 200 Nm pada 1.000–3.500 rpm
Emisi: Sesuai standar Euro4
Fitur Tambahan: AC opsional, kabin lebih ergonomis
Tipe: Pick-up
Harga Bekas Mitsubishi L300 di Pasaran
Pasar mobil bekas L300 sangat bergairah, terutama di wilayah pedesaan, kawasan industri kecil, hingga daerah pegunungan. Berikut estimasi harga bekas per tahun produksi:
- L300 Diesel 1990–1995: Rp 45–65 juta
- L300 Diesel 1996–2005: Rp 65–90 juta
- L300 Diesel 2006–2015: Rp 90–120 juta
- L300 Diesel 2016–2020: Rp 120–150 juta
- L300 Euro4 2022–2023: Rp 160–190 juta
Harga sangat bergantung pada kondisi fisik kendaraan, keaslian sparepart, dan catatan perawatan.
Estimasi Pajak Mitsubishi L300
Pajak kendaraan bermotor (PKB) Mitsubishi L300 tergolong ringan karena termasuk kendaraan niaga. Berikut estimasi PKB per tahun, berdasarkan generasi:
- L300 Diesel 1990-an: Sekitar Rp 600.000 – Rp 800.000
- L300 Diesel 2000-an: Sekitar Rp 800.000 – Rp 1.200.000
- L300 Diesel 2010 ke atas: Rp 1.300.000 – Rp 1.800.000
- L300 Euro4 2022 ke atas: Rp 2.000.000 – Rp 2.800.000
Jika dikenakan pajak progresif karena dimiliki lebih dari satu kendaraan, jumlah tersebut bisa naik 10%–50%.
Alasan L300 Tetap Diminati
1. Daya Angkut Besar
Pick-up L300 mampu membawa muatan hingga lebih dari 1 ton, menjadikannya tulang punggung usaha logistik skala kecil.
2. Mesin Tangguh dan Mudah Diservis
Mesin 4D56 legendaris dikenal awet dan mudah diperbaiki di bengkel umum.
3. Harga Jual Kembali Stabil
Nilai depresiasi mobil ini tidak terlalu drastis, terutama di kalangan pelaku usaha.
4. Cocok untuk Medan Sulit
Banyak pemilik L300 di daerah pegunungan atau pelosok karena ground clearance tinggi dan torsi besar.
Mitsubishi L300 merupakan kendaraan niaga yang tetap relevan dari generasi ke generasi. Baik versi lawas maupun Euro4 terbaru, L300 tetap menjadi pilihan utama untuk mobil angkut usaha.
Dengan harga bekas yang stabil, pajak terjangkau, dan suku cadang yang mudah diperoleh, tak heran bila L300 tetap berjaya di pasar mobil bekas Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Yamaha Gear Ultima Buktikan Skutik Kompak Bisa Tangguh di Jalur Perkotaan Maupun Pedesaan
-
Kenaikan Harga BBM Diklaim Tak Berikan Dampak Terhadap Penjualan Mobil Premium
-
Yamaha R15 Paket Hemat Harga Tak Sampai 30 Juta, tapi Joknya Nyambung
-
Andalkan Autopilot, Mobil Listrik Xiaomi Pecah Rekor Sirkuit
-
Hyundai Ioniq 5 Setara BYD Apa? Kini Harganya Lebih Murah 150 Jutaan
-
Gebrakan BMW Indonesia Rilis Tiga Mobil Kencang untuk Pecinta Adrenalin
-
Ambisi Akio Toyoda Pertahankan Mesin Bensin Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Masa Depan Toyota
-
Muka Mirip Lamborghini, Berapa Jarak Tempuh Hyundai Ioniq V Terbaru?
-
Harga 8 Jutaan Setara DP Vario Evo 160, Intip 7 Motor Anti Cupu Cocok untuk Pelajar
-
Mobil Listrik Shell Bisa Isi Daya Cuma 10 Menit, Apa yang Beda Dibanding EV Biasa?