- Pentagon resmi memasukkan BYD ke daftar hitam perusahaan militer China karena keterkaitan dengan pemerintah dan otoritas negara tersebut.
- Keputusan ini membatasi pengadaan pemerintah Amerika Serikat dan menciptakan ketidakpastian bagi operasional BYD di pasar Amerika Utara.
- Produsen otomotif tersebut kini berisiko menghadapi hambatan kerja sama bisnis serta tantangan proteksionisme pasar yang semakin ketat.
Suara.com - Amerika Serikat secara resmi memasukkan raksasa otomotif BYD ke dalam daftar hitam perusahaan yang dianggap memiliki keterkaitan dengan militer China. Keputusan Pentagon ini memicu ketidakpastian besar bagi ekspansi BYD di pasar global terutama di wilayah Amerika Utara.
Berdasarkan pembaruan pasal 1260H yang dikutip dari CarNewsChina, BYD kini masuk dalam kategori "perusahaan militer China" bersama sejumlah raksasa teknologi lain seperti Alibaba, Baidu, hingga produsen baterai EVE Energy. Pentagon menuduh produsen asal Shenzhen tersebut memiliki hubungan langsung maupun tidak langsung dengan Komisi Pengawasan dan Administrasi Aset Milik Negara (SASAC) serta Kementerian Industri dan Teknologi Informasi (MIIT) di China.
Dokumen Departemen Pertahanan menyebutkan bahwa BYD merupakan "kontributor fusi militer-sipil" karena keterkaitannya dengan MIIT serta zona usaha fusi militer. Status ini menjadi ironi mengingat BYD telah lama menanamkan investasi besar di Amerika Serikat melalui pembangunan fasilitas produksi bus listrik di Lancaster, California, yang telah beroperasi sejak 2014 dan memiliki luas lebih dari 500.000 kaki persegi.
Langkah tegas Pentagon ini memang tidak serta merta memberikan sanksi ekonomi langsung kepada perusahaan terkait. Namun, kebijakan tersebut secara signifikan akan membatasi pengadaan pemerintah Amerika Serikat di masa mendatang dan berpotensi mempersulit kerja sama bisnis dengan mitra strategis asal Negeri Paman Sam.
Beberapa perusahaan pendukung rantai pasok otomotif lainnya juga terkena imbas. EVE Energy yang merupakan penyuplai baterai untuk merek global seperti Tesla, BMW, dan Mercedes-Benz ikut terseret karena dugaan dukungan pemerintah melalui program "Single Champion". Begitu pula dengan produsen teknologi lidar seperti Hesai dan Robosense yang diduga memiliki afiliasi dengan PLA.
Meskipun berada dalam posisi sulit, perusahaan yang masuk dalam daftar hitam seperti BYD masih diberikan kesempatan untuk mengajukan permohonan kepada Pentagon agar dihapus dari daftar tersebut. Ketegangan geopolitik ini mempertegas tantangan besar bagi produsen kendaraan listrik asal China dalam menghadapi proteksionisme pasar Amerika Serikat yang semakin ketat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
6 Motor Honda yang Irit dan Bisa Pakai Pertalite saat Harga Pertamax Melambung
-
Komparasi Harga BBM RON 92 Terbaru: Pertamax vs Vivo vs BP, Mana yang Termurah?
-
Aturan Ketat China Bakal Depak Mobil Listrik EREV yang Cuma Jual Janji Jarak Tempuh
-
Pertamax Meroket Rp 16.250, Segini Modal "Nyesek" Isi Full Tank NMax Turbo Demi Performa Gahar
-
5 Motor Listrik untuk Ngantor: Harga Under 20 Juta, Jarak Tempuh Tembus 60 Km
-
Harga BBM Pertamax Naik, Apakah Pertalite Cocok untuk Kendaraan Mobil atau Motor Baru?
-
Pertamax Rp16.250 per Liter, Hindari 5 Kebiasaan yang Bikin Motor Boros Bensin
-
Daftar Mobil yang Masih Boleh Pakai Pertalite, Tak Perlu Khawatir Pertamax Naik
-
Motor Bunyi Berdecit? Jangan Diabaikan, Ini 5 Penyebab Utama dan Cara Mengatasinya
-
Cara Berbeda TOP 1 Indonesia Edukasi Pentingnya Rawat Mesin dari Ketinggian