- Perbedaan Pertamax dan Pertalite sangat jomplang pada proses penyaringan dan kandungan zat aditifnya.
- Pakai Pertalite di kendaraan baru berisiko injektor kotor, mesin ngelitik, hingga komponen premium rusak.
- Solusi hemat terbaik adalah mengubah gaya berkendara menjadi efisien, bukan turun kasta ke Pertalite.
Suara.com - Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92) yang kini menembus angka Rp16.250 per liter jelas membuat banyak pemilik kendaraan menjerit. Sebagai imbasnya, tidak sedikit pemilik mobil dan motor keluaran terbaru yang tergoda untuk "turun kasta" (downgrade) dan beralih ke Pertalite demi menghemat pengeluaran.
Namun, pertanyaannya: Apakah Pertalite cocok dan aman untuk kendaraan (mobil/motor) baru?
Jika dilihat dari kacamata teknis dan perawatan jangka panjang, jawabannya adalah sangat tidak disarankan.
Praktisi otomotif ternama, Ko Lung Lung dari kanal YouTube Dokter Mobil Indonesia, memberikan pandangan tajam mengenai risiko yang mengintai di balik keputusan beralih ke BBM subsidi ini.
1. Bukan Sekadar Beda Angka Oktan (RON)
Banyak yang beranggapan bahwa perbedaan RON 92 (Pertamax) dan RON 90 (Pertalite) tidak akan terlalu terasa pada kinerja mesin harian.
Secara teori penurunan angka oktan memang terlihat kecil, namun pada praktiknya, kualitas keseluruhan bensin tersebut ibarat bumi dan langit.
"Kalau RON itu Anda turun hanya dua, itu enggak berasa di mobil, itu secara teori. Tetapi kalau Anda pakai Pertalite sama Anda pakai Pertamax, jomplang! Itu terlalu jauh kualitas bensinnya," ungkap Ko Lung Lung.
2. Rahasia di Balik Penyaringan dan Zat Aditif
Baca Juga: Mekanik Menyerah Bikin Innova Bensin Irit, Cek 4 Mobil Bekas 1200cc Hemat BBM Ini
Perbedaan harga yang signifikan antara Pertamax dan Pertalite bukan hanya karena faktor subsidi, melainkan juga proses produksinya.
Bahan bakar kelas atas seperti Pertamax telah melalui proses penyaringan berulang kali sehingga jauh lebih bersih.
Selain penyaringan, kunci utamanya ada pada penambahan zat aditif.
"Pertamax itu disaring lebih banyak... dan setelah disaring itu juga dikasih namanya aditif. Aditif itu fungsinya supaya bensinnya lebih licin melumasi piston, ada juga aditif untuk membersihkan supaya injektor tidak kotor," jelas Ko Lung Lung.
Hilangnya lapisan perlindungan aditif inilah yang membuat penggunaan Pertalite dalam jangka panjang sangat merugikan bagi mesin modern.
3. Risiko Jangka Panjang: Injektor Kotor hingga Mesin Jebol
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Komparasi Harga BBM RON 92 Terbaru: Pertamax vs Vivo vs BP, Mana yang Termurah?
-
Aturan Ketat China Bakal Depak Mobil Listrik EREV yang Cuma Jual Janji Jarak Tempuh
-
Pertamax Meroket Rp 16.250, Segini Modal "Nyesek" Isi Full Tank NMax Turbo Demi Performa Gahar
-
5 Motor Listrik untuk Ngantor: Harga Under 20 Juta, Jarak Tempuh Tembus 60 Km
-
Pertamax Rp16.250 per Liter, Hindari 5 Kebiasaan yang Bikin Motor Boros Bensin
-
Daftar Mobil yang Masih Boleh Pakai Pertalite, Tak Perlu Khawatir Pertamax Naik
-
Motor Bunyi Berdecit? Jangan Diabaikan, Ini 5 Penyebab Utama dan Cara Mengatasinya
-
Cara Berbeda TOP 1 Indonesia Edukasi Pentingnya Rawat Mesin dari Ketinggian
-
Mekanik Menyerah Bikin Innova Bensin Irit, Cek 4 Mobil Bekas 1200cc Hemat BBM Ini
-
Daftar Lengkap Harga BBM SPBU Pertamina Hari Ini usai Pertamax Naik Sampai Rp16.250