Suara.com - Di tengah harga BBM yang cenderung tinggi, salah satu opsi kendaraan yang banyak diminati adalah mobil bermesin diesel atau kerap disebut mobil solar. Berikut ini adalah 5 rekomendasi mobil solar paling irit dan bisa Anda dapatkan versi bekasnya.
Selain terkenal lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar, mobil diesel juga memiliki keunggulan dari sisi torsi dan ketahanan mesin, menjadikannya cocok sebagai kendaraan harian maupun untuk perjalanan jauh.
Mobil bekas bermesin diesel berikut ini bisa jadi opsi tepat bagi Anda yang mengutamakan irit bahan bakar dan performa tangguh. Inilah 5 rekomendasi mobil solar paling irit yang bisa jadi pertimbangan.
Isuzu Panther adalah nama besar di dunia mobil diesel Indonesia. Sejak diluncurkan, Panther menjadi favorit berkat reputasinya sebagai mobil bandel dan hemat BBM.
Kendati sudah tidak lagi diproduksi, mobil ini tetap diminati di pasar mobil bekas berkat durability-nya dan perawatan yang mudah.
Panther menggunakan mesin diesel 2.5 liter berkode 4JA1 yang mampu menghasilkan tenaga 80 PS dan torsi 191 Nm. Angka konsumsi solar sekitar 12 km/liter menjadikannya cukup ekonomis di kelas mobil diesel lawas.
Dengan interior lega yang bisa menampung hingga 8 penumpang dan bodi kokoh, Panther tetap jadi primadona mobil keluarga diesel irit.
Harga Panther bekas bervariasi, mulai dari Rp80 jutaan untuk versi lama hingga Rp200 jutaan untuk tahun muda.
Baca Juga: 3 Alasan Sebaiknya Tidak Memilih Isuzu Panther Bekas buat di Kota Besar, Kalian Wajib Tahu
2. Chevrolet Captiva Diesel
Ditenagai mesin diesel 2.0 liter VCDi, Captiva mampu menghasilkan tenaga sebesar 150 HP dan torsi 310 Nm.
Konsumsi BBM-nya sekitar 8 km/liter, tergolong lumayan untuk SUV medium. Saat ini, Captiva bekas bisa ditemukan mulai dari Rp130 jutaan.
Meskipun tidak lagi diproduksi, Captiva Diesel tetap menjadi alternatif menarik berkat mesin tangguh dan desainnya yang maskulin.
3. Mitsubishi Pajero Sport
Mitsubishi Pajero Sport hadir sebagai pilihan SUV diesel dengan perpaduan gaya kokoh, performa nyaman, dan konsumsi solar yang relatif irit.
Berita Terkait
-
3 Alasan Sebaiknya Tidak Memilih Isuzu Panther Bekas buat di Kota Besar, Kalian Wajib Tahu
-
5 Mobil Keluarga Bekas Tahun Muda: Jadi Incaran, Harga Tetap Tinggi Jika Dijual Kembali
-
7 Rekomendasi Mobil Murah Irit BBM, Cocok untuk Daftar Taksi Online!
-
4 Motor Matic Irit Bahan Bakar dan Tangguh Saat Perjalanan Jauh, Cocok untuk Berangkat Kerja
-
5 Rekomendasi Mobil Keluarga Mewah di Bawah 100 Juta: Irit BBM dan Kabin Luas Mirip Alphard
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
Terkini
-
Daftar Mobil Hybrid Paling Diminati di Indonesia Februari 2026
-
Media Italia Terpukau Aksi Veda Ega Pratama di Moto3 Brasil, Cepat dan Tanpa Takut
-
Geely Targetkan Rebut Takhta Penjualan Mobil Terlaris dari BYD di Pasar Otomotif China
-
Total Tarif Tol Yogyakarta-Jakarta pada Arus Balik Lebaran 2026, Sampai Rp1 Juta?
-
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Tiba, Catat 3 Tanggal Aman Bebas Macet Ini
-
5 Mobil Listrik 7 Seater yang Tak Galak ke Pemula dan Punya Fitur Melimpah
-
Arus Balik Meningkat, Korlantas Berlakukan One Way hingga Contraflow
-
Cetak Sejarah di Moto3, Veda Ega Pratama Dapat 'Saweran' Mobil dari Keluarga Haji Isam
-
5 Motor Listrik Tangguh Kuat Jarak Jauh, Siap Antar Ngantor hingga Luar Kota
-
Bos Volkswagen Akui Industri Otomotif China Lebih Unggul dan Terencana di Tengah Gelombang PHK