Suara.com - Industri otomotif roda dua baru saja diguncang kabar mengejutkan. KTM, salah satu merek motor sport paling ikonik asal Austria, nyaris mengalami kebangkrutan.
Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk unit yang kurang laris di pasaran, sehingga merambat ke proses produksi.
Tak cuma itu, kiprah KTM di MotoGP juga terganggu, membuat tim ini cuma bertengger di klasemen konstruktor di urutan empat.
Belum berhenti di situ, dengan utang besar yang harus segera dilunasi, pabrikan ini hampir masuk dalam proses kepailitan.
Namun, tepat sebelum batas waktu pembayaran utang senilai Rp10,1 triliun, Bajaj Auto dari India turun tangan dan menyelamatkan KTM dengan investasi masif, menurut laporan Motorbeam.
Kesepakatan ini tidak hanya menyelamatkan KTM dari krisis finansial, tetapi juga mengubah struktur kepemilikan perusahaan, di mana Bajaj Auto kini menjadi pemegang saham mayoritas setelah sebelumnya hanya menjadi pemegang saham minoritas.
Langkah ini membuat Bajaj Auto semakin mengukuhkan posisinya di industri otomotif global, terutama di segmen motor sport dan off-road.
Struktur Kepemilikan Baru Bajaj-KTM
Sebelum kesepakatan ini, Bajaj hanya memiliki sekitar 37,5% saham KTM melalui beberapa skema investasi.
Baca Juga: Sekilas Mirip Aerox tapi Beda Jenis, Motor Yamaha Ini Hanya Dijual 25 Unit Saja
Namun, setelah suntikan dana besar, Bajaj secara efektif menjadi pemegang saham utama KTM melalui Bajaj Auto International Holdings BV (BAIHBV) yang berbasis di Belanda.
Bajaj Auto International Holdings BV (BAIHBV) menguasai 49,9% Pierer Bajaj AG (PBAG) di Austria, sementara itu PBAG memiliki sekitar 75% saham di Pierer Mobility AG (PMAG), yang merupakan induk dari KTM AG, Husqvarna, dan GASGAS.
Paket Pendanaan Rp14,7 Triliun untuk Menghidupkan Kembali KTM
Untuk menyelamatkan KTM, Bajaj menggelontorkan Rp14,7 triliun dalam bentuk paket pendanaan utang. Dana ini digunakan untuk membayar utang, menghidupkan kembali siklus operasional perusahaan, dan memastikan produksi tetap berjalan.
Rincian pendanaan adalah sebagai berikut:
- Rp8,3 triliun dalam bentuk pinjaman berjaminan dari BAIHBV.
- Rp2,7 triliun dalam bentuk obligasi konversi yang diterbitkan oleh PBAG.
- Rp1,4 triliun untuk menghentikan ancaman penyitaan utang dari Dabepo Holding GmbH.
Pendanaan ini memungkinkan KTM untuk keluar dari ancaman kepailitan dan kembali fokus pada pengembangan produk serta produksi motor yang selama ini menjadi ciri khasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Sekilas Mirip Aerox tapi Beda Jenis, Motor Yamaha Ini Hanya Dijual 25 Unit Saja
-
KPK Bongkar Kasus Korupsi di Kemnaker, 11 Mobil dan 2 Motor Ini Disita
-
Yamaha Scorpio Z Terlahir Kembali: Harga Mulai Rp30 Juta, Mesin Seirit Supra X 125
-
7 Motor Bekas Murah Rp2-3 Jutaan: Irit dan Bandel, Kembalikan Kenangan Masa Lalu
-
3 Motor Cruiser Murah Bertampang Ala Harley-Davidson: Gunakan Mesin V-Twin, Harga Setara Honda PCX
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
6 Trik Mengatur Kecepatan Sepeda Listrik agar Baterai Awet Seharian
-
4 Cara Menghilangkan Jamur di Kaca Sunroof yang Membandel, Kembali Kinclong Modal Murah
-
Provinsi Banten Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik
-
Maxdecal Foodie Sasar UMKM Kuliner Indonesia Timur Bareng Pasutri Touring
-
5 Rekomendasi Unicycle Murah untuk Berangkat Kerja, Jarak Tempuh Mulai 20 Km
-
Honda Menyerah dan Putuskan Stop Penjualan Mobil Baru
-
5 Sepeda dan Skuter Listrik Cocok untuk Dibawa Naik KRL, Harga Ramah Gaji UMR
-
Kenapa Honda Angkat Kaki dari Korea?
-
Pemilik Kendaraan Listrik di Banten Siap - Siap Bayar Pajak Mulai Mei 2026
-
Honda Kibarkan Bendera Putih, Tren Mobil Listrik Bikin Pabrikan Sengsara