Suara.com - Setelah sukses mencuri perhatian lewat debut SU7 di Nürburgring dan mengantongi 289.000 pre-order untuk SUV barunya YU7, Xiaomi kini menghadapi tantangan berbeda.
Bukan soal performa mesin atau fitur digital, tapi tentang panas. Sebuah video yang viral di media sosial menunjukkan rem YU7 Max terbakar saat sesi uji coba di sirkuit, membuat netizen bertanya-tanya: ini normal?
Dalam rekaman video tersebut, terlihat teknisi berdiri di dekat api terbuka di kaliper rem, sementara satu orang mengukur suhu dengan alat digital.
Hasilnya cukup bikin melotot: 619 derajat Celsius! Itu tinggal sedikit dari titik leleh aluminium, yang berarti panas ekstrem, menurut laporan Carscoops.
YU7 Max sendiri adalah SUV performa tinggi dari Xiaomi dengan tenaga 682 HP dan torsi 866 Nm, ditopang oleh sistem dual motor. Tenaganya sih luar biasa, tapi jelas sistem pengereman harus kerja keras untuk mengimbanginya.
Menurut Xiaomi, api tersebut bukan berasal dari kerusakan, melainkan dari material organik dalam kampas rem low-metallic yang menyala ketika suhu mencapai di atas 600 derajat Celsius.
Dalam pernyataan resminya ke CarNewsChina, Xiaomi menyebut ini hal yang umum di kondisi ekstrem dan fungsi rem tetap berjalan normal.
Hal lain yang menarik, Xiaomi mengungkap bahwa SUV tersebut tidak menggunakan sistem rem regeneratif secara optimal saat pengujian.
Padahal YU7 Max punya fitur ‘Master Mode’ dengan ‘Enhanced Energy Recovery’, yang bisa memberikan gaya pengereman hingga 0.2G tanpa bantuan rem gesek.
Baca Juga: Viral Wuling Air EV Terbakar Hebat di Bandung
Namun dalam pengujian tersebut, SUV berbobot 2,3 ton ini justru hanya mengandalkan rem gesek konvensional, membuat rem bekerja ekstra keras hingga mencapai suhu ekstrem.
Beda dengan Kasus Gagal Rem di SU7
Xiaomi juga menegaskan bahwa insiden ini berbeda dari kasus gagal rem pada SU7 sedan akhir tahun lalu, yang menyebabkan dua kecelakaan besar. Dalam kasus itu, komponen rem memang tidak dirancang untuk penggunaan trek.
Berbeda dengan YU7 Max, unit ini memakai rotor dan kampas yang memang dirancang untuk performa tinggi, dan insiden kali ini lebih berkaitan dengan pengujian ekstrem tanpa optimalisasi sistem bantuan.
Panas yang Biasa di Dunia Performa
Rem terbakar memang terdengar dramatis, tapi di dunia mobil performa, kondisi ekstrem seperti ini bukan hal baru—terutama jika sistem bantu seperti regenerative braking tidak diaktifkan.
Berita Terkait
-
Viral Wuling Air EV Terbakar Hebat di Bandung
-
6 Rekomendasi Mobil Bekas SUV Irit BBM dan Murah Perawatan Harga di Bawah Rp100 Jutaan
-
Segini Harga Mobil Listrik Wuling Terbaru Juli 2025, Lengkap dengan Spesifikasi
-
Toyota Pilih Tunda Produksi Mobil Listrik Karena Permintaan Model Hybrid Melonjak
-
5 Cara Merawat Baterai Mobil Listrik agar Tahan Hingga 10 Tahun
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Pesona Motor Trail Baru Suzuki DR-160, Performa dan Harganya Bikin WR155, CRF150L dan KLX150 Minder
-
Terjaring OTT KPK, Intip Isi Garasi Mewah Bupati Tulungagung Gatut Sunu: Land Cruiser hingga Truk
-
Apakah Skuter Listrik Boleh di Jalan Raya? Ini 5 Rekomendasi Ukuran Dewasa dengan Dudukan
-
Update Harga Mobil Listrik Wuling per April 2026, Mulai Rp200 Jutaan
-
Cara Bayar Pajak Motor Online 2026 Lewat HP, Praktis Tanpa Antre di Samsat!
-
7 Motor Matic Paling Irit Bensin Cocok Buat Narik Ojol Seharian, Gak Cuma Honda BeAT!
-
Jaecoo Prioritaskan Mobil Listrik di Tengah Harga BBM Global yang Masih Tinggi
-
Terpopuler: Adu Motor Listrik MBG vs Local Pride, Kekayaan Bupati Tulungagung 17 Kendaraan
-
Sehari Jalan 70 Kilometer, Berapa Biaya Bulanan Mobil Listrik BYD Atto 1?
-
Isuzu D-Max Rodeo Hadir dengan Mesin Diesel Terbaru Jawab Kebutuhan Operasional Medan Ekstrem