Suara.com - Persaingan di industri otomotif semakin sengit, dan kini terjadi pergeseran besar dalam segmen mobil mewah.
BMW dan Mercedes-Benz, yang selama bertahun-tahun mendominasi pasar kendaraan premium di China, kini tergeser oleh Aito, sebuah merek yang baru hadir sejak 2021, menurut laporan Carscoops.
Didirikan melalui kemitraan antara Huawei dan Seres Group, Aito mampu menjual 151.000 unit mobil mewah sepanjang 2024, melampaui BMW yang membukukan 145.000 unit dan Mercedes yang tertinggal di angka 127.000 unit.
Bagaimana mungkin merek baru ini bisa mengalahkan raksasa otomotif yang sudah lama berkuasa?
Aito muncul dari kemitraan antara Huawei dan Seres Group, yang sebelumnya hanya dikenal sebagai produsen mini truck dan minivan sederhana.
Namun, dalam waktu singkat, perusahaan ini berubah drastis dan mulai menargetkan segmen mobil listrik premium, yang kini semakin diminati di China.
Dalam tiga tahun terakhir, Seres Group mencatat lonjakan penjualan hingga 427.000 unit, dan kesuksesan Aito menjadi salah satu faktor utama di balik pertumbuhan ini.
Dominasi Aito di Segmen Mobil Mewah
Mobil yang masuk kategori mewah di China adalah kendaraan dengan harga di atas ¥500.000 (sekitar Rp1,13 miliar), dan Aito berhasil menjadi pemimpin di segmen ini.
Baca Juga: Berakhir Tahun Ini, Insentif Mobil Listrik Akan Segera Dievaluasi
SUV Aito M9, yang memiliki ukuran sebanding dengan BMW X5 versi long-wheelbase, menjadi andalan mereka.
Mobil ini dilengkapi dengan dashboard tiga layar, serta pilihan powertrain full listrik dan range-extender, menawarkan performa tinggi sekaligus teknologi canggih.
Sementara itu, merek-merek lain seperti Land Rover dan Porsche semakin kesulitan bersaing. Pada 2024, Land Rover hanya mampu menjual 50.000 unit, sedangkan Porsche bahkan lebih rendah di angka 48.000 unit.
Aito tidak berhenti dengan M9 saja. Tahun ini, mereka meluncurkan SUV Aito M8, yang hanya 40 mm lebih pendek dari M9, tetapi tetap mempertahankan desain premium dan fitur mewah.
Model ini dirancang untuk menarik lebih banyak pembeli dan memanaskan persaingan di segmen mobil mewah pada 2025.
Namun, Aito juga menghadapi tantangan tersendiri. Permintaan mobil mewah secara keseluruhan mulai melambat, ditambah dengan perang harga di industri otomotif China, yang semakin membuat persaingan menjadi keras.
Berita Terkait
-
Berakhir Tahun Ini, Insentif Mobil Listrik Akan Segera Dievaluasi
-
Mobil Listrik Seharusnya Bisa Lebih Murah, Harga Baterai Baru Sudah Turun 90 Persen
-
Xiaomi Berupaya Selamatkan Reputasi Perusahaan Pasca Kecelakaan Fatal Mobil Listrik SU7
-
BYD e7, Sedan Listrik Mewah yang Hanya Seharga Rp 237 Jutaan dengan Jarak Tempuh 520 Km
-
Nissan akan Tutup Pabrik di Jepang, Fokusnya Beralih ke India?
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- 5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Rupiah Ambruk, Industri Otomotif Tak Akan Gegabah Naikkan Harga Mobil
-
Setara 80 Sapi Limosin untuk Kurban, Intip Spesifikasi Tunggangan Mewah Prabowo di Paris
-
5 Fakta Krusial Perawatan Baterai Motor Listrik yang Jarang Diketahui Pemilik Baru
-
Kabin Berlapis Kulit dan Panoramic Sunroof, SUV Mewah Ini Kini Cuma Dibanderol Setara LCGC
-
5 Pilihan Motor Jarak Jauh Paling Irit dan Tangguh, Ada Cruiser Ala Harley
-
Terpopuler: VinFast Digugat Pemerintah, Harga BBM Pertamina Jelang Idul Adha
-
Menkeu Purbaya Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Calon Pembeli Dipaksa Sabar Sebulan
-
GAIKINDO Tantang Merek Baru Berinvestasi Bukan Sekadar Cari Cuan di Indonesia
-
Dominasi AION UT Bayangi Kompetitor Segmen Hatchback Listrik Tanah Air
-
Serbuan Merek Baru di GIIAS 2026 Jadi Ujian Berat Pemain Lama Otomotif